
Acara akad di laksana kan di rumah megah Hilmi sesuai pemintaan Nafisya. Acara pun tidak terlalu meriah hanya mengundang sanak saudara, rekan bisnis Ilham, rekan bisnis Hilmi dan teman-teman alumni.
Kini Ilham sedang melantun kan Surah
Ar-rahman sebelum melaksana kan Ijab qobul.
Lantunan surah Ar-rahman yang Ilham bacakan terdengar merdu orang-orang yang mendengarnya pun banyak yang meneteskan air mata-nya entah kenapa.
Dan kini Ilham sedang melantunkan ayat suci Al-qur'an sebelum melaksana kan akad.
"Saudokallah hul-azim..."
Ilham menutup kembali Al-qur'an itu, 30 ayat sudah dia latunkam dan kini dia akan bersiap untuk ijab qobul.
"Bismillahirohmanirohim, Apa kamu siap?" tanya Hilmi dan dibalas anggukkan kecil oleh Ilham.
Ijab:"Muhammad Alilham Gutama saya nikah dan kawinkan engkau dengan anak saya yang bernama Nafisya Prawira Putri binti Muhammad Hilmi Sultan Akbar dengan emas seberat 80 gram dan uang senilai 100 juta serta surah Ar-rahman 30 ayat di bayar tunai,"
Qobul: "Saya terima nikah dan kawinnya Nafisya binti Muhammad Hilmi Sultan Akbar dengan mahar tersebut dibayar Tunai."
"Sahhh...??"
"SAH!!"
" Alhamdulilah. Barakallahu laka wa baraka'alaika wa jama'a bainakhuma fill khairin,"
Hembusan nafas lega terdengar dari Ilham karena dia sudah was-was sejak tadi takut tidak lancar menyebutkan qobul.
__ADS_1
Suasana yang tadi nya hening menjadi sedikit gaduh saat melihat calon mempelai wanitanya.
Nafisya, gadis dengan gaun berwarna putih tak lupa menutup aurat dan dia pun menutupi sebagian wajahnya dengan cadar hanya memperlihatkan kedua bola mata-nya saja. Sebuah tiara bertenger cantik di atas kepala Nafisya menambah kesan cantik dan sempurna.
Ilham beranjak berdiri menghampiri Nafisya yang baru saja menuruni anak tangga di himpit oleh Nadia dan Ayesha sedang di belakangnya ada seorang MUA memegangi ekor gaun tersebut.
Ilham mengulurkan tangannya membantu Nafisya.
Nafisya menoleh kearah Umi-nya yang sedang menggenam tangan kanannya.
Menatap mata Nadia seolah dia bertanya apa kah harus menerima uluran tangan Ilham.
"Boleh sayang," ucap Nadia meyakinkan Nafisya.
Dengan perlahan Nafisya menerima uluran tangan itu.
Ilham menuntun Nafisya ke tempatnya tadi untuk menyematkan cin-cin dan mendatangani surat-surat.
"1...2... Crekkk..."
Foto-foto keluarga dan teman sudah di lakukn dan kini Nafisya dan Ilham tinggal berfoto untuk album pernikahaanya.
Kedua pasutri yang baru resmi itu sudah 4 kali ganti baju berbeda warna hanya untuk berfoto.
"Mbak tangannya kalungkan di cerum mas_nya" intruksi fotografer
Nafisya hanya menurut tapi dalam hati nua dia sangat gugup dan jantungnya pun berdegup kencang.
__ADS_1
Ilham? cowok tampan itu berharap degupan kencang di jantungnya ini berhenti tapi bukannya berhenti malah semakin menjadi.
Ckrek...
"Good..."
Ilham melihat arloji yang melingkar di tangannya.
"Mas, tamu nya udah pada pulang acaranya pun sudah selesai jadi beresin aja," ujar Ilham lalu dibalas anggukkan kecil oleh yang lain.
Sedangkan sanak saudara pun sudah pulang sadari tadi dan orang tua Ilham dan Nafisya sedang beristrihat di paviliun.
Haikal dan istrinya sudah mau ke kamarnya dan di tengah rumah ini hanya ada fotografer dan MUA yang akan bersiap-siap pulang.
"Yuk," ajak Ilham mengenggam tangan Nafisya mengajak untuk beristirat di kamar Nafisya.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak.
jangan lupa kasih krisannya.