
Rafa menghela nafas panjang di hadapan seorang pria yang mengenakan kopiah hitam.
Sementara sang Ayah tampak duduk dengan tenang di sisi kanan nya. Sementara besan Ayah nya duduk manis di sisi kiri nya.
" Sudah siap Ananda Rafa? ". Seru pria berkopiah hitam yang kini sedang menatap tajam kearah Rafa sambil mengulurkan tangan kanan nya.
" Bismillahirrahmanirrahim. Insya Allah siap Pak ". Ucap Rafa lalu menggenggam tangan kanan pria berkopiah yang ternyata adalah seorang penghulu.
Tak berselang lama gemuruh kata Sah pun memenuhi ruang tamu yang hanya di hadiri oleh para sahabat Ayah juga Bunda nya.
Alea pun di pertemukan oleh pria yang beberapa jam yang lalu itu mengungkapkan isi hati nya, lengkap dengan permintaan dan permohonan nya kepada Alea yang akhir nya di terima oleh Alea, setelah gadis mempertimbangkan dan merundingkan kepada kedua orang tua angkat nya yang di saksi kan sendiri oleh Rafa.
Alea mencium punggung tangan kanan Rafa dan di lanjutkan dengan Rafa yang mengecup singkat kening Alea hingga membuat Alea menundukkan kepala nya menahan malu, setelah terdengar suara menggoda dari sahabat nya yang kini menjadi adik ipar nya.
" Ehm...Mana nih yang kata nya anti nikah muda apalagi sama anak kecil nikah nya ". Ejek Bisma yang hanya di tanggapi Rafa dengan malas.
__ADS_1
" Ehm... Ingat masih kecil, boleh di pegang, di cium tapi nggak boleh buka segel dulu, soal nya masih harus sekolah dulu ". Bisma meringis kala sang Mama menghadiahkan sebuah jeweran di telinga kanan nya.
" Kaya Kamu udah berani buka segel aja ". Tegur Mama Lia yang di balas senyuman menyeringai putra semata wayang nya tersebut.
" Emang Mama tau, kalau Mas udah buka segel nya Fira atau belum? ".
Pletak
Tanpa ampun Mama Lia menjitak dengan keras kening Bisma hingga membuat Bisma bukan lagi meringis, namun kedua sudut mata nya berhasil meloloskan beberapa bit or air mata karena menahan sakit sentilan sang Mama.
" Ma, please deh ah. Bisma itu udah cukup paham cara bermain cantik supaya Fira nggak hamil dan terus melanjutkan sekolah sampai selesai ". Mama Lia menatap horor Bisma yang memotong ucapan nya sebelum Mama nya menyelesaikan ucapan nya.
" Bisma ini laki laki normal Mah, punya has*** juga na*** apalagi udah punya yang bersertifikat halal, nggak salah kan kalau Bisma... ".
" Aduh Mama sakit ". Pekik Bisma kala mendapat jeweran sambil dan di tarik paksa menuju sang sahabat yang tengah asyik bercengkrama dengan sang putri juga sahabat nya yang lain.
__ADS_1
" Fira... Apa Bisma udah buka segel Kamu? ".
Uhuk uhuk
Fira yang sedang minum nya pun tersedak mendengar pertanyaan ekstrim Ibu mertua nya.
Fira menatap horor Bisma yang telinga nya masih di japit oleh tangan Ibu mertua nya. Kedua bola mata Bisma menatap penuh permohonan kepada sang istri.
Bunda Arsy pun menatap dengan tajam kepada Bisma yang hanya bisa menyengir ketakutan.
" Jadi benar Kamu udah buka segel? ". Bisma dan Fira hanya terdiam menanggapi pertanyaan Bunda Arsy.
Bunda Arsy pun menghela nafas pelan lalu menepuk punggung Bisma, hingga membuat Mama Lia melepaskan tangan nya dari telinga Bisma.
" Kamu berangkat ke Jogja sendiri, biar Fira dan Zahra sekolah di sini ". Bisma dan Rafa menggelengkan kepala nya tanda tak setuju.
__ADS_1
" Bunda nggak mau kedua anak Bunda sudah harus melahirkan di bawah umur. Sudah menikah di bawah umur masa mereka juga harus menjadi Ibu di bawah umur ". Ucap Arsy yang justru di tanggapi para sahabat juga suami mereka dengan tawa terbahak bahak.