Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 101 Rafasya Ananda Bagaskara 1


__ADS_3

" Bubububububu... ". Bayi mungil berusia 8 bulan yang sedang berada di dalam gendongan depan Bagas itu terus saja memanggil sang Bunda yang sedang sibuk mengikuti kelas yang di ajarkan suami nya.


Sesekali Arsy melemparkan senyuman kepada putra pertamanya yang di beri nama Rafasya Ananda Bagaskara, hingga membuat bayi gembul itu tak bisa diam di dalam gendongan Ayah nya yang sedang memberikan materi.


" Yayayayayaya... Bububububu ". Bayi gembul yang biasa di panggil Rafa itu, semakin tidak bisa diam di dalam gendongan Bagas.


" Iya, itu Bunda. Rafa sama Ayah dulu ya Bunda nya lagi belajar ". Seolah mengerti dengan apa yang Bagas ucapkan Rafa memandang memelas kepada Arys yang sedang melihat kepada nya.


" Huaaaaaaa... Bububububu ". Bukan nya diam Rafa justru menangis hingga membuat Bagas pun menghela nafas nya dan melihat kearah Arsy yang tampak tersenyum melihat Bagas yang kerepotan dengan ulah Rafa.


" Arsyka ". Panggil Bagas, hingga membuat kelas pun menjadi ramai menyoraki Arsy yang sedang cengangas cengenges sambil berjalan santai ke depan kelas.


" Uluh uluh anak nya Bunda, kangen ya sama Bunda, jangan nakal ya, nanti Kamu di omelin sama Pak Dosen nya Bunda lho. Pak Dosen nya galak ". Bayi gembul itu tertawa seraya menampilkan beberapa gigi nya yang baru tumbuh, menanggapi ucapan sang Bunda yang memacing senyuman seisi kelas walau pun pada kenyataan nya perut mereka terasa sakit menahan tawa mendengar celotehan Arsy kepada putra nya.


Bagas hanya bisa menghela nafas menanggapi ucapan Arsy. Pria itu memandang mahasiswi yang juga istri nya itu kembali ke meja nya.


" Jangan pegang pegang ". Ucap Bagas tegas, saat melihat beberapa mahasiswa atau mahasiswi yang gemas melihat Rafa dan hendak menyentuh bayi yang tengah tersenyum ramah kepada yang menyapa nya.


Arsy menghela nafas mendengar ucapan protektif yang di ucapan Bagas.


Ya Bagas amat sangat over protektif terhadap Rafa. Pria itu tidak mengizinkan sembarang orang untuk bisa menyentuh ataupun menggendoy bayi yang sangat menggemaskan itu.

__ADS_1


Perpaduan wajah tegas Bagas dan sikap ramah Arsy membuat bayi itu banyak menarik perhatian orang sekitar yang melihat nya.


Beberapa orang mahasiswa juga mahasiswi yang mendapatkan protes Bagas itu pun tampak kecewa dengan ucapan Bagas.


Dan pada akhir nya Arsy pun mengeluarkan alasan mengapa Bagas bersikap protektif terhadap Rafa.


" Maaf ya, Rafa nya nggak boleh di pegang dulu sebelum Om dan Tante cuci tangan ya. Soal nya Rafa masih baby, jadi masih rentan sama kuman, bakteri juga penyakit. Jadi nanti kalau Om dan Tante sudah cuci tangan baru boleh pegang Rafa. Itu juga kalau Ayah nya Rafa izinin pegang Rafa ". Ucapan Arsy membuat yang kecewa itu pun tersenyum dan paham mengapa Bagas melarang nya menyentuh Rafa.


Apalagi saat mereka mengingat kejadian 8 bulan yang lalu. Di kelas yang sama dengan pengajar yang sama, tiba tiba kelas di kejutkan oleh Arsy yang tiba tiba mengalami kontraksi.


Flash Back


Arsy tampak berjalan bolak balik di dalam kamar nya. Sejak selesai sholat shubuh tadi, dan bayi semakin tak bisa diam.


Namun perkiraan kelahiran nya masih seminggu lagi. Walau pun bisa saja bayi nya bisa lahir sebelum waktu nya.


" Sabar ya sayang hari ini Bunda ada test. Kalau nggak ikut Bunda harus ngulang sendirian ". Ucap Arsy mengusap perut jua dan seketika itu juga sang bayi pun tenang.


" Kenapa sayang? ". Bagas yang baru keluar dari kamar mandi menegur Arsy yang sedang mengusap perut nya.


" Nggak apa apa Mas. Ayo buruan, jangan mentang mentang dosen, kamu jadi datang nya telat ". Protes Arsy saat melihat Bagas terlihat santai mengenakan kemeja maroon nya.

__ADS_1


" Iya sayang. Nggak sabar benget sih mau ketemu sama dosen ganteng nya ". Arsy mencembik kan bibir nya mendengar ucapan narsis Bagas.


" Bibir tolong di kondisi ya Bun, bisa bikin khilaf tuh ". Arsy memukul lengan Bagas dengan kencang, saat Bagas menggoda nya.


🌷


🌷


🌷


" Kenapa Lo? ". Tanya Riska saat melihat Arsy mengeluarkan keringat dingin di sela sela mengerjakan ujian.


" Mules Ris ". Jawab Arsy merintih.


" Mau bo**r ". Arsy menoyor kening Riska dengan kesal, hingga Riska berdecih kesal.


Kakak sepupu nya itu memang paling suka menoyor kening nya setiap dia merasa kesal dengan Riska.


Byur


" Aduh... ".

__ADS_1


Riska spontan langsung berdiri saat dari bagian bawah tubuh Arsy menumpahkan cairan bening.


" Chika... Pak Bagas ... Chika mau beranak ".


__ADS_2