Nikah Umur 14 (2)

Nikah Umur 14 (2)
EPISODE 26


__ADS_3

"APA?!"


"Sabar sayang... nanti Algi bangun," Ilham mengusap punggung Nafisya dengan lembut.


Istrinya sompontan berteriak saat setelah mendengar cerita Ayesha. Mulai dari sikap Haikal yang berubah menjadi dingin dan cuek, Ayesha yang tak sengaja melihat Haikal bersama wanita lain Viola, dan saat Haikal mengutarakan ingin menikah lagi dengan Viola secepatnya.


Nafisya tak menyangka jika kehidupan rumah tangga kakaknya akan seperti ini. Padahal dari awal Haikal dan Ayesha pasangan yang yang romantis dan kalem tapi sekarang? Masalah ini sangat-sangat besar.


"Umi udah tau?" Ayesha merunduk lalu mengeleng.


"Jangan sampai tau Sya," Ayesha takut jika dia kehilangan Haikal tapi dia juga tidak mau diduakan apalagi wanita yang akan menjadi madunya adalag adik Ayesha sendiri.


"Kapan Bang Haikal ngomong mau nikah lagi?" Nafisya tak habis pikir dengan Haikal itu.


"Dua hari yang lalu, dan katanya dia akan membawa Viola ke sini satu minggu lagi beserta orang tua Viola,"lirih Ayesha lalu mengusap perutnya. Padahal anak yang ada didalam kandungannya sudah hampir tiga tahun lebih dinantikan dia dan Haikal tapi sekarang?


"Viola?"


"Dia adiknya Ayesha." sahut Ilham.


"Hah?! itu enggak boleh terjadi dong jelas-jelas dalam al-qur'an dilarang," Nafisya mengeleng pelan.

__ADS_1


"Maka dari itu aku dan Ayesha juga bingung harus apa apalagi saat ini Viola itu ngaku kalau dia itu Silvi, cinta pertamanya Haikal," Ilham mendesah pelan.


"Silvi? Bukanya kak Silvi udah..."


"Belum," Potong Ayesha dengan cepat.


"Lahk terus sekarang dimana?"


"Ayesha itu Silvi dan dia memalsukan kematiannya karena desakan dari Viola, adilnya,"ucap Ilham membuat Nafisya langsung menoleh. Suaminya itu sedang menidurkan Algi dengan menepuk-nepuk pantat putranya itu.


"Okey, nanti kita ikutin alurnya dulu sampai satu minggu itu kita ngomong yang sejujurnya," Nafisya mengusap bahu Ayesha yang sedikit bergetar.


"Tapi Sya... aku tau Haikal enggak akan percaya," Lirih Ayesha.


"Iyh kak... Aku sama Mas Ilham ngerti kok,"


__________


"Aku kasian Mas sama kak Ayesha, padahal aku tau jika kak Ayesha itu perempuan yang baik dan sabar," Nafisya menatap Ayesha dan Algi secara bergantian. Kini Ayesha sedang tertidur diranjang Nafisya dan Ilham dengan Algi yang berada disisi Ayesha..


Ilham menarik Nafisya kedalam dekapannya.

__ADS_1


"Dari masalah ini kita harus belajar yank... Bahwa kita harus saling terbuka serta jujur kepada pasangan, dan jika orang maslalu hadir kembali dalam lingkup keluarga kita maka kita tidak boleh berpaling dan tetap stay dengan pasangan kita yang sekarang," Nafisya mengangguk dalam dekapan Ilham.


"Malam ini kita tidur dikamar tamu dekat kamar Umi dan Abi aja biar Algi dan Ayesha disini," Ilham hendak mengangkat Nafisya namun Nafisya mencegahnya.


"Tapi nanti kalau Algi nangis gimana?"tanya Nafisya mencegah Ilham yang hendak mengangkatnya.


"Algi udah bisa pegang dot sendiri dan lagian dot Algi enggak akan jauh dari ranjang." Ilham mengendong Nafisya ala bridal.


-


"Lohk Ilham, Fisya?" suara Nadia membuat Nafisya langsung turun dari gendongan Ilham.


"Ehk Umi,"


"Kalian mau kemana?" tanya Nadia.


"Mau kekamar tamu Mi... dikamar ada kak Ayesha dia katanya lagi mau nemenin Algi dan kita disuruh tidur dikamar Tamu," alibi Nafisya namun Nadia tetap lah Nadia tidak mungkin bisa dibohongin. Instingannya terlalu kuat jika menyangkut anak-anaknya.


Wanita yang kini sudah menginjak usia 42 tahun iti hanya mengangguk lalu berjalan melewati Ilham dan Nafisya. Sejujurnya Nadia masih ingin menanyakan sesuatu namun dia urungkan


✨✨✨✨✨

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2