
" Cape ? ". Reina tersenyum kepada Putra saat Pria itu menundukkan kepala kala melihat nya duduk sambil memukuli pelan betis kiri nya yang terasa kebas setelah beberapa saat menerima rombongan rekan kerja Putra di kesatuannya.
" Nggak Mas ". Ucap Reina tak enak hati, karena Putra tiba tiba menjongkokkan tubuh nya di hadapan Reina yang sedang duduk di pelaminan.
" Eh jangan Mas, nggak di lihat orang ". Reina menarik kaki nya, saat Putra hendak menyentuh kaki nya.
Namun Putra justru menarik kaki koro Reina dan kemudian memijat pelan betis Reina.
" Kaki Kamu kram? ". Reina mengangguk pelan, sambil meringis kecil Putra memijat betis kiri nya.
" Kenapa Rein? ". Mama Rani yang baru saja menemui samak saudara yang baru datang segera menghampiri pelaminan saat melihat Putra berjongkok di hadapan Reina, dan wajah Reina yang tampak meringis.
" Kaki nya Kram Ma ". Putra menjawab pertanyaan Mama Rani.
" Ya sudah, Kamu duduk saja, sayang. Tidak usah berdiri.Nanti kalau ada tamu, kalau masih kram lebih baik Kamu duduk saja. Mau Mama ambil kan balsam? ". Ujar Mama Rani khawatir.
" Nggak usah Ma. Ini udah enakan kok ". Jawab Reina yang lalu meraih tangan Putra yang sedang memijat betis nya.
Putra menatap Reina dengan penuh tanya. Gadis yang beberapa jam lalu itu resmi menjadi istrinya itu tersenyum lembut kepada nya.
" Sudah nggak sakit lagi Mas ". Ucap Reina, lalu menarik tubuh Putra agar bangkit dari jongkok nya.
" Benar sudah nggak sakit? ". Putra yang sudah berdiri di hadapan Reina tampak masih ragu melihat Reina yang masih terlihat sesekali meringis kecil.
__ADS_1
" Bener Mas, ini udah enakan kok. Ternyata Kamu ada bakat juga buat jadi tukang pijat ". Putra mengusap lembut pucuk kepala Reina yang kini mengenakan hijab senada dengan gaun pengantin nya.
" Mau di pijat di tempat yang lain nya? ". Putra menaik turun kan alis nya selepas bertanya kepada Reina.
Reina memukul pelan lengan kanan Putra menanggapi ucapan suami nya.
" Mesum ". Gumam Reina menahan malu.
" Mesum sama istri itu dapat pahala sayang ". Wajah Reina memerah saat Putra mendaratkan kecupan singkat di pucuk kepala nya, saat Pria itu akan beranjak kembali ke posisi nya yang berada di samping Reina.
Sebuah senyuman terukir di bibir Reina menanggapi ucapan sang suami yang terdengar menggoda nya.
Namun senyuman itu perlahan-lahan surut kala melihat dua orang tamu yang sudah berada di pelaminan yang kini tengah menatap nya dengan satu tatapan penuh harap dan satu tatapan lagi penuh amarah juga dendam.
Putra pun tampak berdiri di depan Reina. Tangan kanan nya mengenggam erat tangan Reina. Tubuh tingginya pun menutup sebagian tubuh Reina.
Reina menyunggingkan senyuman dengan perlakuan sang suami yang seakan menjadi tameng dalam menghadapi kedua tamu yang semakin dekat menghampiri mereka.
Putra mengalihkan pandangannya kepada Reina, kala merasakan kepala Reina yang bersandar manja di balik punggungnya. Bahkan sebelah tangan Reina kini sudah bertengger manis dipinggang sang suami. Hingga membuat kedua tamu nya itu meradang dengan pikiran mereka masing masing.
Ya Bu Rahma dan Anissa hadir di acara resepsi yang Putra dan Reina laksanakan. Padahal baik Putra maupun Reina tidak mengundang kedua nya, apa mungkin Mama Rani yang mengundang mereka?.
Entah lah sepasang pengantin baru itu tetap memberikan senyuman terbaik mereka kepada tamu yang tak di undang itu.
__ADS_1
" Selamat ya Nak Putra ". Putra hanya mengangguk menanggapi ucapan tamu nya karena kedua tangan nya sedang sibuk memegang sang istri.
" Terima kasih Bu Rahma ". Balas Putra sopan
" Semoga nasib buruk Kamu setelah menikah tidak terulang lagi ".
Kedua bola mata Putra menatap heran Bu Rahma karena ucapan wanita paruh baya yang tampak nya lebih tua di bandingkan Mama nya.
Reina melepaskan genggaman tangan Putra. Gadis itu kini sudah keluar dari balik punggung Putra dan siap berhadapan dengan kedua tamu yang tak di undang tersebut.
Sosok Akhtar tampak berlari kecil dan kemudian berdiri tidak jauh dari mereka dengan mengatupkan kedua telapak tangan nya sambil memasang wajah memelas kepada Putra yang kini menatap nya dengan tajam.
Reina tersenyum kecil menanggapi ucapan Bu Rahma. Anisaa tampak menundukkan kepala nya dalam dalam, ketika Reina kini berdiri di hadapan nya dan Ibu nya.
" Jaga ucapan Kamu Rahma ".
########################
T B C
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1