Nikah Umur 14 (2)

Nikah Umur 14 (2)
EPISODE 20


__ADS_3

Pagi ini Umi dan Abi ku pergi ke Bandung mengantar Ayah dan Bunda mertuaku pulang.Dan pagi ini aku sudah menemani kak Ilham untuk nge-gym tidak berdua saja sih ada kedua kakakku dan kakak iparku.


Di rumah ini Abi memang menyiapkan sebuah ruangan khusus nge-gym jadi kalau mau di pakai pun bisa kapan saja.


Saat sedang ngobrol asyik bersama kedua kakak iparku tiba-tiba ponsel ku berbunyi.


'*Hallo, Assalamualaikum,' Sapaku. Tante Silmi yang menelponku.


'Waalaikumsalam, Sya. Umi Aya( Umi ada)?' tanya tante Silmi.


'Umi nuju ka Bandung Tan, cenah na bade nga-jemput rerencangan Umi (Umi lagi ke bandung Tan, katanya mau jemput temen Umi)'


'Oh nya entos (Oh iya udah). Assalamualaikum,.'


'Waalaikumsalam*,'


Aku menyimpan kembali ponselku lalu bergabung dengan kedua kakak iparku.

__ADS_1


Kenapa aku fasih bahasa sunda padahal aku lahir dan besar di kota Jakarta?


Itu karena saat umur ku 4 tahun ada temen bang Haikal. Namanya Ali, setiap main ke rumah ku dia selalu ngajak aku berbicara bahasa sunda tapi berbeda kepada bang Haikal dia ngajak bicara nya bahasa lo-gue.


Setiap aku bertemu pasti dia selalu ngemutin permen loli atau ngunyah permen karet dan dia selalu memberi sisa loli itu kepadaku dan bodohnya aku menerima itu dengan antusias tapi sampai Lama kelamaan aku terbiasa dengan segala kebiasaannya hingga satu tahun aku dan Ali selalu ketemu tapi saat aku berulang tahun cowok berbandana biru dikepala menjanjikan aku untuk datang ke acara ulang tahunku otomatis Aku tunggu dia hingga acara selesai tapi dia tidak kunjung hadir kembali hingga sekarang.


Entah kenapa namun kadang aku rindu dengan kata-kata sunda nya yang dan sikap konyol nya yang membuatku nyaman bermain bersama dia.


ah iyya dia apa kabar ya.


#Author Pov


Senyum smirk tercetak diwajah Haikal.


"Ali? Maksud mu Ali yang mana?" Haikal menghentikan aktifitasnya lalu berjalan kearah Ayesha.


"Ali yang mana ya? itu loh bang yang suka main sama abang waktu SMA," ucap Nafisya.

__ADS_1


"Banyak kali dek temen Abang namanya Ali, ada Ali Lukman dan banyak lagi," Haikal menarik tangan Istrinya keluar.


"Tanya sama suamimu saja dek,"Ujar Haikal sebelum keluar.


"Emang kak Ilham kenal sama Ali?" Nafisya menghampiri suaminya yang sedang mengangkat barbel.


Ilham hanya tersenyum lalu menyimpan barbel itu setelah Ilham langsung menarik tangan Nafisya dengan lembut hingga terjatuh dipangkuannya.


Sejenak mereka hanya bertatap mata saja. Ilham mengusap pipi Nafisya yang tertutup kain niqob.


"Kamu kenapa tiba-tiba nanyain Ali?"


"Karena aku mau nagih janjinya. Sumpah ya kak dia Itu laki-laki paling ngeselin, bikin BT, pokoknya aku benci banget sama dia karena udah ingkar janji ke aku waktu itu," Nafisya meremas tangan kekar Ilham yabg sedang ia genggam saat mengatakan itu.


Ilham tersenyum simpul. "Kalau Ali ada dihadapan kamu sekarang gimana?"


"Tak iihh" Gemas Nafisya entah kenapa dia menjadi seperti ini sata mengingat laki-laiku bernama Ali itu.

__ADS_1


Ilham mendekat kearah daun telinga Nafisya lalu membisikkan sesuatu kepada Istrinya yang membuat Nafisya langsung merona dan merasa ingin mencari tempat bersembunyi sekarang juga.


--------


__ADS_2