Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 99 Hasil Sidang


__ADS_3

Arsy terlihat mondar mandir di depan pintu ruang sidang di pengadilan di kota nya.


Wanita hamil yang tengah menunggu kelahiran putra pertama nya itu tampak begitu risau.


Sementara sang suami saat ini tidak bisa hadir menemani nya karena sedang mengikuti seminar para dosen yang di adakan di luar kota.


Hari ini adalah sidang terakhir Amanda sementara Bastian sudah di jatuhi hukuman 20 tahun penjara karena telah dengan sengaja melakukan percobaan pembunuhan.


Daniel sendiri di jatuhi hukuman mati, karena selain sebagai otak pembunuhan kedua orang tua Arsy, Daniel juga menjadi otak pembunuhan kedua orang tua Bagas.


Selain pembunuhan dua keluarga, Daniel juga di tersangkakan sebagai tersangka utama kasus penggelapan legalitas perusahaan dari Rahmat Hidayat kepada Amanda, serta kasus penyelewengan dana di RH Company.


Sementara Amanda sendiri masih menjalani persidangan nya sebagai tersangka kasus pembunuhan kedua orang tua Arsy dan penggelapan legalitas RH Company.


" Chika, Lo bisa duduk nggak?. Si Utun puyeng liat Aunty nya mondar mandir kaya setrikaan ". Arsy melenguh kesal saat Lia berucap sambil mengusapi perut nya yang lebih buncit dari Arsy.


" Lo tuh ye... ". Belum sempat Arsy melanjutkan ucapan nya. Pintu ruang sidang terbuka.


Beberapa wartawan yang sudah menunggu sejak tadi segera berlarian menghampiri pintu ruang persidangan.

__ADS_1


Amanda tampak keluar dari ruang persidangan dengan tangan terborgol kedepan swrta kepala yang tertunduk.


Dengan di apit oleh dua orang sipir wanita, Amanda berusaha menghindari para wartawan yang mencerca nya dengan bermacam pertanyaan.


Kilatan sinar blitz membuat Amanda merasa terganggu, hingga membuat wanita itu pun berang.


" Permisi Mas ". Ujar salah satu sipir wanita yang mengapit Amanda.


Namun bukan nya menyingkir para wartawan itu justru semakin mendekat kepada Amanda, bahkan saking dekat nya tanpa sengaja seorang wartawan yang membawa kamera yang berada tepat di belakang Amanda, membenturkan kamera tersebut kearah belakang kepala Amanda.


" Aduh ". Pekik Amanda kesakitan.


" Maaf, Mbak Saya tidak sengaja ". Ucap Wartawan itu saat Amanda membalikkan tubuh nya dan menatap tajam kearah wartawan wanita tersebut.


" Saya kan udah minta maaf Mbak ". Ucap Wartawati itu dengan nada sedikit tinggi.


" Kamu pikir dengan maaf saja sudah cukup hah ". Sarkas Amanda yang secara sengaja menyenggol bahu wartawati itu dengan bahu nya dengan kencang, hingga membuat wartawati itu terdorong kebelakang.


Wartawati tersebut ternyata tidak menerima perlakuan yang Amanda berikan. Ketika wartawati itu hendak mengangkat tangan kanan nya kearah Amanda, sebuah tangan menghalangi nya.

__ADS_1


" Jangan macam macam, Saya bisa menuntut Anda ". Arsy menarik tangan wartawati itu dengan kasar dan kemudian menghempaskan nya.


Dan sorot kamera pun berubah kearah Arsy dan juga wartawati tersebut. Arsy memberikan kode kepada kedua orang sipir yang membawa Amanda agar beranjak pergi.


Arsy menatap tajam wartawati berita yang ternyata orang yang sama dengan wartawati yang pernah dengan sengaja ingin mendorong Arsy beberapa hari lalu, pada saat Arsy menolak memberikan pernyataan tentang hukuman yang Arsy inginkan untuk Amanda.


" Ternyata Mbak Marsella ". Wartawati itu memundurkan tubuh nya beberapa langkah ke belakang, kala Arsy mengenalinya.


" Ternyata ancaman Saya beberapa hari yang lalu itu Mbak acuhkan? ".


Arsy tersenyum kecil melihat Marcella yang tampak ketakutan.


" Saya akan mensomasi Mbak juga Media yang memperkerjakan Mbak, karena sudah menganggu privasi dan juga membuat keonaran yang akan atau bahkan sudah mencelakai orang lain ".


Kedua bola mata Marcella membulat dengan sempurna. Sungguh wartawati itu tidak mau kalau karir nya sebagai jurnalis harus berakhir karena keteledoran nya.


" Maaf kan Saya Mbak Arsy "Ucap Marcella menyesal.


" Dan buat yang lain nya. Saya tidak akan segan segan menuntut Anda sekalian, semisalnya Anda sekalian tidak tertib dan justru menggangu privasi Kami ".

__ADS_1


Para pencari berita itu hanya terdiam, dan mulai menurunkan kamera mereka.


Arsy pun berjalan dengan santai meninggalkan kerumunan para pencari berita itu, yang kini kesal karena tanpa mereka sadari Amanda sudah di bawa pergi kembali ke Rumah Tahanan.


__ADS_2