Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 96


__ADS_3

" Mama, nggak mau ngusap perut Aku juga? ". Ucap Riska lirih.


Amanda dan yang lain nya kecuali Ardi melihat Riska dan Ardi bergantian dengan kebingungan.


" Maksud Lo hamil Ris?. Kok bisa? ".


" Aduh. Sakit dodol ". Umpat Arsy kesal, karena tiba tiba saja Riska memukul lengan kanan nya.


" Ya bisa lah, orang Gue punya suami ". Sunggut Riska kesal.


Amanda menatap tak percaya kepada Riska. Kalau anak nya sedang hamil berarti Dia akan segera menjadi nenek.


Seutas senyum mengembang dari bibir Amanda, wanita itu kembali memeluk Riska dengan erat.


" Alhamdulillah. Selamat ya Sayang ". Amanda mengusap perut Riska dengan lembut, seraya mengumamkan sebait doa untuk cucu nya kelak.


" Wah, kaya nya Tante Manda bakal jadi NekMud neh ". Celoteh Lia yang seperti nya sejak tadi wanita yang tengah hamil itu bosan terdiam.


" NekMud? ". Amanda mengernyit kan kening nya bingung.

__ADS_1


" Iya Tante. Nenek Muda hahahha ". Jawab Lia tertawa sendiri sementara yang lain nya tampak terdiam tak mengerti.


Baru lah setelah Lia menghentikan tawa nya, mereka menyadari lelucon yang Lia ucapkan setelah bibir wanita hamil itu maju beberapa senti disertai wajah yang tertekuk kesal, karena tak ada yang menanggapi lelucon nya.


Tawa pun pecah bukan karena lelucon Lia, tapi karena melihat wajah Lia yang sudah bulat semakin bulat.


" Maaf sayang. Aku nggak ngerti kalau Kamu lagi ngelawak ". Ucap Juwono sambil tertawa kecil.


Lia mendengus kesal lalu berbisik " Kang Juwono. Kamu tidur di luar selama seminggu ".


Juwono pun langsung menghentikan tawa nya dan menatap memelas kepada istri nya.


Bisa dipastikan Pria itu akan tidak bisa tidur tanpa memeluk istri nya. Lebih tepat nya Pria itu tidak akan bisa tidur sebelum berbincang bincang dengan kedua jagoan nya.


" Ck, gituan aja di bahas. Yang penting inti nya Riska sedang hamil 4 minggu dan anak Kami kembar. Masalah gimana bisa jadi, itu nggak usah di bahas. Oke ". Ucap Ardi yang di angguki Riska.


" Ck. Nggak seru ". Protes Arsy Lia juga Reina bersamaan.


" Permisi Pak Putra, Kami harus segera membawa Bu Manda kembali ke Rutan ". Semua nya terdiam saat seorang sipir wanita meminta izin kepada Putra.

__ADS_1


" Oh iya. Baik lah kalau begitu ". Ucap Putra yang mengizinkanp kedua orang sipir kembali memborgol kedua tangan Amanda.


" Mama pergi dulu ya Nak. Jaga kesehatan ". Ucap Amanda.


" Mama juga, jaga kesehatan, InsyaAllah nanti Riska juga Bang Ardi akan menjenguk Mama ". Amanda tersenyum lalu mengusap lembut pucuk kepala Riska.


" Tante pamit ya Nanda. Sekali lagi maaf kan Tante ". Ucap Amanda yang di balas pelukan oleh Arsy.


" Saya titip Riska ya Ar ". Ucap Amanda kepada Ardi. Ardi mengangguk karena Dia bingung ingin memanggil Amanda dengan sebutan apa. Hal itu di karena kan usia mereka yang sebaya.


" Maafin Aku Ditya ". Bagas memundurkan langkah nya saat Amanda mendekati nya.


Amanda hanya bisa menghela nafas, sungguh sebenar nya Dia masih sangat berharap Bagas masih menyimpan rasa untuk nya.


Namun melihat Bagas yang menghindari nya dan sorot mata yang selalu tertuju kepada Arsy membuat Amanda menyadari, bahwa sudah tak ada kesempatan yang tersisa untuk nya.


" Karena Aku, Papa Daniel juga Bastian, Kamu juga harus kehilangan kedua orang tua juga nama baik Kamu ".


################

__ADS_1



JANGAN LUPA MAMPIR DI KISAH NYA RIANA DAN ANDREI YA


__ADS_2