
Seminggu Kemudian.....
"Saya mohon jangan buat bu Ayesha stress dan tertekan itu semua akan berpengaruh dengan janinnya,"pesan dokter lalu pamit keluar kamar Ayesha.
Nadia, Nafisya, Hilmi, Ibrahim dan Ilham hanya memandang wajah pucat Ayesha. Sedangkan Dezia sedang mengasuh Algi dan Fatimah ditaman belakang.
"Apa Haikal tau tentang kehamilan Ayesha?" tanya Hilmi namun Ilham dan Nafisya hanya diam.
"Dengan keterdiaman kalian Abi anggap itu 'tidak. Jangan pikir jika kalian menutupi kebusukan Haikal berselingkuh dibelakang Ayesha, Abi enggak tau," Hilmi melipat tangan didada. Pria berusia 47 tahun namun masih terlihat muda itu sangat kecewa dengan anak-anaknya apalagi dengan Haikal.
"Abi juga tau jika Ayesha ini Silvi, pacar Haikal yang dianggap meninggal serta Ayesha ini anak dari Noval dan Arabella,"
"Apa Bi??" Nadia membulatkan matanya saat mengetahui itu. Dulu Ayesha mengaku jika orang tuanya sudah meninggal tapi sekarang malah hal mengejutkan jika Ayesha adalah anak dari Arabella dan Noval. Dunia ini sangat sempit sehingga Nadia tidak menyadari jika besan-besannya adalah sahabat lamanya sendiri.
"Iyah, Saat Haikal tiba-tiba membawa Ayesha Abi langsung mencari informasi tentang Ayesha. Dulu Ayesha adalah seorang pekerja malam disebuah club, Haikal menikahinya karena merasa bahwa perbuatan dia salah," Skakmat. Ilham maupun Nafisya sama-sama terdiam. Ternyata Hilmi yang kalem diam-diam menyelediki tentang semua anak-anaknya maupun menantunya.
"Haikal anak itu..." geram Ibrahim tak habis pikir dengan kelakuan Haikal. Dulu pria itu membenci Nafisya hanya karena penculikan itu sekarang masalah tentang di selingkuh membuat semua orang harus campur tangan, apalagi Haikal akan menikah anak gadis orang sedangkan istrinya terbaring lemah.
__ADS_1
"Untuk sekarang kira ikutin alurnya dulu Bi... dia pasti akan menyesal apalagi saat mengetahui siapa Ayesha sebenarnya," ucap Ilham.
Hilmi hanya menghela nafasnya. "Baik," Setelah mengatakan itu Hilmi langsung mengandeng tangan Nadia kekamar mereka.
"Huh... Aku kira Abi bakalan marah," Nafisya mengusap dadanya lalu berjalan kearah Ayesha yang masih terlelap.
"Kalian tau dari kapan masalah Ayesha dan Haikal?" tanya Ibrahim.
"Udah dari lama,"ucap Ilham.
_____________
Haikal membuktikan ucapan jika dia akan membawa Viola dan kedua orangtuanya kerumah.
Dan kini suasana rumah bertingkat tiga itu sangat mencekam karena sadari tadi Hilmi hanya diam dan menatap tajam kearah Haikal. Rasa kecewanya sangat berat, dia tidak pernah mengajarkan anak-anak nya untuk berpoligami ya walau dalam islam diperbolehkan namun tetap saja Hilmi tidak menyukai itu..
"Bel, ada yang mau aku omongin," Nadia membuka suaranya setelah beberapa menit terdiam.
__ADS_1
"Boleh,"Arabella mengikuti Nadia ke taman belakang.
"Dezia bawa Algi dan Fatimah kekamarnya," titah Hilmi dan Dezia langsung membawa Algi dan Fatimah ke kamar dua bocah itu dengan dibantu Ibrahim.
Kini tinggal Nafisya, Ilham, Ayesha, Hilmi, Haikal, Viola, dan Noval yang berada diruang keluarga ini. Ayesha terus merunduk, sebenarnya wanita itu masih lemah dan perlu istirahat namun karena dia ingin melihat pengakuan Haikal jadi dia paksakan saja.
"Hil, aku kesini karena Haikal ingin meminta izin menikahi anakku," ucap Noval kepada Hilmi.
"Kamu tahu kalau Haikal sudah mempunyai istri?" Hilmi menatap Noval sahabatnya ini sudah sangat berbeda jika Aldo liat pasti sama dengan dirinya tidak akan mengenali Noval.
"Tahu, Tapi anakku tetap memaksa,"Noval menatap Ayesha entah mengapa ada dorongan untuk memeluk Ayesha saat melihat Ayesha begitu pucat.
Hilmi menghembuskan nafasnya dengan berat. "Maaf Val, bukannya aku tak mau tapi aku tidak mau putraku berpoligami walau dalam islam diperbolehkan namun tetap saja aku enggak mau Haikal berdosa karena tidak ada adil terhadap istri-istrinya, Ayesha saja aku sudah cukup,"
✨✨✨✨✨
Bersambung....
__ADS_1