Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 106 Rafasya


__ADS_3

" Permisi ". Rafa menggeser posisi berdiri nya di dalam gerbong kereta yang sarat penumpang di pagi itu, ketika sebuah suara juga tubuh mungil seorang gadis tiba-tiba merangsek ke posisi tengah nya.


" Maaf, bisa tolong saya Kak? ". Rafa mengernyitkan kening nya mendengar bisikan kecil gadis yang masih mengenakan seragam putih biru tersebut semakin merapatkan posisi nya yang seolah sedang mencari perlindungan kepada Rafa.


Namun Rafa yang juga masih mengenakan seragam putih abu abu itu justru memundurkan tubuh nya menjauhi gadis tersebut, namun gadis itu justru mencoba merapatkan tubuh nya seolah mencari perlindungan.


" Please Kak, tolong Saya ". Gadis itu menolehkan kepala nya hingga Rafa bisa melihat wajah cantik sang gadis namun kening Rafa mengernyit kala melihat sudut kiri bibir gadis itu tampak mengeluarkan darah serta pipi yang sedikit lebam.


" Permisi ". Sebuah teriakan kecil dari sebuah suara bariton terdenger tidak jauh terdengar dari mereka.


Sadar Rafa hanya terdiam bahkan sedikit menjauh dari nya, gadis itu pun akhirnya mulai menggerakkan tubuhnya perlahan menjauh dari Rafa.


" Ck, dasar anak sialan, tunggu saja kalau ketemu habis Lo, bakal nggak bisa Gue bikin jalan ". Gerutu pria itu sambil sesekali menerobos bahkan dengan tidak tau malu nya pria itu melongok seolah mencari seseorang.


Rafa mengalihkan pandangannya mencari gadis mungil tadi, dan tatapan nya mendapati kalau gadis itu masih tengah mencari persembunyian dengan berpindah pindah.

__ADS_1


Setelah menghela nafas pelan Rafa akhir nya menggerakkan tubuh nya menerobos hiruk pikuk penumpang menuju tempat gadis itu berlindung di sudut pojok pintu kereta.


Grep


Gadis itu mengangkat kepala nya kala tubuh mungil nya tiba tiba sudah di balut oleh sebuah jaket bertudung.


Rafa menaruh tas ransel nya di dada nya lalu menarik ujung jaket nya dan menutup kepala sang gadis dengan tudung jaket nya kala pria yang tengah mencari seseorang itu mulai mendekat kearah mereka.


" Permisi ". Pria itu menyentuh bahu Rafa, sementara gadis itu tampak meremas kencang tas ransel Rafa.


" Ngapain Om, ngeliatin pacar saya ". Bentak Rafa merapatkan tubuh gadis itu kedalam pelukan nya, hingga membuat perhatian penumpang lain nya terarah kepada mereka.


" Maaf ". Ucap Pria itu menahan malu karena terdengar umpatan beberapa orang penumpang lain nya yang ternyata merasa terganggu atas kelakuan pria tersebut.


" Ganggu aja. Kaya nggak pernah muda saja ". Umpat Rafa yang langsung menarik tubuh mungil gadis itu semakin masuk kedalam pelukan nya hingga membuat wajah gadis itu mendarat di hadapan tas ransel Rafa.

__ADS_1


Pria itu pun akhir nya meninggalkan Rafa dan melanjutkan pencarian nya.


Gadis itu menghela nafas lega setelah beberapa menit tidak terdengar suara bariton pria yang mencari nya tersebut.


" Orang nya masih belum pindah gerbong, dan masih melihat kearah kita ". Bisik Rafa hingga gadis itu kembali merapatkan tubuh nya kepada Rafa walau pun harus terganjal tas ransel yang berada tepat di wajah nya.


" Tas nya ganggu Kak ". Gumam gadis itu kesal.


" Kalau nggak ada tas Kamu yang ganggu Dek ". Bisik Rafa sambil membenarkan tudung jaket nya yang menutupi kepala gadis mungil tersebut.


" Maksud nya? ". Rafa tertegun melihat wajah sang gadis yang kini sedang beradu tatap dengan nya.


Kedua bola mata bernetra coklat itu membuat kedua bola Rafa engan beralih melihat kearah yang lain.


" Cantik ". Gumam Rafa yang seperti nya terdengar oleh gadis mungil itu, hingga membuat gadis itu menundukkan kepala nya.

__ADS_1


Rafa menggaruk tengkuk nya kala menyadari ucapan nya terdengar oleh gadis tersebut.


__ADS_2