Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 92 Penyesalan Ardi


__ADS_3

" Riska. Bangun ". Ardi menepuk-nepuk pelan pipi Riska. Umi Risma datang menghampiri Ardi dan kemudian memberikan minyak aromatherapy yang selalu dia bawa kemana-mana kepada Ardi.


Ardi mengoleskan sedikit minyak tersebut ke ujung hidung Riska, lalu Pria itu menyingkap sedikit hijab yang Riska kenakan untuk melihat luka Riska akibat jeratan Daniel tadi.


" Kita ke rumah sakit saja Ar ". Pinta Umi yang di angguki Ardi.


Ardi pun segera membopong tubuh istri ke mobil nya dengan di iringi Umi Risma yang berjalan di belakang Ardi.


Arsy, Lia dan Juwono yang melihat dari kejauhan Ardi membopong Riska pun segera mengikuti arah langkah Ardi.


Sementara itu drama Daniel yang masih belum usai itu masih terlihat berlanjut. Bagas menyerahkan semua nya kepada Putra serta jajaran nya untuk menangani Daniel. Karena Dia harus mengikuti sang istri yang beberapa hari ini juga mendapatkan ancaman dari orang yang tidak di kenal.


Riska masih belum juga sadarkan diri saat tiba di Rumah Sakit, dan hal itu tentu saja membuat Ardi, Umi Risma serta yang lain nya khawatir.


Ardi bahkan tidak meninggalkan Riska saat Dokter menangani Riska di ruang IGD. Pria itu ngotot ingin tetap berada di samping istri nya walau pun Dokter juga perawat meminta Ardi untuk keluar dari ruangan IGD.

__ADS_1


Beruntung saat Ardi ngotot ingin tetap berada di sisi istri nya, istri sang pemilik Rumah Sakit yang juga seorang Dokter Spesialis Anak di Rumah Sakit itu mengizinkan nya untuk tetap mendampingi istri nya dengan syarat pria itu tidak menganggu aktifitas Dokter juga Perawat yang akan menangani Riska.


" Bang... " Panggil Riska lirih saat membuka mata nya perlahan lahan.


" Alhamdulillah, Kamu sudah sadar. Apa yang sakit sayang? ". Tanya Ardi saat Riska membuka mata nya.


Ardi membantu Riska yang ingin duduk


" Nggak ada, cuma leher Aku agak ngilu aja dikit ". Ucap Riska menyentuh leher nya yang sudah di perban oleh Dokter setengah jam yang lalu sebelum Riska sadarkan diri.


Pria itu menundukkan kepala nya sambil mengecupi telapak tangan Riska tanpa henti.


" Nggak apa apa Abang ". Riska mengusap lembut kepala suami nya.


" Abang takut Kamu kenapa kenapa Dek ". Riska tersenyum kepada Ardi.

__ADS_1


" Tapi kan sekarang Aku nggak kenapa kenapa Bang. Udah ah jangan sedih lagi. Malu sama bewok, masa tampang sangar hati Hello Kitty ". Riska tersenyum kecil melihat reaksi Ardi yang mendengus kesal kala sang istri menyamakan nya dengan karakter kartun kucing yang identik dengan Hello Kitty.


" Ih malah ngambek. Sini atuh ". Riska merentangkan tangan kiri nya lebar lebar yang kemudian di sambut sang suami yang masuk kedalam pelukan nya.


" Sakit nggak? ". Ardi menyingkap hijab yang Riska kenalan dan kemudian menyentuh perban yang melingkar di leher Riska dengan lembut.


" Nggak Bang. Segini mah nggak sakit. Yang bikin Aku beneran sakit aja udah nggak bisa Aku rasain sakit nya ". Riska berucap lirik. Ardi pun kemudian menarik tubuh Riska kedalam pelukan nya.


" Jangan sedih lagi. Ada Abang, Umi juga teman teman Kamu yang selalu ada buat Kamu ". Bisik Ardi seraya mengusap lembut pucuk kepala Riska.


Ardi melerai pelukan nya dengan Riska. Pria itu lalu mendudukkan tubuh nya di sisi kiri bangkar Riska.


Kedua telapak tangan Riska Ardi genggam dengan erat. Kedua nya saling bertatapan, hingga Riska merasakan debaran jantung nya semakin kencang saat kedua mata gelap Ardi menatapnya dengan penuh cinta.


" Abang berjanji mulai sekarang dan sampai ajal memisahkan, Abang akan selalu menjaga Kamu, dan juga mereka ".

__ADS_1


__ADS_2