
Rafa pun mulai menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Alea. Bagas tampak menyimak cerita Rafa dengan seksama.
" Apa ada saksi yang melihat perlakuan Ayah tiri Kamu Alea? ". Tanya Bagas. Alea yang mulai tenang tampak sudah melarai pelukan nya kepada Arsy.
" Tidak ada Om. Waktu itu masih pagi. Alea baru saja selesai membuat sarapan dan hendak berangkat sekolah. Lalu tiba tiba Ayah pulang dalam keadaan mabuk, dan langsung menarik Alea masuk ke dalam kamar, lalu... ".
" Alea.... ".
Pekik Arsy juga Fira bersamaan. Bukan hanya Arsy dan Fira yang panik mendapati Alea tiba tiba tidak sadarkan diri dalam rangkulan Arsy.
" Rebahin dulu Dek ".
Fira menggeser posisi duduk nya menjadi berdiri. Rafa merapikan bantal sofa membuat lebih tinggi untuk kepala Alea.
" Ambil minyak aromaterapi di kamar Bunda Dek ". Fira mengangguk lalu segera berlari menuju kamar kedua orang tua nya.
" Gimana Bun? ". Tanya Bagas berdiri di belakang Arsy yang sedang memeriksa kening Alea.
" Seperti nya demam Yah ". Jawab Arsy.
" Lalu langkah selanjutnya bagaimana Yah? Nggak mungkin kan kita kembalikan Alea kepada keluarga nya ". Ucap Arsy khawatir.
" Biar bagaimana pun juga Alea masih memiliki keluarga Bun ". Arsy menghela nafas pelan dengan kecewa.
" Apa nggak bisa kalau Alea tinggal bersama kita Yah?. Bunda nggak rela kalau Dia harus kembali ke keluarga nya ".
__ADS_1
" Lagi pula keluarga nya juga bukan keluarga kandung. Dan juga Pria itu sudah melecehkan Alea, Bunda takut kalau Alea kita kembalikan ke keluarga nya. Ayah tiri nya itu akan semakin berbuat nekat terhadap Alea ".
Bagas menghela nafas pelan. Pria yang semakin menawan di usia yang matang nya itu tampak berpikir dengan keras.
" Bunda ". Panggil Fira lalu menyerahkan sebotol minyak aromaterapi yang biasa di gunakan Arsy.
" Terima kasih sayang ". Arsy lalu menyodorkan minyak aromaterapi itu ke ujung hidung Alea, tak lama kemudian kedua kelopak mata Alea tampak mulai bergerak perlahan-lahan.
" Alhamdulillah ". Gumam mereka bersamaan kala melihat kedua kelopak mata Alea terbuka.
" Kamu tiduran aja dulu ". Ucap Arsy menahan Alea saat akan bangkit dari posisi nya.
" Nggak apa apa kok Bunda ". Arsy tersenyum kecil, karena Alea tetap memilih untuk duduk.
Seperti Alea tidak nyaman kalau terus rebahan di sofa, karena ada Bagas juga Rafa. Arsy yang paham akan hal itu pun merangkul bahu Alea, hingga gadis itu menyandarkan kepala nya di bahu Arsy.
" Alea masih punya keluarga Dek. Kita nggak bisa membawa Alea untuk tinggal bersama kita tanpa ada ikatan dengan keluarga kita ". Fira menghela nafas kecewa, sementara Rafa tampak sesekali melirik kearah sang Bunda yang tampak begitu perhatian dengan Alea yang baru di kenal nya.
Bahkan ketika Rafa mengenalkan Amara sebagai gadis nya reaksi sang Bunda terlihat biasa saja Bahkan sang Ayah hanya memberikan sebuah nasehat yang mengisyaratkan lebih baik langsung di khitbah agar tidak menjadi fitnah.
Namun entah mengapa Rafa terlihat masih belum yakin untuk menjalankan nasehat Ayah nya tersebut. Bahkan saat ini, Rafa lebih memilih menjaga jarak dengan Amara.
Remaja tampan itu kembali menghela nafas nya kala melihat adik kesayangan nya sedang merengek kepada Ayah nya.
" Ya udah di ikat aja Alea nya Yah ".
__ADS_1
Pletak
Fira mengusap kening nya setelah mendapat sentilan dari Bagas, hingga membuat gadis cantik itu meringis.
" Di ikat di sini bukan cuma di ikat di pohon atau di mana Dek ". Ucap Bagas yang membuat bibir Fira mengerucut.
" Iya Fira tau, kaya Kak Bisma sama Fira gitu kan? ".
" Itu Kamu tau ". Bibir Fira semakin mengerucut kala mendapat ucapan sanggahan Ayah Bagas.
" Kak Rafa udah putus sama Kak Mara belum? ".
Pertanyaan Fira membuat Rafa menatap horor kepada adik semata wayang nya.
" Alea itu masih kecil. Masih di bawah umur. Sama Kaya Kamu ". Jawab Rafa ketus.
" Ya, nikah aja dulu Bang. Hitung hitung pacaran halal ".
Brugh
Kali ini wajah Fira yang di hadiahi sebuah bantal sofa oleh Rafa, hingga membuat gadis yang kini sudah berstatus istri kecil itu menatap horor sang Kakak yang sedang menatap nya dengan tatapan mengejek.
" Kamu dan Bisma itu pasangan bucin dari Kamu lahir. Maka nya Bisma langsung nikahin Kamu ". Kali ini kedua bola mata Alea yang membulat menatap tak percaya kepada Fira.
" Masih mending Mas Bisma, berani menghalalkan hubungan jadi sah. Dibandingkan Bang Rafa yang nggak bisa nolak di ajak pacaran. Inget Bang, pacaran itu nggak bagus yang ada malah bisa bikin dosa ". Rafa memutar malas kedua bola mata nya.
__ADS_1
" Lagi pula agama kita dan Alea berbeda ".