
" Rafa ". Keempat pasang mata yang tengah duduk di sebuah cafe itu pun mengalihkan pandangan kearah suara yang memanggil salah satu di antara mereka.
Fira dan Bisma memutar malas kedua bola mata mereka dan mengalihkan pandangan mereka kearah Rafa yang tampak juga enggan menanggapi orang yang memanggil nya.
" Aduh ". Gumam Alea kala pemilik suara yang merupakan seorang gadis yang mengenakan hijab itu menerobos bangku yang tengah di duduki oleh Alea untuk mendekat kepada Rafa yang kini melihat kearah Alea yang tadi bergumam lirih.
" Kamu... ".
" Kamu nggak apa apa? ". Gadis itu menggantung ucapan nya kala Rafa secara terang terangan menggeser bangku yang tengah di duduki oleh nya itu kearah Alea.
" Nggak apa apa Kak ". Ucap Alea sambil mengusap pelan bagian perut nya yang tadi terkena meja kala gadis berhijab itu menerobos paksa bangku yang Alea duduki.
" Bisa nggak Lo sopan? ". Rafa berdiri dan membentak kepada gadis yang tengah memasang wajah memelas kepada nya itu.
" Udah Kak. Aku nggak apa apa kok ". Alea meraih dan menarik narik ujung jaket Rafa dengan pelan.
__ADS_1
" Kak Amara mau ngapain ? ". Kali ini Fira yang mengeluarkan pertanyaan dengan menatap gadis yang adalah Amara dengan sinis.
" Kamu ngapain di sini? ". Amara menghiraukan pertanyaan Fira dengan mengajukan pertanyaan kepada Rafa, hingga membuat Fira tersungut kesal karena pertanyaan nya di abaikan oleh orang yang selalu menganggap kakak nya itu sebagai kekasih nya.
" Mata nya buta kali nya, udah tau di meja ada banyak bekas piring sama gelas, masih di nanya ". Ucap Fira hingga membuat Amara menatap tajam kepada Fira.
" Apa?. Nggak usah melotot gitu kali mata nya. Kak Mara pikir Aku takut sama pelototan Kak Mara ". Ucap Fira marah lalu berdiri dan menatap Amara, hingga membuat beberapa pengunjuk cafe yang lain melihat kearah mereka dengan tatapan penuh tanya.
" Jadi perempuan tuh harus tau malu dong. Udah di tolak malah ngaku ngaku jadi pacar, di diemin bukan nya sadar malah makin halu ".
" Giliran di tegasin malah bilang di putusin. Situ waras? ". Ucap Fira kesal.
" Anak kecil nggak usah ikut campur sama urusan orang dewasa ". Ucap Amara dengan nada tinggi kepada Fira hingga membuat Bisma kali ini hendak beranjak dari duduk nya, namun Fira menepuk punggung suami nya agar tetap berada di posisi nya
" Wajar kan kalau anak kecil ini ingin agar benalu tidak lagi menganggu Abang kandung kesayangan nya lagi? ". Amara berdecih kesal mendengar ucapan Fira.
__ADS_1
" Siapa yang Kamu sebut benalu hah? ". Rafa menggeser posisi bangku dan hendak menghampiri Amara, karena posisi Amara yang berada tepat di belakang kursi Alea, membuat tubuh Alea sedikit terdorong kedalam meja yang berada di hadapan nya.
" Gue rasa nggak ada yang perlu di bahas lagi Mara ". Amara menatap memelas kearah Rafa.
Sorot tajam tatapan Rafa membuat gadis itu memundurkan tubuh nya kala Rafa berjalan perlahan mendekat kearah nya.
Rafa menggeser kursi yang di duduki oleh Alea dan gadis itu segera berpindah tempat saat melihat Rafa memberikan kode agar Alea pindah kearah kursi yang tadi Rafa duduki.
" Kita nggak pernah jadian karena Gue nggak pernah ngejawab permintaan Lo buat jadi pacar Elo ". Amara menundukkan kepala nya dalam dalam.
" Lo yang ngaku ke yang lain nya kalau kita pacaran. Gue diem bukan karena Gue suka. Tapi Gue diem karena Gue nggak mau tambah masalah sama drama yang bakal Lo bikin kalau Gue nolak ".
" Dan Gue rasa udah saat nya Gue lepas dari gunjingan Lo juga yang lain nya, karena itu dengan tegas kemarin Gue udah bilang buat nggak ganggu hidup Gue lagi ".
" Kalian udah selesai ? ". Rafa bertanya kepada Bisma, Fira dan Alea yang di balas dengan anggukan ketiga nya.
__ADS_1
" Sekali lagi Gue bilang, jangan pernah deketin Gue, temen temen apalagi keluarga Gue. Inget itu ". Ancam Rafa hingga membuat Amara tertunduk menahan tangis.
Kedua tangan Amara mengepal kala kedua mata nya melihat Rafa menarik ujung cardigan yang di kenakan oleh Alea dan berjalan beriringan dengan gadis mungil tersebut.