
" Jangan bercanda Kamu Riska ". Bentak Ardi kesal.
Pekerjaan nya sudah menumpuk. Kasus Bagas melawan mertua nya akan segera memasuki persidangan dua hari lagi. Dan kini sang istri merajuk meminta cerai dari nya.
" Om yang jangan bercanda ". Bentak Riska tak kalah kesal.
" Buat apa Om menikahi Saya?. Kalau Saya hanya di jadikan pajangan buat Om ". Protes Riska.
" Sejak awal Om hanya kasian sama Saya kan, karena Saya adalah anak yang di buang oleh orang tua Saya, iya kan ? ".
" Jadi lebih baik kita hentikan pernikahan ini. Ceraikan Saya ".
Ardi tak menanggapi ucapan Riska, pria itu justru menarik paksa tubuh Riska dan kemudian memeluk nya dengan erat.
Riska yang menolak pelukan Ardi itu pun tak segan segan memukuli punggung Ardi, bahkan Ardi beberapa kali meringis menahan cakaran di punggung nya.
" Sampai kapan pun Abang nggak akan pernah ceraikan Kamu ". Ucap Ardi menangkup tubuh Riska semakin dalam ke pelukannya.
__ADS_1
" Tolong jangan pernah Kamu ucapkan kata cerai lagi Dek. Abang sakit dengar Kamu ngomong kaya gitu ". Riska menghentikan berontak dalam pelukan Ardi saat menyadari tubuh pria yang tengah memeluk nya itu tampak bergetar menahan tangis.
" Abang menikahi Kamu bukan karena kasihan. Abang menikahi Kamu karena Abang menyayangi Kamu, ingin melindungi Kamu dan selalu bersama Kamu ".
" Tapi kenapa Om nggak pernah mau nyentuh Aku ". Ucap Riska, Ardi tampak mengulum senyum kecil. Pria itu akhirnya sadar kesalahan nya selama ini, hingga membuat gadis nya merajuk.
" Kata siapa Abang nggak pernah nyentuh Kamu ". Riska memaksakan diri melerai pelukan Ardi, gadis itu melihat dengan heran kepada sang Suami.
" Kamu itu kalau tidur kaya kebo, di grepin kaya apa juga nggak bangun ". Ardi tersenyum usil kepada Riska, saat mengingat aksi nya pertama kali menjamah tubuh sang istri yang tertidur pulas.
" Kamu nggak inget, waktu Kamu ngeluh bangun pagi bawah Kamu sakit. Malah Kamu bilang sama Umi kalau Kamu haid terus tembus ke sprei ? ". Ardi kembali tersenyum kecil saat pertama kali pria itu menjebol gawang sang istri kala istri nya itu tidur dengan mengenakan lingerie berwarna merah, hingga membangkitkan na*** nya untuk menikmati tubuh sang istri yang tengah tertidur lelap.
" Tidur aja, des**** Kamu bikin Abang on, apalagi kalau Kamu melek, pasti nggak bakal puas Abang kalau cuma sekali ". Wajah Riska langsung memerah padam saat mendengar celotehan panjang Ardi.
Ternyata kebiasaan buruk nya tidur kebluk membuatnya sudah salah sangka dengan sang suami.
" Tunggu, jadi Om perk*** Aku lagi tidur ? ". Ardi menyentil kening Riska pelan, namun wanita itu tetap saja meringis karena di sentil Ardi.
__ADS_1
" Maka nya kalau tidur jangan kebluk. Di gre** sama di jebol gawang sampai mende*** masa nggak sadar ". Riska mencembikkan bi*** nya menanggapi ucapan frontal suami nya.
" Jadi Kamu ngambek dan anggap diri Kamu itu panjangan cuma gara gara Abang nggak nyentuh Kamu lagi melek gitu? ". Riska menundukkan kepala nya. Ardi yang gemas justru langsung menggendong tubuh Riska ala koala.
" Mau di sini atau di kamar? ". Bisik Ardi sesaat setelah melepaskan hijab sang istri dan mulai menyes*** leher jengang Riska yang selalu menjadi candu nya saat akan tidur.
" Apa sih Om, lepasin ish ". Protes Riska saat tangan Ardi mulai bergerilya di tubuh nya.
" Nggak bakal. Abang pingin liat wajah Kamu yang lagi melek gini gawang nya di jebol ". Bisik Ardi lalu meletakkan Riska di atas meja kerja nya.
Seperti pria itu sudah tidak kuasa menahan has*** nya untuk menjebol gawang sang istri di kala terjaga.
" Abbaaannnggg ... "
#############################
T B C
__ADS_1
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB