
Beberapa pandangan mata mulia terlihat memandangi Chika yang sedang asyik bercengkrama dengan Lia, di sahabat koplak sejak SMP nya tersebut.
Sebuah notifikasi di HP canggih milik Lia menghentikan candaan receh mereka dengan beberapa teman kelas mereka lain nya.
" Wow... Ini beneran Ka?". Lia langsung menyodorkan HP canggihnya tepat di wajah Chika, hingga membuat hidung gadis itu menyentuh layar ponsel canggih si sahabat koplak.
" Nggak keliatan koplak ". Chika pun mendorong jauh HP canggih milik Lia, lalu memukul bahu sang sahabat.
" Lo jadian sama Pak Bagas? ". Kali ini bukan HP canggihnya yang berada di depan wajah Chika, namun wajah Lia sudah berada beberapa senti di depan Chika sambil menopang dari nya dengan kedua telapak tangan nya.
" Astaghfirullah. Kaget Gue pea ". Pekik Chika lalu mendorong wajah Lia menjauh.
" Nggak usah istighfar Lo. Jawab pertanyaan Gue ". Lia menepis tangan Chika yang mendorong wajah nya. Gadis itu dan rekan rekan yang tadi bercengkrama dengan Chika masih menatap lekat wajah Chika yang sedang sibuk menggaruki pucuk hijab nya.
" Nggak usaha garuk-garuk. Udah kaya lutung aja Lo garukin kepala ". Sergah Lia, yang semakin menatap Chika penuh selidik.
" Lo beneran jadian sama Pak Bagas? ".
" Kapan?. Kok Gue nggak tau? ".
" Ish nanya satu-satu neng ". Lia berdecih kesal mendengar jawaban Chika atas rentetan pertanyaan tadi.
" Ribet Lo, tinggal jawab aja Pertanyaan Gue ". Ucap Lia kesal.
" Tau Chika, tinggal Lo jawab aja tuh pertanyaan si Lia ". Ucap Riska.
" Mana mau dia jawab ". Gadis berkemeja flannel yang tadi berhadapan dengan Elsa itu pun duduk di samping Lia. Pandangan gadis itu menatap tajam kepada Chika, hingga membuat Chika gugup.
" Emang kenapa Reina? ". Tanya Lia kepada gadis berkemeja flannel yang bernama Reina yang merupakan salah seorang teman nongkrong Chika juga Lia di kampus, selain Riska juga Echa yang paling alim.
" Lo tau nggak. Pak Bagas sama si Queen frozen itu ternyata nggak ada hubungan apa-apa tau ". Ucap Riska.
" Sumpah, kalau aja Lo Lo semua liat muka nya si frozen nahan malu, pas Pak Bagas bilang nggak kenal sama dia, bisa Gue jamin 100% Lo Lo semua pasti bakalan ngakak ". Ucap Reina sambil tertawa ngakak.
Keempat gadis menatap Reina sambil mengerjapkan mata mereka masing-masing. Mereka heran melihat gadis tomboy ynag biasa nya garang itu tertawa ngakak.
" Kasian tuh si Frozen. Lo kudu ati-ati Ka, Lo tau sendiri si Ojen gimana, bisa bisa Lo di sihir jadi es. Ih.... ". Reina bergedik sambil berucap absurd.
Gubrak
__ADS_1
Kelima gadis itu mengalihkan pandangan mereka kearah suara hentakan di meja Chika.
Chika mengernyitkan kening nya saat melihat Elsa sudah berdiri di hadapan meja nya dengan berkecak pinggang.
Kedua bola mata Elsa menatap Chika penuh dengan dendam, namun Chika hanya memandangi Elsa dengan tatapan biasa saja.
"Dasar pelakor ". Tangan Kanan Elsa sudah terangkat dan akan mendarat di pipi kiri Chika. Namun sebelum hal itu terjadi Chika sudah lebih dahulu menangkap tangan Elsa.
Bahkan Lia dan Reina sudah berdiri dan bersiap menyerang balik Elsa. Namun Chika mengangkat tangan kanan, yang menandai kalau Chika baik-baik saja dan kedua teman nya tidak usah ikut campur, karena Chika bisa menyelesaikan masalah yang di buat Elsa.
" Pelakor? ". Chika berdiri berhadapan dengan Elsa, sementara tangan kiri nya semakin kencang memegang pergelangan tangan kanan Elsa.
" Iya. Elo pelakor nggak tau diri ". Sarkas Elsa. Gadis cantik nan oon itu meringis saat Chika semakin mengerat pegangan.
" Apa yang Lo kasih buat Pak Bagas?. ".
" Muka Lo pas-pasan masih cakepan Gue kemana-mana ".
" Body Lo apalagi udah kaya buntelan bulet begitu ".
" Wah body shaming Lo Ojen ". Ujar Reina kesal. Chika kembali mengangkat tangan kanan saat Lia dan ketiga teman ghibah nya akan maju menghampiri Elsa.
" Asal Lo tau, badan Gue bukan buntelan tapi mungil dan imut ". Keempat teman ghibah Chika nyaris menyemburkan tawa mereka mendengar ucapan absurd Chika.
Bahkan beberapa mahasiswa juga mahasiswi yang sejak tadi berada di ruang kelas dan menyimak pertengkaran Chika dan Elsa tampak menyunggingkan senyuman mereka. Bisa bisa Chika mengeluarkan ucapan nyeleneh tentang body shaming nya.
" Pak Bagas yang milih Gue. Malah tadi pagi dia ngelamar Gue ". Seluruh kelas kini memandang Chika dengan berat tatapan.
Para mahasiswa menatap kecewa dan para mahasiswi menatap dengan tajam, pun hal nya dengan Elsa dan keempat teman ghibah nya. Bahkan Lia dan Elsa sampai membuka lebar mulutnya.
" Kenapa?. Lo nggak percaya? ".
" Ya udah ". Chika melepaskan pergelangan tangan Elsa, tampak pergelangan tangan gadis itu sedikit memerah akibat cengkraman Chika.
" Gue bukan pelakor. Dan Lo lebih tau hal itu Sa. Secara Elo sama Pak Bagas tuh nggak punya hubungan istimewa ".
" Bahkan semalam dia aja bingung dan nanya sama Gue Elsa itu siapa".
" Jadi kalau Lo nuduh Gue pelakor, tuduhan Lo salah alamat ".
__ADS_1
" Bahkan tuduhan Lo layak Lo sandang sekarang. Karena Pak Bagas itu sekarang udah jadi milik Gue ".
" Jadi saran Gue, berhenti ngejar Pak Bagas apalagi ngehalu kalau Lo pacar nya Pak Bagas. Karena Pak Bagas dari dulu udah cinta mati sama Gue ".
" Ada apa ini ribut-ribut ". Sebuah suara mengakhiri perdebatan Chika dan Elsa. Perhatian mereka kini tertuju kepada sang pemilik suara.
Seorang wanita paruh baya sudah berdiri di depan meja kelas dosen.
" Kembali ke tempat dulu kalian ". Ucap sang wanita.
Dengan kesal Elsa duduk di bangku yang tidak jauh dari Chika.
" Lo hutang penjelasan sama Gue ". Bisik Loa sebelum kembali duduk di tempat nya.
" Sudah siap untuk kuesioner hari ini ?". Pertanyaan tersebut langsung di sambut beragam gumaman.
" Nggak usah ngedumel. Dari minggu kemarin suara saya berikan info. Kalau hari ini kita ada kuesioner ".
" By The Way. Congrats ya Arsyka. Akhirnya Pak Bagas akan segera melepas masa lajang. Semoga pernikahan Kalian hari minggu besok lancar. Jangan lupa saya tunggu undangannya lho ". Chika membulatkan mata nya mendengar ucapan sang dosen.
Kelas pun seketika menjadi riuh, beragam gumaman terdengar silih berganti. Bahkan Elsa terlihat menatap Chika dengan tatapan penuh dendam. Dan Lia tatapan nya semakin penuh intimidasi meminta penjelasan Chika lebih lanjut.
" Bener-bener nggak ada romantis nya tuh orang. Belum di jawab lamaran malah udah ngasih pengumuman mau nikah ". Umpat Chika kesal.
" Terima Kasih Bu. Nanti saya sampai sama Mas Bagas masalah undangan nya ". Chika pun menjawab pertanyaan sang dosen.
" Cie... Yang nggak manggil Pak lagi ". Goda Reina.
" Mas Bagas ". Ucap Riska dengan nada menggoda kepada Chika, hingga membuat wajah Chika memerah.
" Baik kita bagian depan oper kebelakang lembar soal juga lembar jawaban ini ". Bu dosen pun mulai membagikan lembaran soal dan jawaban kepada bangku barisan depan.
" Dan akan ada pengawas tambahan, agar kalian nggak nyontek ". Bu dosen pun menganggukkan kepala nya tak lama kemudian muncul lah sosok kontroversial hari ini.
###########################################
JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK YA...
SEE YOU NEXT EPISODE
__ADS_1
############################################