
Seorang wanita terbaring lemah di atad brangkar banyak alat medis yang tertancap di dalam tubuhnya. Perut wanita itu sedikit membuncit.
Sudah 5 bulan ini wanita itu terbaring dengan lemah di atas brangkar tidak ada tau siapa wanita cantik itu.
Identitasnya pun tidak ada yang tau. Siapa wanita cantik itu mau lapot polisi ah rasanya pasti malah ribet.
"Cepat bangun, keluarga kamu pasti merindukan mu dan bayi yang ada di perut mu pasti ingin ibunya bangun," bisik seorang wanita cantik nan anggun.
"Dezia, Kamu pulang saja biar saya yang menemani wanita ini. Suami kamu pasti mencari kamu apalagi sudah 5 bulan ini kamu tidak ada kabar," ujar wanita memakai berjas dokter itu menatap lurus ke arah depan.
Dezia Hamis, seorang polwan cantik yang baru saja pulang dari pelatihan menemukan seorang wanita tergelatak di dekat danay saat dia akan pulang ke rumah suami-nya. Sebenarnya pelatihan itu belum selesai hanya saja dia sedang mengandung jadi pulangkan tapi bukan nya pulang membawa kabar gembira ini kepada suaminya tapi malah terjebak di sitausi rumit ini.
"Nancy, Aku tidak bisa. Aku bertanggung jawab atas wanita ini kami sama-sama sedang mengandung dan aku seperti merasakan yang dirasa kan oleh gadis itu." balas Dezia.
Nancy Jelita, Dokter cantik nan angkuh itu adalah sahabat Dezia. Nancy tidak memikirkan dirinya tapi memikirkan sahabatnya, Dezia. Dezia sedang mengandung usia kandungan nya 24 minggu dan suami nya tidak tau sama sekali tentang ini.
******
Untuk kesekian kali-nya Haikal mendengar tangisan Umi-nya didalam kamar di saat Abi-nya pergi atau bekerja.
Dia sangat tau semua anggota keluarganya kehilngan Nafisya karena bagaimana pun Nafisya adalah cucu perempuan satu-satu nya di keluarga Prawira atau keluarga Abi-nya.
Dia ingin menarik kembali kata-katanya yang membenci Nafisya. Dia sangat menyayangi adik-nya tidak ada kata benci dia hanya terbawa hawa iri dan dengki saja saat itu.
******
__ADS_1
"Kak Ilham bangun ihk katanya mau ke Dufan tapi malah tidur terus,"
"Kak Ilham, udah siang emang enggak akan ke kantor,"
"Kak morning kiss,"
"I Love You kak,"
"Ck! Dasar manja,"
"Kalau enggak ada Fisya kakak harus bangkit karena hidup itu tidak terus soal cinta,"
"Ehh enggak deng, Fisya kan bidadari nya kakak,"
"Kak tau enggak tadi itu ada artikel kalau laki-laki itu tidam cukup satu wanita,"
"Kak ayo katanya mau sholat kok malah main hp sih,"
Ilham terkekeh saat menginggat omelan dan rengekan yang keluar dari bibir Nafisya.
Sudah hampir setengah tahun Nafisya pergi meninggalkan dia dan dalam setengah tahun ini juga dia tidak pernah keluar dari kamar dirinya dan Nafisya.
Mencoba mengumpulkan kepingan-kepingan kenangan manis bersama Nafisya.
Menetapkan hati untuk bangkit kembali tapi malah kebla-blasan dia tidak mau keluar kamar.
__ADS_1
Bunda-Ayah Ilham juga sementara waktu tinggal di rumah Hilmi.
"Sayang, apa kabar? Kamu bahagia enggak? kamu tau enggak?" lirih Ilham mengusap bingkai foto Istri nya.
Dia merindukkan istri cantiknya, suara istrinya semuanya tentang Nafisya dia rindukan..
"Kemarin masa kakak Mimpi kamu datanh kembali tapi anehnya perut kamu buncit kaya lagi hamil," kekeh Ilham mencoba tersenyum walau air matanya terus mengalis deras.
"Kakak rindu kamu Sayang, kenapa kamu ninggalin kakak secepat ini,"
"Kakak enggak sanggup. Kakak pingin kamu terus ada di sisi kakak,"
Air mata dari pria tampan itu terus meluncur boleh katakan jika Ilham cengeng tapi dia tidak peduli karena bagaimana pun Nafisya sudah bagaian dari hidupnya.
.
.
.
.
.
Jangan lupa tinggalkan jejak.
__ADS_1