
" Mau kemana Kamu Amanda? ". Amanda menghentikan laju langkah nya. Wajah nya langsung pucat saat mendengar suara yang bertanya pada nya.
Perlahan-lahan di balikkan tubuh seraya menyembunyikan raut wajahnya terkejut nya.
Sesosok pria seusia nya berdiri di hadapannya. Kedua tangan pria tersebut di masukkan ke dalam kedua sisi saku celana panjang nya.
" Aku mau makan siang Mas ". Jawab Amanda. Senyuman tipis menghiasi wajah pria tersebut.
" Aku dengar Ditya sudah balik sejak 6 bulan yang lalu ". Amanda tersenyum tipis guna menutupi rasa, terkejut nya kalau mendengar pertanyaan pria tersebut.
" Kenapa bertanya pada Ku? ". Pria itu mengernyitkan kening nya mendengar pernyataan Amanda.
" Bukan nya Mas Tian dan Papa Daniel lebih tahu tentang hal itu? ". Pria yang Amanda panggil Tian itu pun tertawa kencang. Beruntung suasana lantai kantor sedang sepi, sehingga tawa itu hanya terdengar boleh mereka berdua.
" Seperti nya Kamu sudah bertemu dengan Ditya ". Ucapan Tian membuat kedua bola mata Amanda membulat, namun secepatnya Amanda memasang wajah tidak mengerti.
" Tidak usah pura-pura tidak tau Manda. Kamu pikir Aku tidak mempunyai mata-mata untuk mengawasi segala kegiatan Kamu diluar pengawasan Ku ". Amanda memutar malas kedua bola mata nya lalu membalikkan tubuh nya menuju lift.
Tian pun berjalan menghampiri Amanda, lalu merangkul bahu Amanda dengan mesra.
" Jangan pernah bermimpi untuk bisa kembali kepada Ditya ". Bisik Tian seraya mengigit kecil cuping telinga kiri Amanda.
" Atau Kamu mau kejadian 19 tahun lalu terulang lagi? ". Amanda melepaskan rangkulan Tian dan menatap pria itu dengan tatapan tajam.
" Tapi kali ini Aku bisa jamin kalau dia tidak akan selamat ". Tian mengecup singkat bibir Amanda lalu beranjak pergi meninggalkan Amanda yang menatap kesal kepergian Tian.
Tian menghentikan langkah nya lalu membalikkan tubuh nya lalu tersenyum kepada Amanda yang masih menatap tajam kepada nya.
" Kembali ke ruangan Kamu sekarang juga ".
" Lupakan Ditya. Dia sudah tau akal bulus juga perbuatan Kita terhadap nya juga Kak Rahmat ".
" Jadi kalau Kamu masih mau hidup dengan harta peninggalan Kakak mu, sebaik nya Kamu hentikan niat mu untuk kembali mendekati Ditya ".
" Apalagi kalau Kamu sampai mengajukan gugatan cerai kepada Ku ".
" Bisa kupastikan sebelum palu hakim mengabulkan gugatan Kamu, maka bisa Ku pastikan penjara sudah menanti mu dengan kasus pembunuhan berencana terhadap Kakak mu dan keluarga nya juga Ditya ". Tian tertawa senang lalu kembali membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Amanda yang sudah menanggung amarah.
" Sialan... Aku akan pastikan Kamu pun akan mendekam di dalam penjara ". Umpat Amanda kesal yang kembali lagi ke ruangan kerja nya.
###########################################
__ADS_1
Malam sebelum akad di laksanakan kediaman Oma Shinta pun mengadakan pengajian Arsy juga Bagas. Selama beberapa hari ini Bagas kembali tinggal di apartemen nya.
Kalau kata Oma Shinta di pinggit. Bahkan Oma sampai harus menyita HP Arsy agar mereka tidak bisa saling menghubungi satu sama lain terutama Video Call.
Pun hal nya saat berada di kampus, Lia selalu menjadi garda terdepan Arsy saat Bagas nekat menjemput Arsy di kampus. Alhasil Bagas lagi-lagi harus menerima kekecewaan saat Lia sudah lebih dahulu membawa Arsy pulang.
" Assalamu'alaikum Cinta ". Sapa Bagas.
" Waalaikumsalam. Cinta Cinta. Mau apa Kamu telepon Arsy ". Jawab Oma ketus.
" Astaghfirullah, Oma kenapa jutek banget sih ".
Mana masih pakai acara pingitan segala? ". Protes Bagas saat video call dengan Oma Shinta.
" Astaghfirullah Dit. Itu tradisi ". Oma pun tak mau kalah Protes.
" Sudah protes melulu. Gimana persiapan besok?. Udah hapal belum akad nya? ".
" Jangan sampai kamu salah nama ".
" Maklum calon mukmin Mu itu punya nama double ". Bagas dan Oma tertawa saat mendengar ucapan Oma Shinta.
Suasana menjadi hening sejenak.
" Iya Oma. Ada apa?". Balas Bagas.
Oma menarik nafas panjang dan membuang nya dengan perlahan. Ditatap nya dengan lekat wajah cucu kandung semata wayang nya itu dengan penuh kasih sayang.
" Kamu dan Arsy adalah cucu Oma ".
" Kalian berdua sama-sama Oma sayangi, dan tidak membedakan satu sama lain ".
" Bisakah Oma berpesan kepada Kamu sebagai seorang nenek yang berpesan kepada seorang calon suami dari cucu nya ? ". Bagas mengangguk dengan pelan.
" Oma titip Arsy. Hanya kita yang dia miliki. Sayangi dan cintai lah Dia ".
" Jaga dan lindungi dia dari segala marabahaya yang kelak akan menghampiri dan mungkin akan di alami nya dalam waktu dekat ini ". Oma Shinta tampak meneteskan air mata.
Sesekali tangan keriput Oma menghapus buliran air mata yang menetes di pipi nya. Seandainya saat ini Bagas berhadapan dengan Oma, sudah pasti tubuh renta Oma akan berada dalam pelukan Bagas.
" InsyaAllah Oma. Adit akan menjaga dan melindungi serta menyayangi dan mencintai Arsy melebih dari nyawa Adit sendiri ". Oma mengangguk pelan lalu tiba-tiba raut wajah Oma menjadi muram.
__ADS_1
" Oma ". Panggil Bagas saat melihat wajah Oma Shinta menjadi muram.
Oma Shinta hanya terdiam, dan hal itu membuat Bagas menjadi khawatir.
" Oma ". Panggil Bagas lagi dengan suara lebih tinggi.
Dan lagi-lagi Oma Shinta hanya terdiam.
" Apa setelah menikah nanti, Kamu tidak sayang lagi sama Oma terus bakal lupain Oma ?". Bagas menepuk pelan kening nya saat mendengar alasan sang Oma merajuk.
Wajah keriput namun masih terlihat cantik itu mengerucutkan bibir nya hingga membuat Bagas tertawa kecil melihat sang Oma yang sedang merajuk.
" Astaghfirullahalazim Oma ". Bahas menahan tawanya melihat wajah sang Oma semakin di tekuk.
" Oma dan Arsy memiliki porsi yang sama di hati Adit. Oma maupun Arsy adalah prioritas Adit selama Allah memberikan Adit kehidupan ".
" Oma tau nggak, Kalau Oma adalah alasan terbesar Adit untuk menikah dengan Arsy ".
" Adit hanya ingin Arsy yang selalu berada di samping Oma. Karena hanya Arsy yang paling mengerti serta perhatian juga sangat menyayangi Oma ".
" Jadi setelah Kami menikah nanti, Adit bisa pastikan tidak ada yang akan berkurang kasih sayang Kami buat Oma ".
Oma Shinta tersenyum lalu menghapus air mata nya. Wajah nya kini sudah ceria kembali.
" Gitu dong. Makin cantik kan kalau senyum kaya gitu ". Goda Bagas hingga membuat Oma pun tertawa lebar.
" Susah istirahat sana. Ingat jangan bergadang ". Pesan Oma.
" Siap Oma. Assalamu'alaikum ". Ucap Bagas.
" Waalaikumsalam ". Oma pun menutup Video Call nya dengan Adit.
Entah mengapa beberapa hari ini tubuh nya lebih teras cepat lelah. Pernikahan Bagas dan Arsy lah yang membuat tubuh lelah nya itu menjadi lebih bersemangat.
Walaupun hanya pernikahan sederhana dan di adakan di kediaman ama Shinta.
Dan akad nikah nya pun di gelar tertutup, untuk menjaga privasi Arsy yang saat ini masih di rahasiakan oleh Bagas. Oma tetap berharap acara pernikahan besok berjalan lancar.
############################################
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA
__ADS_1
LIKE, KOMEN JUGA VOTE YA
SEE YOU NEXT BAB