Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 1 : DosGan


__ADS_3

Arsyka Cahaya Gumilang POV


Suasana ruangan kuliah di siang ini bisa di bilang sangat horor. Bagaimana tidak, Pak Bagas si DosGan tiba-tiba ngadain ujian dadakan Shay.


Ingat dadakan


Yang udah di infoin jauh-jauh hari aja susah-susah pertanyaan apa lagi ini yang dadakan dan di 40 menit terakhir jam pelajaran.


Fix... Untung aja Aku mengenakan hijab jadi nggak bakal keliatan kalau rambut Aku bakalan botak gara-gara stress mikirin pelajaran juga ujian dadakan DosGan ini.


"Chika. Stuut Chika" Aku hanya menghembuskan nafas pendek, saat mendengar bisikan dari belakang duduk Ku.


Lia sukses membuat konsentrasi ku kocar-kacir dengan terus menerus menusuk ujung ballpoint nya. Dan bisa kupastikan ujung hijab segi empat ku pasti akan bolong-bolong lengkap dengan tinta ballpoint si sahabat minim akhlak yang doyan nya nyontek aja tiap kali ada tugas, ulangan apalagi yang dadakan model kaya gini.


Entah sudah hijab ke berapa yang menjadi korban kebrutalan Lia saat meminta jawaban soal. Dan sial nya gadis pemalas yang sayang nya merupakan Sahabat Ku sejak SMP ini seakan tidak pernah ada kapok nya membuat hijab ku menjadi korban kebrutalan nya.


"Apaan Lia" Ku gumamkan suara ku sambil memposisikan badan tetap fokus ke soal dan lembar jawaban ku.


"Nyontek dong" Bisik Lia dengan tak tahu malu nya.


Sumpah Demi Lee Min Ho yang ngejar-ngejar cinta Gue, nih sahabat bener-bener udah putus urat takut nya sama si DosGan yang sesekali ngelirik kearah Aku yang tampak nya terlihat mulai kasak kusuk di pandangannya.


"Lo nggak Liat muka nya Pak Bagas udah kaya mau nelen gue idup-idup!" Gumam ku kesal, namun tidak menyurutkan kelakuan Lia yang masih saja menusuk pelan punggung ku dengan bulpoint nya.


"Ya elah Chika. Lo pura-pura ngapain gitu biar mata nya Pak Bagas nggak ngeliatin kemari melulu" Gumam Lia.


Sumpah kalau bisa balik sebentar pengen banget rasa nya nyumpal mulut si Lia ini pakai lembaran kertas soal DosGan. Dan ternyata hal itu sukses membuat DosGan itu berjalan perlahan kearah ku.


Sumpah Demi Song Kang yang milih jadian sama Gue daripada Han Seo He, kenapa jadi deg deg an gini ya.


Liat Dia jalan pelan pelan dengan kemeja putih nya di gulung sebatas lengan, kedua telapak tangan di masukkan kedalam saku celana panjang warna hitam nya. Belum lagi tatapan mata elang nya dari balik kaca mata baca nya. Sumpah bikin tambah grogi Cin.


"Mampus, Doi dateng" Umpat Ku pelan.

__ADS_1


Aku pun langsung berpura-pura merapikan kertas ujian nya saat melihat dosen killer itu menghampiri meja ku.


Tampak nya hal yang sama pun di lakukan oleh Lia yang berpura-pura membolak-balikan soal ujian nya, karena gadis itu sudah mulai menghentikan kegiatan nya menusuk pelan punggung ku.


"Waktu nya tinggal 10 menit lagi!" pUcap Pak Bagas saat tiba di meja samping meja ku.


Pria dewasa yang mendekati usia 37 tahun itu pun tampak berdiri dengan santai di pinggir ujung depan pinggir meja Lia, dengan posisi tubuh nya yang mendekati tubuh ku yang sedang duduk.


"Astaghfirullah hal adziem" Gumam ku dalam hati seraya menarik pelan kursi ku menjauhi nya.


Aku pun berpura-pura melanjutkan kegiatan mengisi kertas lembar jawaban milik nya, walaupun sesekali Aku melirik kearah Pak Bagas yang masih sibuk mengawasi kelas dengan posisi santai nya bersender di ujung meja dengan kedua telapak tangan nya di masukkan kedalam saku celananya.


Mau tau gimana perasaan Aku sekarang. Rasa nya udah kaya nonton konser BTS duduk di VVIP Shay. Antara senang, dah dig dug plus nervous.


Gimana nggak DosGan yang terkenal killer itu sekarang ada di dekat Aku.


"Ya Tuhan, ampuni Hamba Mu ini yang mempunyai rasa kepada yang bukan Mahram Ku ini " Bisik hati ku.


Walaupun Pak Bagas termasuk kategori pria impian Ku dari segi penampilan, namun dari segi umur Aku lebih memilih pria sebaya dengan ku, kalaupun lebih tua maximal 5 tahun dari usia nya dari Aku lah. Bukan Pak Bagas yang usia nya berbeda belasan tahun dengan Ku itu.


Walaupun berusia matang, namun dari penampilan tidak kalah dengan para mahasiswa lain nya. Bahkan ada rumor yang bilang kalau saat ini DosGan ini sedang dekat dengan salah satu Miss di Kampus Kami. Wow serasa jadi Sugar Daddy kan Pak Bagas ini.


"Lima menit lagi!"Ucap Pak Bagas yang sukses membuat Ku malang kabut.


"Ya Tuhan, godaan apa lagi ini?. Mana soal nya susah, pakai nongkrong di depan muka lagi " Gumam Ku dalam hati sambil sesekali melirik kearah Pak Bagas yang tampak sedang melihat sekeliling kelas.


" Barisan paling belakang kumpulkan lembar jawaban nya sekarang juga ". Pekik Pak Bagas sambil hendak mengambil paksa lembar kertas jawaban milik Ku yang masih di pegang erat oleh Ku.


Kami saling bertatapan dan saling tarik menarik lembar jawaban dengan pelan-pelan.


Aku pun terpaksa melepaskan lembar jawaban milik nya saat Pak Bagas membulatkan mata nya dengan tajam kepada Ku.


"Kan yang ngumpulin Tyo Pak." Protes ku dan Pak Bagas justru menaikkan alis sebelah kanan nya sambil melihat ku yang sedang memasang wajah puppy eyes.

__ADS_1


"Sama aja nanti juga di serahin ke saya." Aku hanya bisa pasrah saat Pak Bagas menarik paksa lembar jawaban ku, lalu berjalan santai kembali ke tempatnya di depan kelas.


"Nyebelin." Umpat Ku lalu menenggelamkan kepala Ku di atas meja kelas.


"Arsyka!" Ku angkat kepala nya lalu segera berdiri saat kudengar Pak Bagas memanggil nama Ku.


"Bapak tau nama saya?". Seluruh kelas langsung tertawa kencang saat mendengar pertanyaan Ku.


Kenapa mereka harus tertawa coba?. Benarkan pertanyaan Kau dikelas ini ada 50 mahasiswa dengan 35 mahasiswi yang berpenampilan menonjol.


Sedangkan Aku hanya gadis biasa dengan berhijab pula. Udah gitu nggak pinter-pinter amat, tapi ya lumayan pinter lah kalau ke pepet mah.


Cuma selama ini tak ada dosen yang manggil Ku seperti Pak Bagas yang kini memanggil nama Ku. Jadi wajar kan kalau Aku bertanya DosGan ini tau nama ku.


"Saya bahkan tau nama panggilan Kamu Chika". Aku hanya menggaruk pucuk hijab di keningku saat ku dengar jawaban datar Pak Bagas, yang lagi-lagi di susul gelak tawa seisi kelas kecuali Pak Bagas dan juga Aku yang saat ini saling berpandangan jarak jauh.


"Kelas kita hari ini selesai. Assalamu'alaikum" Pak Bagas mengakhiri kelas tanpa menyuruh ku untuk duduk kembali.


"Dan Kamu Chika, selesai istirahat kamu ke ruangan saya!" Aku pun tergugu mendengar ucapan Pak Bagas.


Sementara Pak Bagas sudah berlalu meninggalkan kelas kami, dengan Aku yang masih kebingungan mau diapain sama dia di ruangan nya.


"Selamat... You are next". Bisik Lia setelah menepuk pelan bahu ku. Jangan lupakan tangan kanan nya yang menyentuh leher nya seolah memberi simbol memotong leher, hingga membuat Aku bergidik ngeri.


########


EDISI REVISI YA...


KIRA KIRA SI CHIKA MAU DI APAAIN SAMA PAK BAGAS YA???


JANGAN LUPA LIKE, VOTE JUGA KOMEN NYA YA SHAY 😘😘


#########

__ADS_1


__ADS_2