
" Itu nama nya pelecehan ". Protes Riska sambil memukuli lengan Ardi yang sedang membersihan area sensitif Riska dengan lembut.
" Maka nya melek kalau di gre** jangan malah lanjut tidur ". Ardi menekan lembut area sensitif Riska hingga Riska kembali mele**** pelan.
" Lanjut di bathtub yuk ". Ajak Ardi.
" Udah tengah malam, nanti masuk angin ". Tolak Riska halus. Ardi mencembik kecil.
" Besok sehabis sholat subuh aja ya. Sekarang tidur dulu, Abang ngantuk kan? ". Riska mengusap lembut wajah Ardi dan kemudian memberikan kecupan singkat di bi*** seksi suami nya.
" Lanjut di kasur? ". Riska menggeleng pelan menanggapi ucapan Ardi.
" Adek cape Abang Sayang. Besok ya, habis sholah subuh kita main sampai puas ". Bisik Riska sambil mengigit kecil pucuk telinga kiri Ardi.
" Kamu bilang besok, tapi malah ganggu si bola lonjong sayang ". Riska terkikik geli melihat wajah sang suami yang sudah berna*** ingin menyantapnya.
" Kamu merem aja, biar Abang yang kerjain Kamu ". Riska hanya bisa mengangguk pasrah kala sang suami sudah menggendong nya menuju kasur dan merebahkan tubuh polos nya.
" Nggak jadi merem sayang? ". Riska mencubit kecil pu**** sang suami kala pria yang tengah mengoper bola di dalam gawang nya itu mengajukan pertanyaan konyol nya. Ardi melen*** akibat perbuatan Riska, hingga membuat Riska mengencangkan otot bagian bawah nya.
" Ekspresi Abang terlalu sayang buat di lewatkan ". Goda Riska membelai lembut leher sang suami hingga membuat Ardi semakin memperdalam gerakannya di dalam gawang Riska.
__ADS_1
" Euh... ". Tubuh Riska terhentak ke atas saat Ardi dengan tiba tiba menendang bola lonjong nya hingga ke ujung gawang Riska.
Ardi tersenyum kecil, lalu mengumamkan sebait do'a di pucuk kepala Riska sebelum akhirnya bola lonjong kesayangan nya menyemburkan jutaan calon bibit unggul milik nya di gawang Riska.
Riska mencengkam erat punggung Ardi saat Ardi menghentak kencang sebelum akhirnya bola lonjong itu di keluarkan dari gawang milik Riska.
Ardi menggulingkan tubuh nya ke sisi kanan Riska dan kemudian memeluk tubuh polos istri nya dari belakang.
Seolah sudah menjadi candu nya, Ardi menge**** punggung polos Riska seraya memeluk perut Riska.
Tangan kanan nya sibuk mengusap perut Riska yangasih rata, sementara bib** nya mengumamkan do'a sambil sesekali menge**** pundak Riska.
" Jangan tidur dulu, kita bersih bersih dulu ". Riska mengangguk meletakkan kedua lengan nya di leher Ardi kala pria itu membopong tubuh nya beranjak dari kasur.
Riska merapatkan tubuh nya kedalam dada polos Ardi, sementara tangan kanan Ardi mengusap lembut pucuk kepala Riska, dan tangan kiri nya mengusapi punggung Riska hingga Riska pun terlelap menjemput mimpi nya.
Dan tak lama kemudian Ardi pun menyusul Riska menjemput mimpi nya.
🌷
🌷
__ADS_1
🌷
Sementara itu Reina tampak tengah duduk di sofa yang berada dalam kamar Putra. Selepas selesai acara resepsi, Mama Rani dan Putra meminta Reina untuk beristirahat di dalam Kamar Putra.
Sementara Putra masih menemui beberapa rekan kerja nya yang baru tiba dari luar kota.
Selepas membersihkan diri di kamar mandi yang berada di dalam kamar Putra, Reina lebih memilih untuk duduk di sofa panjang yang berada di dalam kamar di bandingkan langsung tidur di kasur.
Kamar yang di dominasi berwarna gelap itu tampak kontras dengan kasur berukuran king size dengan bertaburan bunga mawar merah yang di bentuk love.
Reina menghela nafas nya pelan, sorot mata nya sibuk memindai seisi kamar Putra yang termasuk rapi untuk ukuran kamar Pria. Tak ada foto yang menghiasi dinding kamar, hanya sebuah jam dinding dan sebuah kaligrafi bertuliskan Sayyidat Ayy Alquran bertinta dan berbingkai emas yang saling berdampingan.
Ceklek
Reina mengalihkan pandangan nya kearah pintu kamar yang terbuka. Tampak Putra berdiri di depan pintu dengan wajah lelah nya.
" Kamu belum tidur Rein? ". Tanya Putra saat berjalan memasuki kamar nya.
######################
T B C
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB