
Farhan sudah beberapa hari tidak bisa menemui Ana. Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi dengan wanita itu sehingga wanita itu tidak muncul di rumahnya.
Dia enggan bertanya kepada Karin ataupun yang lainnya. Jika dia bertanya maka yang lain akan curiga kepadanya.
Farhan hanya bolak - balik di ruang tengah. Tiba-tiba dia melihat Rosa datang menghampiri dirinya. Dia merasa geram sendiri karena baru kemaren dia sudah melarang wanita itu datang tapi tetap saja dia datang.
"Halo sayang."Ucap Rosa.
"Saya rasa ucapan saya yang kemaren jelas." ucap Farhan dengan wajah tegas.
"Kenapa sih sayang kok gitu?" tanya Rosa merasa Farhan mulai menjauhinya.
"Ya udah mulai bosan tiap hari di dekat kamu,." jawab Farhan pedas.
"Kok ngomong seperti itu sayang?" tanya Rossa kaget mendengar jawaban Farhan.
"Apa kamu sudah ingat semua?" tanya Rosa hati - hati.
"Kenapa? kamu takut akan hal itu?" tanya Alfa sambil tersenyum mengejek.
"nggak, Aku hanya tidak ingin kamu Kenapa - Napa dengan semua masa lalu." jawab Rosa.
"Saya ingat bahwa kita sudah putus, dan saya lupa atas memperingati kamu untuk jangan mengganggu aku lagi." ucap Farhan.
Rosa semakin kesal dengan ucapan Farhan.Dia lansung meninggalkan Farhan dengan kesal.
"Awas aja kalian, aku tidak akan memikirkan kalian bahagia." ucapnya sambil berjalan keluar.
Farhan masih menatap ke ponsel yang ada di tangannya. Sampai saat ini tidak kabar dari Ana.
"Bang." ucap Fina tiba - tiba muncul di sampingnya.
"Apa Fina?" tanya Farhan kurang bersemangat."
"Kak Ana sakit, ini kamu mau kesana masakin dia." ucap Fina melaporkan.
Mendengar kata dari Fina, Farhan lansung mengambil kunci mobil kaku berlalu meninggalkan Fina sang adik.
"Mau kemana bang?" tanya Fina melihat abangnya jalan dengan bergegas.
"Ketempat Ana istriku." jawab Farhan tanpa menyadari ucapannya.
Sedangkan Fina kaget saat mengetahui bahwa Farhan sudah tau bahwa Ana istrinya. Bibi Mirna yang baru saja keluar dari kamar juga mendengar ucapan itu.
"Apa? Jadi dia udah tau? dia berhutang penjelasan." ucap bibi Mirna ingin menyusul Farhan.
__ADS_1
Sedangkan Farhan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dalam 15 menit mobil itu sudah berhenti di depan rumahnya.
Farhan segera masuk dalam rumahnya. Dia bahkan lansung masuk ke dalam kamar dia dan Ana.
"Kamu nggak apa-apa?" tanya Farhan ketika membuka pintu.
Hal tersebut membuat Ana agak kaget. Farhan berjalan mendekati ranjang milik mereka.
Tiba-tiba bayangan saat bersama Aja di ranjang itu muncul dengan jelas. Farhan melihat bayangan bahwa ia sangat mencintai Ana.
"Kamu ngapain kesini?" tanya Ana bingung.
"Aku akan menjaga kamu sebagai suami, aku sudah tau semuanya walaupun aku belum ingat sepenuhnya." jawab Farhan jujur.
"Kamu udah tau? sejak kapan?" tanya Ana.
"Sejak aku berkunjung melihat rumah ini, aku menemukan buku nikah kita dan aku menemukan sertifikat rumah ini juga di dala. ruang rahasia rumah ini." jawab Farhan.
"Kamu masuk dari mana? kok bisa tau di situ ada ruang rahasia." tanya Ana.
"Feeling aku mengatakan, sekarang aku akan stay di sisi kamu walaupun aku belum ingat sepenuhnya, apakah boleh?" tanya Farhan.
Ana mengangguk senang. Tentu saja ia menyetujui hal tersebut karena itu memang keinginannya.
"Rosa gimana?"
"Mari kita mulai hidup baru sejak sekarang, aku janji lambat akan mencoba mengingat tentang kita." ucap farhan.
"Tidak usah di paksa jika memang tidak bisa, yang penting setelah hari ini kamu ingat seterusnya, untuk masa lalu biarlah berlalu, aku akan menceritakan jika kamu tidak kenapa - Napa." ucap Ana.
"Terima kasih Ana, mulai hari ini aku akan menjaga dan menyayangi kamu seperti dulu lagi, maafkan aku." ucap Farhan memeluk istrinya.
Tok tok tok
"Buka." jawab Ana sambil melepaskan pelukan Farhan.
Dibalik pintu ada bibi Mirna, Karin, Aldo, Gladys, Erik dan Fina. Mereka bingung ketika Farhan di dalam kamar Ana.
"Kamu sudah ingat Han?" tanya Bibi Mirna.
"Belum bi, tapi aku tau bahwa Ana adalah istri ku, dan dia senang hamil anak aku, jadi mulai hari ini aku akan menjaganya selalu." ucap Farhan.
"Alhamdulillah." jawab semuanya kompak.
"Erik, ini wanita di sebelahnya kamu bukannya Gladys adiknya Ana?" tanya Farhan.
__ADS_1
"Adikku ingat?" tanya Ana menatap Farhan.
"Kemaren kan pernah bertemu juga pas dia jenguk." jawab Farhan.
"Erik ini suami adik ipar kamu, dan Alhamdulillah berkat Erik perusahaan keluarga Ana juga ad perkembangan." jawab Aldo.
"Alhamdulillah." jawab Ana dan Farhan.
"Jadi Erik ini kamu yang jodohin sama Gladys." cerita Ana.
"Gimana dengan kalian? tidak ada masalah kan dalam rumah tangga kalian?" tanya Farhan.
"Masalah pasti ada, namun kami menyelesaikan dengan cepat agar tidak berlarut-larut, dan Alhamdulillah Gladys juga sedang hamil anak kami." ucap Erik dengan senang.
"Serius?" tanya Ana mendekati adiknya.
"Iya kak, makanya kami kemari untuk mengabarkan kakak." jawab Gladys.
"Berarti kita sama - sama sedang hamil dek." jawab Ana senang.
"Akhirnya keluarga ini menemukan jalan kebahagiaannya." ucap bibi mirna tersenyum.
Walaupun Farhan masih belum ingat seutuhnya tapi setidaknya dia sudah mengetahui istrinya.
Dan begitu juga dengan Erik dan Gladys. Rumah tangga mereka juga bahagia.
Erik membawa Rimba bersamanya karena Elda tidak bisa merawat Rimba. Dia harus bekerja untuk memenuhi hidupnya. Wanita itu bahkan sudah keluar dari rumah Erik.
Sedangkan Rimba sudah dekat sendirinya dengan Gladys. Tidak sampai satu hari anak itu kembali dekat dengan ibu sambungnya.
"Untuk merayakan hari kebahagiaan ini, ada baiknya kita adakan syukuran keluarga, Farhan yang akan traktir kita makan - makan diluar." usul Aldo sambil bercanda.
"Baik, aku rasa memang harus kita rayakan kebahagiaan kita." jawab Farhan.
"Tentu, dan akhirnya Abang menjauhi wanita yang bernama mantan itu, ingat bang buanglah mantan pada tong sampah." ucap Karin tersenyum mengejek abangnya.
"Udah jangan sebut dia lagi, kita sedang senang - senang, muak bibi karena bisa - bisanya dia mengancam mengusir kita jika sudah menikah dengan Farhan." ucap bibi Mirna.
"Percayalah yang tidak tulus akan tersingkirnya sendiri pakai cari Tuhan tanpa kita turun tangan." ucap Farhan tersenyum.
"Dan jangan pernah lagi bahas dia, hari ini dan selanjutnya adalah tentang aku dan ana dan tentang kita semua." jawab lelaki itu memeluk Ana.
Ana yang tadinya sedang tidak enak badan merasa tubuhnya lansung sehat. Dia begitu senang hari ini. Akhirnya takdir Allah berpihak kepadanya.
Mereka meninggalkan rumah menuju restoran tepi laut dengan gembira. Mereka ingin merayakan kebahagiaan keluarga besar mereka sambil menikmati makan siang di tepi laut.
__ADS_1
Tamat.
Sekian dulu cerita Farhan dan Ana ya. Yuk baca novel lainnya Asisten pilihan nona manja.