
Kedua nya saling menikmati satu sama, hingga mereka tidak menyadari kehadiran para tamu yang tak di undang yang menatap aksi mereka sambil menggeleng geleng kan kepala nya.
" Astaghfirullahalazim ".
Ardi dan Riska menghentikan aksi panas mereka saat mendengar suara teriakan istighfar dari belakang.
" Ini masih di IGD Bos. Untung nggak ada pasien. Kalau ada bisa di tuntut kalian atas perbuatan tidak menyenangkan dan menganggu Ketertiban umum ". Protes Putra.
" Ck. Ngapain Lo ganggu aja ". Bukan nya malau, Ardi justru merasa kesal atas kehadiran para sahabat nya juga para sahabat istri nya.
Ya begini lah nasib ketika kita mempunyai pasangan yang saling bersahabat satu sama lain. Selalu datang dan saling melengkapi tanpa kecanggungan sama sekali.
" Dih, situ aja yang mesum, tau tempat umum masih aja berbuat mesum ". Protes Arsy lalu menggeser posisi Ardi yang tengah duduk di dekat Riska.
" Minggir Om, Aku mau duduk dekat Riska. Om sanaan gih ". Ardi menatap tak percaya kepada Arsy.
Wanita yang biasa nya diam dan alim serta ramah itu tiba tiba saja berubah menjadi galak dan sang berkuasa.
" Lho, kenapa Om yang pergi, ada juga Kamu yang... ".
__ADS_1
" Sayang.. Om Ardi nakal ". Belum sempat ucapan Ardi tuntas, wanita yang juga client nya itu justru merengek manja kepada sang suami yang merupakan sahabat Ardi.
" Ngalah kenapa sih Di. Istri Gue lagi hamil. Kan nggak lucu kalau anak Gue lahir nanti ileran cuma gara gara Lo nggak mau ngalah sama Dia ". Ardi memutar malas kedua bola mata nya menanggapi ucapan Bagas si suami yang kata nya Dosen killer di kampus nya itu.
" Ck, alasan klise ". Gumam Ardi kesal namun tetap beranjak dari posisi nya dan memberikan posisi nya kepada Arsy yang lalu langsung menggantikan posisi duduk nya.
" Gimana, Lo nggak apa apa kan? ". Tanya Arsy khawatir.
" Alhamdulillah nggak ". Jawab Riska. Arsy pun menghela nafas nya lega.
" Ada yang mau ketemu sama Elo. Lo mau nggak ketemu sama Beliau? ". Riska mengernyitkan kening nya mendengar pertanyaan Arsy.
Arsy kemudian menganggukkan kepala nya kepada Bagas, dan tak lama kemudian Lia dan Reina tiba dengan mengapit seseorang yang ingin bertemu dengan Riska.
Riska menatap tak percaya kepada sosok yang ingin bertemu dengannya.
Tanpa Dia sadari kedua bola mata coklat nya itu sudah mulai meneteskan air mata.
Lia dan Reina melerai pegangan kepada sosok yang ingin berjumpa dengan sahabat mereka.
__ADS_1
Tatapan kedua nya seakan terkunci satu sama lain.
Tatapan yang selalu Riska impikan sejak saat Dia kecil.
Sebuah senyuman terukir di balik wajah sosok yang ingin berjumpa dengan nya.
Seulas senyum yang selalu Riska impikan, sebuah senyum yang selalu Riska harapkan, sebuah senyum yang kini terukir tulus di wajah sosok yang kini sudah berada di hadapan nya.
Riska menatap tak percaya saat sosok itu memeluk tubuh nya dengan erat.
Sebuah pelukan yang sejak lama di harapkan. Sebuah pelukan yang selama ini Dia impikan, sebuah pelukan yang akhir nya kini bisa Dia rasakan.
Hangat. Ya terasa hangat. Pelukan nya terasa hangat hingga akhir nya tangis Riska pun pecah.
" Maafkan Mama Nak ".
###############
JANGAN LUPA MAMPIR DI LAPAK NYA RIANA DAN ANDREI YUK
__ADS_1