
Ana lansung berlarian ke ruang inap Farhan ketika dia telpon paman Fahri. Paman Fahri mengatakan bahwa Farhan telah membuka matanya.
Ana senang sekali karena lelaki itu sudah sadarkan diri dua jam yang lalu. Ana terlambat menjenguk karena ia baru tau tiga puluh menit yang lalu. Paman Farhan itu sudah menelepon Ana berkali-kali namun wanita itu tidak mengangkatnya karena tertidur.
Ana membuat pintu kamar ruang inap Farhan. Saat pintu terbuka, Ana tidak menemukan keluarga Farhan. Ana hanya melihat seorang wanita yang sedang duduk di sebelah ranjang Farhan.
Wanita itu adalah Rosa sang mantan Farhan. Dia juga tampak sedang berbicara dengan Farhan.
Ana tetap mendekati ranjang Farhan. Ia tidak ingin wanita itu menguasai Suaminya.
"Han kamu udah bangun?" tanya Ana setelah sampai di sisi kanan ranjang Farhan.
"Kamu siapa?" tanya Farhan.
Ana yang mendengar pertanyaan Farhan begitu kaget. Hatinya seakan hancur saat mendengar pertanyaan suaminya itu.
"Aku ini istri kamu Han."
"Pembohong." ucap Farhan membentak Ana.
"Aku ini belum pernah menikah, dan jika memang harus menikah maka aku akan menikahi pacar aku, bukan kamu." ucap Farhan kepada Ana.
Ana merasa sakit hati mendengar jawaban dari Farhan. Saat itu paman Fahri datang masuk bersama dengan bibi Mirna.
"Ada apa ini bi?" tanya Ana kepada bibi Mirna.
"Farhan lupa sama sebagian ingatannya an, dia hanya ingat sebagian kecil yang ada di memorinya." bisik Mirna.
"Kita harus bicara di luar." ucap Fahri.
Ana keluar mengikuti Langkah Fahri dan Mirna. Sedangkan Farhan masih bingung dengan mereka.
"Ada apa ini paman?" tanya Ana.
"Dia kehilangan sebagian memorinya karena cidera otak, kata dokter ini pengaruh operasi dan tingkat cidera yang parah jadi dia hanya ingat sebagian memorinya."
"Apa yang kita lakukan Bu?" tanya Ana menangis.
"Mungkin karena kamu sudah datang, ada baiknya kita tanya dokternya." ucap paman Fahri.
Mereka berjalan menuju ruangan dokter Amar. Dokter ini juga yang telah membantu Ana mengangkat tumornya.
"Selamat pagi dok." ucap Ana kepada dokter yang sudah berkepala empat itu.
"Ya selamat pagi juga ibu Ana." jawab dokter Amar dengan ramah.
__ADS_1
"Bagaimana dengan keadaan suami saya dok?" tanya Ana.
"Suami ibu Ana ini mengalami Amnesia Pasca trauma, amnesia ini ditujukan kepada seseorang yang kesulitan untuk memperoleh kembali ingatan di masa lalu. Hal yang menyebabkan seseorang mengidap amnesia jenis ini karena pernah mengalami cedera pada otak atau pernah menjalani operasi di bagian kepala, sehingga mengakibatkan hilangnya sebagian memori ingatan. Bisa jadi amnesia ini dikarenakan kurangnya nutrisi dalam tubuh atau adanya kerusakan pada otak." jawab dokter Amar dengan detail.
"Apa yang saya lakukan agar dia mengingat saya dok? soalnya suami saya ingatnya kejadian sebelum menikah, dia ingat bahwa dia belum menikah, dan wanita yang dia ingat itu mantannya." jawab Ana dengan bersedih bercerita kepada dokter Amar.
"Proses penyakit amnesia sembuh membutuhkan waktu. Berapa lama waktunya tergantung dari tingkat keparahan amnesia. Bagi mereka yang hidup dengan amnesia, beberapa kali akan mengalami frustrasi karena tidak mampu mengingat apapun. Begitu juga keluarga dan teman-teman akan mengalami berbagai kesulitan saat menghadapinya." ucap Amar menjelaskan dengan tenang kepada Ana.
"Meski demikian, bukan berarti penyakit amnesia tidak bisa sembuh atau ingatan yang hilang tidak bisa kembali. Banyak berbicara dengan orang lain, terutama dengan keluarga atau orang yang memahami tentang kondisinya akan sangat membantu memulihkan ingatannya. Selain itu, rutin memeriksakan diri ke dokter juga membantu proses penyakit amnesia sembuh. Jadi, jangan abaikan jika memang sudah ada rencana atau jadwal untuk ke dokter."
Ana semakin merasa kurang bersemangat karena artinya ia akan kesusahan dalam merawat Farhan.
"Apakah amnesia bisa disembuhkan tergantung bagaimana dokter mendiagnosis. Semakin ringan amnesia yang dialami, maka kemungkinan untuk sembuh juga akan semakin tinggi. Oleh karena itu, jika Anda atau anggota keluarga lain harus membantu mengingatkan dengan baik."
"Jangan terlalu memaksa pasien karena jika dia tidak bisa mengingat maka dia akan stress, dan itu juga berpengaruh kepada kesehatannya." ucap Amar lagi.
"Artinya saat ini jangan memberi tau bahwa dia telah menikah, tapi ingatkan dengan kode-kode tertentu, atau tempat yang pernah kalian kunjungi secara perlahan." ucap dokter Amar lagi.
Ana keluar dari ruang dokter Amar dengan wajah sedih. Untuk kedepannya dia tidak akan bisa berada di dekat Farhan sang suami.
"Apa yang terjadi kak Ana?" tanya Karin yang baru saja datang.
"Abangmu tidak mengingat aku, tapi dia mengingat mantannya." ucap Ana sedih.
"Dia ingat Rosa?" tanya Aldo.
"Dia ingat kejadian dua tahun yang lalu." ucap bibi Mirna.
"Artinya dia juga ingat kita bi, berati kita tidak boleh membiarkan bang kehilangan lebih banyak ingatannya, ada kita yang akan mengingatkan dia tentang kak Ana." jawab Karin bersemangat.
"Masalahnya wanita itu sudah ada di ruangan Farhan, bahkan Farhan hanya ingin dia yang merawat, Farhan lupa bahwa wanita itu telah meninggalkannya." ucap bibinya.
"Apa yang akan kita lakukan mas?" tanya Karin kepada Aldo.
"Tenang, kita akan ingatkan perlahan, dan kamu Ana tidak usah ceroboh, biar Farhan mengingat sendiri, kamu cukup ada di antara kami sebagai sahabat, maka tidak ada alasan dia menjauhi kamu."
"Tapi tadi aku sudah bilang istrinya, dan dia marah." jawab Ana sedih.
"Tenang, nanti aku yang akan bicara, dan kamu jangan lupa Karin, kamu adalah adik kesayangannya, dia akan melakukan semua permintaan kamu, maka bicara atau minta tolong dengan perlahan kepada Abang kamu nanti menyangkut Ana."
Karin tersenyum ketika tau apa yang ia lakukan. Setelah menyusun strategi, akhirnya mereka masuk keruang Farhan.
Ketika Karin masuk, Farhan nampak tersenyum hangat. Benar apa yang di ucapkan Aldo. Bahwa Karin adalah adik kesayang lelaki itu.
"Sayang kamu kemana saya? kenapa baru datang?" tanya Farhan kepada adiknya.
__ADS_1
"Sahabat kakak ini lama kak pulang dari meeting." jawab Karin menunjuk Aldo.
"Kamu ini, teman sakit malah mementingkan meeting." ucap Farhan kepada Aldo.
"Kamu sih kelamaan bangun, aku nungguin kamu berkarat di sini." ucap Aldo tersenyum mendekati ranjang Farhan.
Farhan melihat Ana yang juga ikut masuk.
"Kenapa wanita itu masuk lagi? Aldo dia mengaku sebagai istri aku tadi, kamu pikir aku percaya gitu?" tanya Farhan kepada Aldo.
"Kamu ingat nggak waktu kita SMA?" tanya Aldo perlahan.
Farhan mencoba mengingat memori tentang masa SMA. Tapi dia tidak mengingat sama sekali.
"Aduh kepalaku sakit." ucap Farhan.
"Kamu lupa sebagian besar memori kamu, makanya kamu tidak ingat dia, dia sebenarnya juga sahabat kita, namun kamu waktu itu ngotot bilang dia istri kamu, nah saat ini dia baru datang bertemu kamu, eh jamunya sedang koma." jawab Aldo santai.
"Tapi dia.."
"Dia memang sahabat kami, ini fotonya." ucap Aldo mengeluarkan ponselnya.
Aldo bersyukur masih menyimpan foto masa sekolah di salah satu media sosial.
"Ini foto kita." kata Aldo memperlihatkan foto mereka bertiga.
Farhan melihat fotonya saat menggunakan baju sekolah. Dia melihat bahwa wanita itu memang ada di foto itu. Dia dan wanita itu nampak mesra karena merangkul wanita itu.
"Kamu sangat mesra seperti pacaran." ucap Farhan tersenyum.
"Waktu itu kalian memang seperti itu menjadikan aku sebagai kambing congek, tapi nggak apa-apa." jawab Aldo.
"Maaf mengenai tadi." ucap Farhan menatap Ana.
Ketika mata mereka bertemu, tiba-tiba jantung Farhan berdetak kencang.
"Kenapa jantung aku berdetak melihat wanita ini? kenapa wanita ini nampak sangat pucat? dan aku rasanya ingin memeluknya saat ini." ucap Farhan dalam hatinya masih menatap Ana.
"Udah jangan kelamaan menatapnya, nanti kamu nggak bisa lepas dari dia." ucap Aldo tersenyum karena tau bahwa Farhan terpana menatap Ana.
"Hati - hati bicara, aku udah punya Rosa, nanti Rosa marah pula." jawab Farhan memutuskan kontak mata dengan Ana. Dia menatap Rosa yang nampak sedang bingung sendiri.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Farhan kepada Rosa.
"Aku nggak apa-apa." jawab Rosa.
__ADS_1
"Kamu nggak jadi belajar keluar negeri ca?" tanya Aldo tersenyum kepada Rosa.
Rosa yang mendengar pertanyaan Aldo membuat ia semakin serba salah. Ia tau bahwa Farhan membuang dia karena meninggalkan lelaki itu karena belajar keluar negeri.