
Arsy mengedipkan kedua kelopak berkali di hadapan sang suami yang sedang melipat kedua tangan nya sebatas dada.
" Please Mas, kasih bocoran dikit aja ". Kali ini kedipan nya di iringi dengan rengekan manja.
" Itu nama nya curang ". Ucap Bagas tegas.
Arsy menghela nafas pasrah. Seperti nya wanita hamil itu memang harus membuka buku makalah pelajaran Bagas.
Dengan langkah gontai, Arsy pun akhir nya mendudukkan tubuh nya di kursi belajar kamar mereka.
" Kalau ada yang nggak ngerti Kamu bisa tanya. Tapi untuk bocoran soal, maaf Mas nggak bisa kasih tau Kamu ". Arsy mengangguk pelan saat Bagas mengusap lembut pucuk kepala nya yang tidak berhijab.
" Ish... Mas Bagas sanaan ah. Ganggu tau ". Protes Arsy saat Bagas memainkan rambut Arsy yang tergerai dengan memilin nya.
" Bau nya enak sayang ". Arsy menggeliat kala tangan menyingkap rambut panjang nya ke sisi kiri, dan kemudian menghirup aroma yang menguar dari ceruk Arsy.
" Mas Bagas. Jangan ganggu ah. Nggak tau apa kalau Aku lagi belajar buat tes besok ". Arsy menjauhkan wajah Bagas dari ceruk leher nya dan kemudian berusaha untuk berkonsentrasi belajar lagi.
" Sebentar aja Dek ". Rengek Bagas.
__ADS_1
Tanpa Bagas sadari, Arsy menyeringai kan senyuman dengan sangat tipis.
" No. Aku nggak mau kalau pas besok tes nilai Aku jelek ".
" Kamu belum tau aja Dosen itu Mas. Selain galak dia juga pelit nilai ". Bagas mendengus kesal mendengar curhat an Arsy.
" Lagi pula, memang Mas mau menghadap DosGanSum kesayangan Aku itu?. Nggak kan?. Jadi mending sekarang duduk yang manis. Liatin Aku lagi belajar. Nanti kalau ada yang nggak Aku ngerti Aku nanya sama Mas. Ok " . Arsy mengakhiri celotehan nya dengan menghadiahkan Bagas sebuah kecupan di pipi kanan suami nya itu.
"Udah ih, sana dulu ". Arsy mendorong tubuh Bagas agar sedikit menjauh dari nya.
Seperti sang istri benar benar ingin berkonsentrasi belajar, jadi semua godaan yang Bagas lancarkan tidak berpengaruh apa pun terhadap nya.
🌷
🌷
🌷
" Pelit apaan. Gue aja nggak di kasih bocoran soal nya apaan ". Balas Arsy.
__ADS_1
" Bohong banget Lo nggak mungkin Pak Bagas nggak ngasih bocoran ". Sunggut Lia kesal.
Arsy pun menoyor kening Lia, hingga wanita itu menatap Arsy dengan singit.
" Lo pikir, gara gara Gue istri nya, suami Gue ngasih bocoran soal gitu? ".
" Heh, Pa'ul, laki Gue nggak bakalan mau ngasih bocoran soal. Buat Dia kejujuran itu adalah hal yang paling utama ". Ucap Arsy. Lia memutar malas kedua bola mata nya menanggapi ucapan Arsy.
" Berisik Lo pada ". Protes Reina dan Riska bersamaan.
" Cabut ah. Babang Bebeb Gua udah nungguin ". Ucap Riska lalu meletakkan tas ransel nya di bahu sebelah kiri nya.
" Bareng Ris. Kaya nya Mamas bareng sama Om Ardi dateng nya ". Reina pun bersiap ikut dengan Riska.
" Lo pada mau balik apa masih mau di sini? ". Tanya Riska saat melihat kedua sahabat nya yang tengah hamil itu masih santai duduk di kelas.
" Balik lah ". Jawab Arsy dan Lia bersamaan.
" Ya Lo rapiin lah perabotan Lo. Buruan deh. Lelet Lo pada ". Ucap Riska kesal.
__ADS_1
" Astaghfirullah Riska. Biar begini begini Gue kakak Lo ya. Lo harus menghormati Gue tau nggak ". Riska memutar malas kedua bola mata nya mendengar protes Arsy.
" Ya ampun Kakak. Buruan di beresin ". Arsy dan Lia pun merapikan peralatan tulis mereka dan memasukkan nya kedalam tas ransel mereka. Hingga akhir nya mereka pun akhir nya keluar kelas.