
" Kopi nya Bang ". Riska meletakkan secangkir kopi di meja ruang kerja Ardi.
" Makasih ". Ucap Ardi tanpa mengalihkan pandangan nya dari berkas yang berserakan di atas meja kerja nya.
Riska melirik jam dinding yang bertengger di sudut ruang kerja Ardi di kediaman mereka. Jam sudah menunjukkan pukul 23:00. Sudah hampir 3 jam Ardi berdiam diri di dalam ruang kerja nya sejak pulang dari resepsi Putra dan Reina, namun Pria itu masih saja tetap berjibaku dengan tumpukan berkas.
Riska menghela nafas nya pelan. Sudah hampir sebulan mereka menikah, namun belum pernah sekali pun Ardi meminta hak nya sebagai seorang suami.
Bahkan tak jarang Ardi lebih memilih tidur di ruang kerja di bandingkan tidur di kamar mereka. Kalau pun tidur dalam satu kamar Pria itu lebih memilih tidur di sofa.
Riska bukanlah seorang gadis yang polos, apalagi berteman dengan Arsy dan juga Lia yang sudah menikah, tentu saja pembahasan masalah diatas ranjang kerap menjadi bahan pembicaraan mereka.
Walau pun tidak membahas secara langsung, pembicaraan menjurus terkadang menjadi pembicaraan yang menarik untuk di bahas.
Ketika membahas tentang Dia dan Ardi, Riska terpaksa berbohong kalau mereka pun juga melakukan hal yang sama seperti pasangan suami istri lain nya.
Namun mau sampai kapan Dia bisa menutupi nya. Bukan tak pernah menggoda sang suami, sudah berkali kali Riska menggoda Ardi dengan mengenakan pakaian seksi yang di saran kan dia sahabat mesum nya, namun lagi lagi, kedua mata Ardi bahkan tak pernah melirik penampilan seksi nya.
Seperti nya berkas berkas perkara lebih menarik dan seksi di mata nya di bandingkan tubuh seksi sang istri.
__ADS_1
" Bang ". Panggil Riska pelan.
" Hem ". Ardi hanya menyahut dengan deham kecil tanpa mengalihkan pandangan nya berkas yang sedang di susun nya.
Riska menarik nafas nya dalam dalam. Rasa nya berat ketika Dia harus mengucapkan kalimat yang sudah berada di dalam benak nya sejak beberapa hari yang lalu.
Namun melihat sikap Ardi yang semakin hari semakin menghindari nya, seperti nya kalimat ini memang harus dia utarakan kepada sang suami.
" Bang ". Panggil Riska lagi, namun lagi lagi hanya deham yang Ardi ucapkan.
" Mari kita bercerai ". Ardi menghentikan gerakan tangan nya lalu mengalihkan pandangan nya kepada Riska yang kini sudah berdiri di hadapannya.
" Jangan bercanda Dek ". Ardi tampak tak menganggap serius ucapan Riska. Pria pun kembali merapikan berkas yang sedang di susun nya.
" Aku nggak bercanda Om ". Ardi menghentikan kembali gerakan tangan nya kala mendengar panggilan nya berubah.
" Mari kita bercerai ". Ucap Riska sambil mengeratkan genggaman di kedua telapak tangan nya.
" Kamu kenapa ? ". Ardi meletakkan dengan kasar berkas yang sudah di susun nya. Di hampir nya Riska hingga mereka hanya berjarak beberapa langkah saja.
__ADS_1
" Om yang kenapa ". Balas Riska, Ardi mengernyitkan kening nya tanda tak mengerti.
" Kenapa Om menikahi Saya ?. Apa hanya karena kasihan kepada Saya? ". Ucap Riska dengan nada bergetar.
Ardi semakin mendekatkan tubuh nya kepada Riska. Namun setiap Ardi maju selangkah, Riska akan mundur selangkah.
" Apa maksud Kamu ? ". Ardi mencoba memegang tubuh Riska, tapi gadis itu menepis nya dengan kasar.
" Mari kita bercerai ". Ucap Riska lantang sambil menatap tajam kepada Ardi.
" Jangan bercanda Kamu Riska ". Bentak Ardi kesal.
######################
TBC
JANGAN LUPA DI LIKE JUGA KOMEN YA
SEE YOU NEXT BAB
__ADS_1