Nikah Umur 14 (2)

Nikah Umur 14 (2)
EPISODE 15


__ADS_3

"Pulanglah nak ini sudah terlalu lama," titah seorang kakek tua menatao cucu-nya.


"Tapi kek Fisya masih betah di sini," Nafisya menggeleng dengan cepat.


"Sayang belum waktu nya kamu bersama kami,"


"Iyya Nek,"


"Pulang lahk keluarga dan suami mu sedang merindukan kamu dan jaga baik-baik calon putri mu,".


Perlahan tapi pasti tubuh itu menghilang dari pandangan.


*******


" Nancy tangan wanita itu gerak," pekik Dezia.


Nancy yang mendengar itu segera mengambi seteskop nya memeriksa wanita itu.


Perlahan hanzel mata itu membuka lalu sedetik kemudian mata mengedarkan ke penjuru ruangan.


"Apa kamu bisa mendengar suara saya," ucap Nancy.


"I--ya," wanita itu mengangguk lemah.


"Boleh saya tau nama kamu?" tanya Nancy.


"Nafisya Prawira Putri," jawabnya.


"Ok, Nafisya apa kamu mengingat apa yang terjadi dengan diri mu?"


Nafisya terdiam mengumpulkan ingatannya. saat akan pulang ke rumahnya mobil abang ojol remnya blong karena di hadapan itu ada seorang yang menyebrang abang sopirnya membanting stir membuat mobil itu masuk ke jurang tapi sebelum itu terjadi Nafisya melompat ke keluar dan saat itu juga dia


tidak mengingat apapun lagi.


"Jika kamu belum mengingat tidak apa," ucap Nancy dan hanya di balas senyuman ramah oleh Nafisya.


Tangan Nafisya meraba perutnya dia takut jika yang terjadi saat di koma hanya halusinasinya jika dia sedang mengandung.


"Selama kamu koma babynya selalu sehat dan kuat," ucap Nancy.


"Berapa lama saya Koma?"


"Hampir 6 bulan,"

__ADS_1


Nafisya membulat kan matanya itu berarti sangat lama, apa keluarganya mencari Nafisya?


"Ah iyya saya Nancy, Ini Dezia yang menemukan kamu dan membawa kamu ke sini," ujar Nancy.


"Terima kasih telah membantu saya," sahut Nafisya.


"Kembali kasih," timpal Dezia.


********


"Kak Dezia kenapa?" tanya Nafisya saat melihat Dezia menghapus air mata nya setelah menerima telepon dari suaminya.


"Ahk tidak papa hanya tadi suami kakak mengatakan jika kami harus bertemu untuk mengurus perceraian" ucap Dezia.


"Kenapa? bukannya kakak lagi mengandung, bukannya itu tidak akan sah?"


"Suami kakak mengira jika selama ini kakak menghilang karena berselimgkuh,"


"Astagfirullah, kenapa kakak enggak jelasin aja?"


"udah cuman dia-nya enggak percaya,".


"Kalau gitu biar Fisya saja yang menjelaskan semuanya,"


" Sekarang kita ke sana tapi apa kakak tau alamat rumah nya?"


"Jln. Mawar, perumahan cemara no 15,"


Hampir saja Nafisya tersedak saliva nya sendiri.


"Su-ami kakak nama nya siapa?"


"Ibrahim,"


Untuk kedua kalinya Nafisya merasa takdir tuhan memang tidak bisa di tebak,"


"Ayo ke sana kak, kita jelasin," semangat Nafisya.


Ini sudah seminggu pasca di bangun dari koma-nya jadi pasti dia sudah pulih.


Saat Dezia dan Nafisya akan beranjak tiba-tiba Nancy datang.


"Mau kemana?" tanya Nancy

__ADS_1


"Ke rumah suaminya kak Dezia," jawab Nafisya.


"Aku ikut," Dezia dan Nafisya hanya mengangguk.


******


" Ya Allah Ilham kamu kenapa," Ainil dan Nadia segera berlari menghampiri Ilham yang tergeletak di dekat ranjang.


Mereka sudah bertekad untuk mengembalikan suasan seperti dulu tidak berkabung terus.


Dan kini mereka khawatir dengan Ilham yang sudah pingsan begitu saja di dalam kamarnya.


"HAIKAL!!! ABI!!IBRAHIM!!" Teriak Nadia memanggil suami dan putra-nya..


Tak lama kemudian yang di panggil pun datang tentunya dengan Aldo.


Haikal dan Ibrahim mengangkat tubuh tegap Ilham ke ranjang.


"Suhu tubuh Ilham panas Mi.." Ucap Ibarhim.


"Saya sudah panggil dokter." balas Aldo.


Mereka manatap Ilham dengan nanar karena sudah berbulan-bulan Ilham berdiam di kamar ini tanpa berniat keluar selangkah pun.


Tubuh Ilham seperti tidak terurus.


" Maaf Tuan, Nyonya di luar ada yang mencari," ucap pembantu baru itu membuat semua orang menoleh.


"Dokter?"


"Iyya,"


"suruh kemari saja,"


.


.


.


.


Jangan lupa krisannya.

__ADS_1


__ADS_2