Oh My Dosen

Oh My Dosen
BonChap 8


__ADS_3

" Apa? ". Rafa menelan dengan kasat saliva nya saat Ayah Bagas membentak nya.


" Urusan Zahra itu urusan Ayah juga Bunda, bukan urusan Kamu ". Rafa menundukkan kepala nya dalam dalam, sehingga pria muda itu tidak melihat seulas senyum jahil di sudut bibir kedua orang tua nya.


" Kamu kuliah aja di Bandung. Dan Zahra tetap melanjutkan sekolah nya di Pondok nya Abi Ustman ".


Rafa mengangkat kepala nya lalu ketika mulut nya hendak mengeluarkan suara, sang ibu negara sudah bersiap lebih dulu berucap.


" No debat. Siapa Kamu mau debat masalah Zahra dengan Kami ". Bunda Arsy mengambil alih ucapan yang belum di lontarkan Ayah Bagas.


" Please Bunda. Kenapa sih Ayah juga Bunda kejam banget sama Abang ".


Rengekan Rafa membuat Ayah Bagas juga Bunda Arsy memutar malas kedua bola mata nya.


" Giliran Bisma ngelamar Adek malah langsung di suruh nikah dari pada nanti bablas dan jadi dosa. Masa giliran Abang baru mau menyatakan malah di jadiin adik terus sekarang malah di pisahin ".


Pletak


Rafa mengusap kening nya setelah sebuah sentilan dari Ayah Bagas mampir di kening nya.


" Hey anak muda. Bisma terang terangan meminta restu Ayah juga Bunda untuk meminang Adek, sedangkan Kamu?. Apa yang udah Kamu bilang ke Zahra?. Nggak ada kan? ".

__ADS_1


Rafa menghela nafas pelan menanggapi ucapan Bunda Arsy.


" Inget, Bunda nggak suka kalau Kamu pacaran. Lagi pula Ayah juga Bunda sudah menemukan jodoh yang baik buat Zahra ". Ucap Bunda Arsy membuat Rafa membulatkan mata nya.


" Kenapa?. Emang Kamu bisa ngasih Zahra makan apaan? ". Tantang Arsy kepada Rafa.


" Jangan bandingkan Kamu dengan Bisma. Saat Bisma meminang adik Kamu Dia sudah mampu berdiri di kaki nya sendiri, sehingga Ayah dan Bunda yakin Dia akan bisa menafkahi adik Kamu ". Ucap Ayah Bagas.


" Bukan Ayah dan Bunda mengecilkan usaha yang tengah Kamu jalani saat ini. Tapi Bunda ingin kehidupan Zahra kelak bisa membuat nya bahagia ". Ucap Bunda Arsy menepuk pelan bahu Rafa.


" Apa Ayah juga Bunda akan menjodohkan Alea dengan Om Akhtar atau Om Tira? ". Ayah Bagas dan Bunda Arya hanya mengangkat kedua bahu nya bersamaan menjawab pertanyaan Rafa.


" Apa Ayah dan Bunda yakin dengan menjodohkan Alea kepada salah satu di antara mereka Alea akan bahagia? ". Tanya Rafa dengan nada bergetar menahan kesal juga sedih kerena kedua orang tua nya bukan menjodohkan Alea kepada nya justru lebih memilih menjodohkan Alea dengan pria yang lebih layak di panggil Ayah oleh Alea.


Bukankah dengan bisnis clothing dan juga ikut andil dalam Firma Ayah nya sudah lebih dari cukup untuk membahagiakan Alea?. Itulah yang ada dalam pikiran Rafa.


Namun entah mengapa kedua orang tua nya selalu saja menolak keinginan nya untuk bisa memberikan kebahagiaan kepada Alea.


Rafa menatap dengan dalam kedua orang tua nya secara bergantian, hingga membuat kedua orang tengah di tatap nya itu serempak mengernyitkan kening mereka masing masing.


" Apa kah Ayah dan Bunda tidak setuju kalau Abang menjalin hubungan dengan Alea? ". Pertanyaan Rafa membuat kedua bola mata kedua orang nya tua nya membulat dan menatap tak percaya kepada anak sulung nya tersebut.

__ADS_1


" Jadi benar, dugaan Rafa ". Ayah Bagas dan Bunda Arsy menghela nafas pelan menanggapi pernyataan putra semata wayang mereka.


" Apa karena Alea yang tidak jelas asal usul nya, jadi Ayah dan Bunda melarang Abang untuk bersama dengan Alea? ". Rafa menatap nanar kedua orang tua nya dengan kedua bola mata yang sedang menahan tumpahan air mata yang mulai menganak di kedua bola mata nya.


Ayah Bagas hendak bangkit dari posisi duduk nya namun Bunda Arsy menahan laju Sang Suami hingga membuat Ayah Bagas kembali ke posisi nya semula.


Ucapan putra sulung nya itu membuat kedua nya lebih baik menyimak apa yang ingin di sampaikan oleh putra mereka tersebut.


" Sekarang Bunda tanya sama Kamu ". Bunda Arsy membenarkan posisi duduk nya menatap dalam kepada Rafa yang kini sedang menatap nya penuh harap.


" Apa yang Kamu rasakan kepada Zahra? ". Rafa terdiam dan hanya menundukkan kepala nya tak berani menatap kedua orang tua nya.


" Apa Kamu sudah mengungkapkan nya kepada Zahra? ". Rafa menggeleng pelan menjawab pertanyaan Bunda Arsy.


" Lalu atas dasar apa Kamu ingin melarang Zahra tinggal di pondok Abi Ustman? ". Tanya Arsy.


Rafa pun mengangkat kepala nya lalu menatap penuh harap kepada kedua orang tua nya.


" Karena Abang menyukai Alea. Abang takut nanti Abi Ustman akan menjodohkan Alea dengan salah satu santri nya atau bahkan mungkin Abi Ustman bisa saja menjodohkan salah satu putra nya kepada Alea ".


" Dan Abang nggak mau hal itu terjadi Bunda ".

__ADS_1


Ujar Rafa dengan nada lirih.


' Sejak kapan? ". Rafa memandang kearah pintu saat terdengar suara gadis yang sejak tadi di perbincangkan mereka bertiga.


__ADS_2