
Farhan sedang membawa Ana berobat ke rumah sakit di mana tempat Mezza praktek. Di sana Mezza mengenalkan Farhan kepada uncle Amar sebagai dokter spesialis saraf.
Sebelumnya Ana sudah melakukan beberapa kali tes lab. Dan hasilnya adalah dia terkena penyakit tumor otak. Untuk itu Farhan mencoba konsultasi dengan Mezza selalu dokter anestesi.
Setelah Mezza menyarankan rumah sakit milik keluarganya, dia juga menyarankan untuk berobat ke dokter Amar yang terkenal di kota mereka. Dokter Amar termasuk dokter senior bidang saraf.
Setelah bertemu mereka berbincang-bincang mengenai penyakit Ana.
"Saya akan lihat dulu hasil labnya, secepatnya akan saya kabari."
"Apa nggak bisa di lakukan operasi secepatnya dok?" tanya Farhan.
"Saya harus tau dulu letak tumornya, dan setelah itu baru saya tau jenis operasi mana yang akan saya gunakan." jawab uncle Amar tersenyum.
"Apa ada resiko dok jika di lakukan operasi?" tanya Ana.
"Tentu ada, salah satunya komplikasi yang umum dialami dari operasi kanker otak adalah pembengkakan pada otak. Efek samping lain yang bisa muncul setelah operasi adalah kejang." jawab uncle Amar menerangkan.
"Namun, kedua risiko ini dapat ditekan dengan pengobatan kortikosteroid dan anti kejang pasca-operasi."
"Sementara itu, ancaman komplikasi paling serius adalah gangguan fungsi otak secara permanen. Komplikasi ini bisa terjadi ketika pengangkatan atau penghancuran sel kanker ikut merusak jaringan yang sehat sehingga menghambat kerja sistem saraf pusat secara keseluruhan." Terang uncle Amar lagi.
"Berapa lama efek samping yang terasa setelah operasi dok?" tanya Farhan.
"Efek samping bisa dialami selama beberapa hari atau berminggu-minggu setelah operasi dilakukan. Jika mengalami keluhan yang tak kunjung membaik, segera sampaikan pada dokter."
"Trus apalagi dok?" tanya Farhan.
"Penting juga diketahui operasi kanker bisa mengangkat sel-sel tumor yang merusak jaringan otak, tapi tidak semua tumor dapat diangkat melalui operasi. Pasalnya, beberapa tumor otak bisa sangat sulit untuk diangkat karena lokasinya yang terlalu dalam ataupun terletak pada jaringan otak yang memiliki fungsi penting, maka untuk itu saya mau melihat hasil lab ini dulu."
"Baik dok, lakukan yang terbaik menurut dokter."
"Untuk itu, pasien juga perlu menjalani pengobatan lain melalui kemoterapi atau radioterapi guna membantu menghilangkan dan menghambat perkembangan kanker sepenuhnya."
"Apa ada efek kemoterapi ini dok?" tanya Farhan.
"Tentu ada, antaranya rontoknya rambut, anemia, gangguan pencernaan, mulut kering, gangguan kesuburan dan lemahnya memori." jawab Amar.
"Bisa tidak di lakukan kemoterapi ini dok?" tanya Ana mulai agak takut.
"Kita lihat setelah operasi pengangkatan tumornya, apakah masih ada sisa atau tidak setelah operasi."
__ADS_1
"Bagaimana dengan pengobatan alternatif? katanya tumor tanpa di kemo malah bisa membuat sembuh sendirinya, peluang sembuhnya lebih besar dari kemo." ucap Ana yang mendengar kata-kata orang.
"Terkait pendapat bahwa peluang kesembuhan kanker bisa lebih tinggi jika dibiarkan tidak diobati, saya kurang sependapat. Bahkan ketika pasien memutuskan untuk menjalani pengobatan alternatif, pengobatan secara medis baik berupa kemoterapi, operasi maupun radioterapi tetap tidak boleh ditinggalkan, jika bisa sembuh sendirinya kenapa penyakit ibu semakin parah." jawab Amar dengan tersenyum.
Ana terdiam mendengar ucapan sang dokter. Dia memang sudah terperdaya dengan ucapan orang tanpa penelitian.
"Pada dasarnya tidak ada larangan untuk melakukan pengobatan alternatif. Kapan saja mau dilakukan boleh-boleh saja, yang penting medisnya jangan ditinggalkan karena kalau hanya mengandalkan alternatif itu kan belum ada bukti ilmiahnya," pesan Dokter Amar.
"Iya dok, saya juga sependapat dengan dokter." jawab Farhan.
"Berapa lama biasa sembuh dok?" tanya Ana.
"Waktu berlangsungnya operasi atau penyembuhan pasca operasi otak juga berbeda-beda tergantung jenis prosedur operasi, bagian mana dari otak yang memiliki tumor, usia pasien, kondisi pasien, dll. Studi pada hewan, menunjukkan bahwa penggunaan anestesi umum (bius total) dapat mempengaruhi fungsi otak, namun belum terbukti pada manusia."
"Baik dok, terima kasih atas waktunya, segera kabari kami jika sudah di tentukan waktu pembedahannya."
"Baik, untuk saat ini saya akan memberikan obat pereda sakit, dan untuk bapak mungkin lebih peka lagi terhadap istrinya, karena pasien seperti ini Ana ini butuh support yang luar biasa dari orang terdekatnya." jawab Dokter Amar.
"Baik dok, terima kasih, sampai jumlah."
"Tunggu dok, berapa tingkat keberhasilan pembedahan ini?" tanya Ana belum berdiri.
Sedangkan Farhan sudah bangkit dari tempat duduknya. Dia dia melihat Ana yang masih duduk di kursinya.
"Berati kesempatan sembuhnya hanya 50 persen?" tanya Ana.
"Iya, saya hanya dokter yang di angkat dari manusia biasa, saya hanya berusaha dan Allah yang memutuskan." jawab Amar sambil tersenyum.
"Sudah An? tenang kamu pasti sembuh, dokter akan membantu sebaik mungkin, yuk pulang." ajak Farhan.
Ana bangkit dari tempat duduknya dengan lemas. Dia berjalan keluar dari ruangan dokter Amar dengan putus harapan.
Sejak awal tau bahwa ada tumor di otaknya, dia memang sudah pasrah mengingat uang kala itu. Berbeda dengan hari ini, Farhan sudah siap menanggung biayanya, tapi tingkat kesembuhannya hanya 50 persen.
"Senyum dong." ujar Farhan berjalan menghibur Ana.
Saat ini dia merasa kasihan melihat nasib wanita ini. Dia tidak tau perasaannya saat ini, apakah cinta atau perasaan kasihan.
"Kesempatan hidupku semakin tipis, Aku ingin permintaan terakhirku dikabulkan jika aku tidak diberi keselamatan saat operasi." ucap Ana.
"Kamu pasti akan sembuh, percayalah, kamu juga harus menciptakan hal-hal yang positif agar tubuh kamu semakin kuat, dan cepat sembuh " ucap Farhan.
__ADS_1
Tiba-tiba tanpa mereka sadari, Farhan menabrak seseorang wanita.
"Maaf." ucap wanita itu dan Farhan berbarengan.
Mereka sama-sama nampak terkejut ketika saling bertatapan.
"Farhan." sala wanita itu agak nampak kaget.
"Livi?" tanya Farhan memastikan.
"Iya, ini aku Livi, Alhamdulillah akhirnya kita bisa bertemu di sini." jawab wanita itu nampak tersenyum senang.
"Apa kabar? ini siapa?" tanya wanita bernama Livi.
"Ini....."
"Saya adalah saya." jawab Ana.
"Apa hubungannya kamu dengan wanita ini?" tanya Livi kepada Farhan .
"Dia adalah istri aku." jawab Farhan.
Wanita itu nampak agak kaget saat menyebut wanita itu sebagai istrinya.
"Kamu sudah menikah?" tanya Livi.
"Sudah, aku duluan ya." pamit Farhan.
Farhan membawa Ana berjalan bersamanya.
"Siapa dia?" tanya Ana memulai saat baru beberapa langkah.
"Dia teman."
"Yakin teman?" tanya Ana.
"Iya teman, kamu kenapa bicaranya seperti itu? apa kamu cemburu?" tanya Farhan merasa agak sedikit senang.
"Dalam mimpimu."
"Dalam mimpiku kamu mengejar - ngejar cintaku." Jawab Farhan sambil tertawa.
__ADS_1
"Ngarang terus, udah ah aku capek mau istirahat, ingat dengan janji kamu sebelum menikah dengan ku."