Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 86 Sadar Lebih Wow


__ADS_3

Tubuh Riska menggeliat seiring gerakan yang Ardi lakukan di atas tubuh polos nya.


Des****, Leng**** menghiasi keheningan ruang kerja Ardi yang kini ramai oleh suara suara yang memacu kedua insan itu semakin bertambah semangat menuju syurga dunia.


Ardi yang biasa menjamah tubuh sang istri kala sang istri terbuai mimpi, semakin bersemangat menjebol pertahanan sang istri saat terjaga.


" Kamu lebih nikmat kalau sedang nggak tidur sayang ". Bisik Ardi di saat sedang sibuk menikmati bagian kanan sumber calon makanan sang buah hati kelak.


" Aaabbbbbaaaannnggg ".


" Lepas sayang, jangan di tahan ". Bisik Ardi menghujam gawang Riska dengan bola lonjong nya.


Tubuh polos Riska semakin bergerak liat, saat sang suami yang sudah dalam keadaan polos dengan di tutupi selimut yang menjadi teman Ardi saat tidur di ruang kerja itu bergerak dengan liar di atas tubuh nya.


Sudah dua kali Riska melepaskan gunda gulana gawang nya dan Ardi baru menjebol gawang nya satu kali dengan menyebarkan percikan calon kehidupan di dalam nya, namun hal itu tidak juga membuat mereka merasa lelah.

__ADS_1


Justru Riska yang baru pertama kali merasakan surga dunia di saat terjaga semakin bersemangat mengimbangi permainan sang suami yang hampir setiap malam menikmati tubuh nya yang sedang terlelap tidur.


Ardi mengecup kening Riska dengan lembut selepas menggumam sebait do'a. Perlahan lahan Dia menarik bola lonjong yang sejak setengah jam lebih itu bersarang di gawang Riska.


Riska tampak melenguh saat bola lonjong itu ke luar dari gawang nya. Bahkan ringisan kecil sempat terdengar dari bi*** nya saat Ardi menarik perlahan bola lonjong nya.


" Abang bereskan berkas dulu, habis itu kita ke kamar ". Riska mengangguk pelan, saat Ardi mengenakan kembali boxer nya untuk menutupi tubuh polos nya.


Sebuah kecupan kembali di berikan Ardi di kening Riska dan merapatkan selimut kepada Riska saat akan beranjak menuju meja kerja nya.


" Sudah selesai ". Riska membuka mata nya kala merasakan sebuah kecupan singkat mendarat di bi*** nya. Ardi membalasnya dengan senyuman dan anggukan kecil.


Riska meletakkan kepalanya di dada polos sang suami, sementara kedua tangan nya bergelantung manja di leher Ardi.


" Kok ke kamar mandi dulu Bang? ". Tanya Riska saat Ardi melewatkan kasur dan melanjutkan langkah nya ke dalam kamar mandi yang berada di kamar tidur mereka.

__ADS_1


" Kita bersih bersih dulu, baru lanjut tidur ". Ucap Ardi meletakkan tubuh Riska di atas kloset duduk.


" Biar Aku aja Bang ". Riska meraih selang saat Ardi akan membersihkan area sensitif milik Riska.


" Biasa nya juga Abang yang bersihin Dek ". Ardi merebut kembali selang yang Riska pegang.


Menyadari tanya di wajah Riska, Ardi mengulum senyuman lalu menangkup wajah Riska dengan kedua telapak tangan nya.


" Kamu nya kan tidur, jadi seorang pria yang bertanggung jawab, setelah Abang menggempur habis Kamu yang tidur, Abang pula lah yang membersihkan sisa pertempuran hingga pemilik lahan pertempuran tidak tau kalau habis di gempur ". Celoteh Ardi sambil terkekeh.


" Itu nama nya pelecehan ". Protes Riska sambil memukuli lengan Ardi yang sedang membersihan area sensitif Riska dengan lembut.


####################


T B C

__ADS_1


JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA


SEE YOU NEXT BAB


__ADS_2