Oh My Dosen

Oh My Dosen
Bab 102 Rafasya Ananda Bagaskara 2


__ADS_3

Byur


" Aduh... ".


Riska spontan langsung berdiri saat dari bagian bawah tubuh Arsy menumpahkan cairan bening.


" Chika... Pak Bagas ... Chika mau beranak ".


Bahas menghentikan kegiatan nya, Pria itu berlari secepatnya menuju tempat Arsy.


" Kelas bubar ". Ucap Bagas lantang dan hal itu membuat para mahasiswa dan mahasiswi pun segera bergerak merapikan perlengkapan juga alat tulis mereka sebelum keluar kelas.


Arsy menggelengkan kepala nya saat Bagas akan membopong nya.


" Sayang... ". Arsy tersenyum kecil.


" Udah nggak tahan lagi Mas, udah pengen ngeden ". Ucapan lirih Arsy membuat Bagas semakin panik.


Bagaimana bisa sang jagoan yang seharus nya lauching minggu depan, tapi minta sekarang launching nya.


Bahkan bayi nya ini tidak tahu tempat untuk launching nya.


" Iya tapi nggak di sini juga sayang ". Ucap Bagas.


" Permisi ". Bagas terdorong kesamping, sesaat ketika seorang wanita paruh baya dengan menggunakan jas putih mendorong tubuh nya pelan.


Wanita paruh baya itu menggelar sebuah kain putih di atas tubuh Arsy, sebelum memasukkan tangan nya untuk memeriksa jalan lahir.


" Pembukaan nya sudah sempurna ". Bagas semakin lemas saat mendengar ucapan sang wanita paruh baya tersebut, setelah melihat dengan seksama di area bawah Arsy.

__ADS_1


Tiba tiba saja sebuah bangkar dan beberapa dekat ruangan sudah menutupi Arsy, Bagas dan juga wanita paruh baya tersebut.


Seorang wanita muda tampak membersihan area di dalam selatan dengan menyemprotkan cairan pensetril ruangan, dan mempersiapkan alat alat untuk proses melahirkan.


" Pak Bagas tolong angkat tubuh Arsyka ke atas bangkar ".


Tanpa menunggu waktu lagi Bagas pun mengangkat tubuh Arsy ke atas bangkar.


" Arsyka miring ke kiri sedikit, ingat mengejan kalau Bu Wita suruh, jangan mengejan kalau belum Ibu suruh ". Arsy mmenganggukan kepala nya pelan.


" Tarik nafas, buang ". Bisik Bagas namun hal itu justru membuat Arsy kesal.


" Bukan nya bacain do'a malah suruh tarik nafas ". Ucap Arsy kesal.


Bu Wita dan asisten nya hanya tersenyum saat melihat dosen muda yang terkenal tampan namun dingin itu hanya pasrah dengan kelakuan istri nya.


" Ayo Arsy mengejan ".


Bu Wita tersenyum lalu mengangguk kepada Arsy dan kemudian Arsy pun kembali mengejan.


Oek... Oek... Oek...


" Alhamdulillah ". Gumam Bagas, Arsy, Bu WIta juga asisten Bu Wita bersamaan.


" Selamat ya Baby Boy wajah nya mirip Ayah nya ".


Bu Wita segera memberikan baby Arsy kepada Asisten nya. Dengan sigap Asisten Bu Wita membersihkan Bayi Arsy dan kemudian membungkus nya dengan selimut.


" Asal jangan sikap nya kaya Ayah nya Bu ". Ujar Arsy membalas ucapan Bu Wita.

__ADS_1


Bagas pun memasang wajah cemberut menanggapi ucapan Arsy, hingga Bu Wita pun tersenyum.


" Justru bagus dong kalau suami Kamu itu dingin juga jutek sama orang lain ". Ucapan Bu Wita membuat Bagas tersenyum dan Arsy mengangguk pelan.


" Iya juga sih Bu, jadi nggak ada wanita lain yang berani deketin ". Bu Wita dan Asisten nya tertawa mendengar penuturan Arsy.


" Selamat ya Arsyka ". Asisten Bu Wita menyerahkan baby Arsy dan Bahas kepada Bagas.


" Terima Kasih Bu Rina ".


" Di azan kan dulu ya Pak ".


' Kalau begitu, sebentar Bu, Saya mau berwudhu dulu ". Bagas pun menyerahkan Baby nya kepada Arsy. Dan kemudian bergegas keluar dari ruang kelas.


Arsy menerima Baby Boy nya dengan hati hati, dan meletakkan nya di atas dada nya, sementara sang Baby boy mulai mencari cari sumber kehidupan baru nya di dunia.


Setelah berwudhu Bagas pun kembali ke ruang kelas dan mengazankan putra pertama nya.


" Kita ke Rumah Sakit sekarang Bu? ". Tanya Bagas, Bu Wita setelah selesai membisikkan azan dan iqamah di telinga kanan dan kiri putra nya.


" Kita ke ruang kesehatan saja Pak. Tidak ada yang berbahaya pada Arsyka juga Baby nya. Jadi nggak perlu ke Rumah Sakit lagi ".


Bagas hanya bisa pasrah dengan keputusan Bu Wita.


" Bapak tenang saja, fasilitas kesehatan di ruang kesehatan sudah di sesuai kan dengan standar Klinik Fasilitas Kesehatan Pertama BPJS, jadi Insya Allah, sudah sama dengan fasilitas melahirkan di Bidan ".


" Iya Mas, Aku kan pernah ke ruang kesehatan. Udah enak. Jadi nggak usah ke Rumah Sakit lagi ".


" Iya. Cinta banget sih sama Kampus sampai melahirkan saja di Kampus ". Ucap Bagas lalu mengecup kening Arsy dengan lembut.

__ADS_1


" Pasti nya dong. Apalagi sama dosen nya yang satu ini ". Ucapan Arsy membuat wajah Bagas menjadi merah dan hal itu membuat Bu Wita dan Bu Rani mengulum senyuman mereka.


" Oh My Dosen ". Bisik Arsy saat Bagas kembali mengecup kening nya


__ADS_2