
Farhan sudah sampai di rumah. Ia tidak menemui Ana di ruang makan atau di ruang tamu.
Farhan jalan menuju kamarnya. Dia yakin bahwa wanita itu berada di kamarnya.
Saat membuka pintu, ia tersenyum karena dugaannya benar. Wanita itu nampak sedang sibuk memainkan ponselnya.
"Sayang aku pulang." ucap Farhan tersenyum.
"Iya, apa ada yang mau di sampaikan?" tanya Ana menatap Farhan.
Farhan bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Ana.
"Kenapa bertanya seperti itu?" Farhan duduk di sebelah Ana, lalu memeluk wanita itu.
"Tanya aja, jika di rasa nggak ada, mandi sana dulu, mana tau ada kuman." jawab Ana mendorong tubuh Farhan.
"Tapi aku kangen sama kamu sayang." ucap Farhan dengan manja.
"Mandi dulu, mana tau tadi bersentuhan dengan kuman, bakteri atau semacamnya, mandi sana bersihkan tubuh kamu sebersih mungkin." ucap Ana.
Farhan berjalan mengikuti apa yang diucapkan oleh istrinya. Dia lansung membersihkan tumbuhnya karena baru saja beraktivitas di luar sana.
Setelah selesai mandi, Farhan lansung kembali duduk di sebelah kanan Ana.
"Aku sudah mandi, nggak ada penolakan." ucap Farhan lansung memeluk istrinya.
"Kamu mau makan?"
"Aku kenyang, tadi habis makan dengan klien."
"Ohw begitu, cantik kliennya?" tanya Ana.
"Biasa aja, kamu udah makan?"
"Udah, kamu memang tidak ada yang kamu sampaikan tentang apa yang terjadi hari ini?" tanya Ana menyelidik.
"Kamu tanya apa sih, aku nggak paham loh."
"Mana tau ada kejadian yang menyenangkan tadi siang, sehingga kamu mau bicara jujur denganku."
"Nggak ada yang mau aku bicaranya." jawab Farhan membuat Ana kecewa.
"Pembohong, dia tidak mau bercerita bertemu mantannya." ucap Ana dalam hati.
" Kamu kenapa sayang?" tanya Farhan.
"Aku nggak papa, aku sedang capek, tolong Jangan ganggu aku."jawab Ana membuat Farhan Semakin bingung dengan perubahan sikap istrinya.
"Kamu ada masalah yang?" tanya Farhan.
"Aku baik saja." jawab Ana lansung menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Kamu jangan simpan masalah sendirian, ayo berbagi yang."
"Mungkin kata - kata itu cocoknya buat kamu." jawab Ana.
__ADS_1
Farhan semakin bingung dengan sikap istrinya itu. Dia merasa bawa tadi pagi istrinya baik-baik saja saat ia berangkat ke kantor.
Farhan menatap istrinya yang tidur memunggungi dirinya. Farhan paling kesal jika sang istri membelakanginya.
"Kamu jika ada masalah dengan aku bicara sayang, aku ini bukan dukun yang bisa meramal isi hatimu, aku akan perbaiki jika aku salah." ucap Farhan.
"Dan saya juga bukan Allah yang tau apa kamu lakukan di luar sana."
"Memang apa yang aku lakukan di luar sana? aku tidak melakukan apa-apa."
"Tanya dirimu seberapa bohongnya kamu dengan aku."
"Apa yang terjadi?" tanya Farhan memeluk Ana.
"Jangan sentuh aku dengan tanganmu itu, tangan yang dipakai menyentuh wanita lain."
Farhan begitu kaget dengan jawaban sang istri. Dia dulu memang pernah Player, akan tetapi dia sudah berubah ketika jauh sebelum menikah.
"Aku Menag lelaki kotor, tapi saat itu kamu menerima aku tanpa embel-embel, sekarang kenapa seperti ini?"
"Kamu tanya diri kamu sendiri." jawab Ana mulai kesal.
"Aku tidak bisa menjawab, tolong beri tau aku."
"Baru tadi siang masak Kamu sudah lupa? apa begitu banyak wanita di sekeliling kamu sehingga kamu bingung." jawab Ana.
"Hey aku serius, aku hanya....." tiba-tiba Farhan teringat kejadian tadi siang. Ia yakin bahwa Ana melihat kejadian tadi siang. Dia hampir Saja melupakan kejadian tadi siang karena baginya tidak berarti apa-apa.
"Kamu melihat aku tadi siang dengan Rosa?"
"Aku tidak mau tau nama wanita itu." jawab Ana kesal menutup telinga.
"Ah sudahlah, tadi nggak mau cerita, sudah ketahuan baru ingin menjelaskan." jawab Ana.
"Kamu harus tau, dia tidak ada arti apa-apa dibanding kamu sayang." Farhan mencoba membangunkan Ana.
Dia berusaha agar Ana kembali duduk agar ia bisa menatap mata wanita itu.
"Kau nggak bohong, aku benar nggak ada hubungan dengan dia, kamu tenang aja, aku akan mengutus asisten aku menangani proyek ini.";jawab Farhan.
"Kenapa tadi nggak cerita."
"Karena buat apa cerita dia dalam rumah tangga kita sayang, udah jangan ngambek lagi, nanti cantiknya luntur.
"Biarin." jawab Ana.
"Maafin aku ya sayang jika kejadian tadi buat kamu marah." ucap Farhan memeluk istrinya lagi.
Kali ini Ana pasrah penuh oleh suaminya.Setelag dijelaskan dia merasa percaya dengan apa yang suaminya ceritakan.
"Ya udah, nanti nggak usah ketemu dia lagi."
"Sebisa aku akan menghindar, yuk tidur." ajak Farhan yang merasa mulai lelah.
Mereka lansung tidur berpelukan.
__ADS_1
...****************...
Hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Saat ini Erik baru saja mengucap ijan kabul di kantor KUA.
Yah sesuai keinginan mereka bahwa pernikahan mereka akan di laksanakan di KUA saja.
Yang hadir pernikahan ini hanya keluarga kedua belah pihak. Erik sudah berkomitmen dengan Gladys. Ketika melihat kedekatan Rimba dengan wanita itu membuat lelaki itu semakin yakin.
"Selamat ya Erik,semoga menjadi keluarga sakinah mawadah warahmah." ucap Aldo tersenyum di sebelah Erik.
"Aamiin." jawab Erik.
"Ayo kita foto bersama yuk." Ajak Karin.
"Iya, buat kenang-kenangan." jawab Farhan mendekat.
Ana juga mendekat bersama dengan suaminya. Melihat Gladys menikah membuat tugas Ana berkurang. Dia merasa sudah ada pengganti yang akan menjaga adiknya.
Mereka berfoto - foto sepuasnya. Senyum terpampang di wajah mereka kecuali wajah pengantin. Wajah pengantin nampak biasa aja.
Setelah selesai, mereka pulang menuju ruang keluarga Gladys.Mereka ingin merayakan dengan makan - makan di rumah Gladys dan Ana.
"Kamu jaga Gladys ya Rik." ucap Ana saat mereka makan.
"Titip - titip, kakak kira aku barang yang di titip titip." jawab Gladys agak kesal dengan ucapan kakaknya.
"Jangan biarkan dugem, pulang malem dan keluyuran tidak jelas." ucap Ana lagi.
"Kakak cariin aku suami atau security?" tanya Gladys dengan kesal.
"Kamu jawab dong, masa kakak Ana begitu ngomongnya." ucap Gladys ke Erik.
"Memang seperti itu kan di awal?"Tanya Erik tersenyum.
Tiba-tiba Gladys merasa kau Dengan senyuman sang suami. Duda satu anak itu berhasil membuat jantung Gladys berdetak kencang.
"Gagah juga ternyata ni lelaki." ucap Gladys dalan hati sambil tersenyum sendiri.
"Kamu kenapa senyum sendiri?" tanya Erik curiga dengan senyuman sang istri.
"Fiks udah jatuh cinta." bisik Karin kepada Aldo.
"Secepat itu kah?" tanya Aldo berbisik kembali.
"Kalian bisikan apa sih?" tanya Ana kepo.
"Bisik - bisik pengantin, auranya bahagia banget." jawab Aldo.
"Pastinya bahagia." jawab Farhan.
"Eh anak kamu kemana Rik? kok nggak ada semenjak pulang tadi?" tanya Ana menyadari Tiba - tiba Rimba nggak ada.
"Tadi dia ikut Beby sisternya kak, ada keperluan." jawab Erik.
"Sepertinya di sengaja, kamu macam nggak ngerti aja, yuk kita pulang, lama - lama di sini aja mengganggu mereka." jawab Farhan tersenyum.
__ADS_1
"Mari." jawab Aldo, Karin dan Ana kompak.
Sedangkan Gladys dan Erik bersikap serba salah.