Nikah Umur 14 (2)

Nikah Umur 14 (2)
EPISODE 25


__ADS_3

Nafisya dan Dezia membawa pulang Algi serta Fatimah pulang. Nadia ke asyikkan mengobrol dengan Arabella sampai melupakan Dezia dan Nafisya berserta kedua cucunya.


"Loh? Umi mana?" tanya Hilmi saat baru saja keluar dari ruang kerjanya.


"Umi tadi ketemu sama tante Arabella dan sampai ke asyikkan ngobrol jadi kita pulang aja Bi... Algi sama Fatim udah ngantuk kayanya," Nafisya mengendong Algi ke kamar dia dan Ilham bukan kamar Fatimah dan Algi.


"Fisya ke kamar dulu Bi...," pamit Nafisya lalu berjalan kekamarnya.


Nafisya ahkir-ahkir ini sangat sibuk dengan Algi karena anak nya ini mulai aktif dan sangat harus diawasi.


Makanya Nafisya khawatir jika dia menyewa babysister saat dia sekolah dan Ilham bekerja dikantor ya walau itu hanya beberapa jam.


Dengan perlahan Nafisya menidurkan Algi diranjang menyangal sisi kiri dan kanannya dengan guling.


"Yank..." Nafisya tersentak saat Ilham memeluk dari belakang tangan suaminya itu melingkar dibagian leher Nafisya.


"Mas, bikin kaget aja ahk..." Nafisya menyikut pelan perut suaminya itu.


"Hehehe.. kamu nya yang terlalu serius," Kekeh Ilham membalikkan tubuh Nafisya.


Nafisya mengalung tangan ditengkuk Ilham lalu berjinjit mengecup kedua rahang suaminya itu.

__ADS_1


Ilham hanya diam tapi tanganya melingkar dipinggang Nafisya.


"Mas... aku ngerasa enggak kalau kak Ayesha sikapnya aneh banget,"


"Mungkin lagi banyak kerjaan," Ilham melepaskan khimar yang masih melekat diwajah Nafisya.


"Tapi aneh banget lahk Mas... masa waktu tadi diajakin jalan-jalan dia malah. bengong terus enggak ngerespon apa-apa," Ilham terkekeh saat melihat wajah cemberut Nafisya.


"Sayang, Mas belum dibikinin sarapan lohk....." Ilham mengalihkan perhatian Nafisya. Karena dia tau jika Nafisya akan memikirkan masalah Haikal dan Ayesha.


"Ah ya ampun Fisya lupa Mas..." Nafisya menarik khimarnya yang ada ditangan Ilham lalu berjalan keluar dengan terburu-buru.


Ilham hanya tersenyum lalu mengelengkan kepalanya. Sejujurnya dia sudah sarapan tadi bersama Haikal dan Ibrahim namun itu hanya alibinya saja mengalihkan perhatian Nafisya.


__________


"*Mau sampai kapan lo rahasian jati diri lo?


Dia itu Silvania Viola Putri bukan Ayesha Silviani Hildia Putri. Lo orang Haikal cintai bukan dia, dia itu hanya ingin lo hancur,"


"Tapi dida adik gue Ham..."

__ADS_1


"Ya adik, yang sebentar lagi akan ngerebut suami lo sama cara liciknya dengan kepura-pura an menjadi Silvi. sekarang Gue ngerti kenapa lo dulu memalsukan kematian lo didepan keluarga dan semuanya,"


"Lo tau?"


"Iya, itu semua karena lo tertekan dengan semua ancaman Viola,"


"Tapi Ham... Aku sekarang sadar kalau selama ini mas Haikal diam-diam suka berduaan sama Viola,"


"Kan gue udah bilang kalau Viola itu enggak sepantas lo sebut adik,"


"Aku sayang sama mas Haikal, aku lakuin ini karena aku enggak mau mas Haikal berpaling,"


"Maka dari itu lo harus ngomong ke Haikal sebelum terlambat,"


"Gimana aku mau ngomong kalau setiap aku ngomong dia selalu cuek dan enggaj peduli."


"Dengan alasan anak yang ada didalam kandungan lo, kalau enggak lo bisa cerita ke Nafisya dan minta solusi gue yakin dia akan bisa ngasih solusi ke lo*,"


Ayesha menghela nafasnya dengan berat. Membayangkan pembicaraannya dengan Ilham kemarin.


Dengan datang Viola dan keluarganya ke indonesia membuat Ayesha khawatir dan kalut kejadian masalalu membuat dia stress memikirkannya apalagi saat ini dia sedang hamil.

__ADS_1


✨✨✨✨✨


Bersambung.....


__ADS_2