
Amanda hanya bisa menghela nafas, sungguh sebenar nya Dia masih sangat berharap Bagas masih menyimpan rasa untuk nya.
Namun melihat Bagas yang menghindari nya dan sorot mata yang selalu tertuju kepada Arsy membuat Amanda menyadari, bahwa sudah tak ada kesempatan yang tersisa untuk nya.
" Karena Aku, Papa Daniel juga Bastian, Kamu juga harus kehilangan kedua orang tua juga nama baik Kamu ".
" Aku berjanji akan membongkar semua nya agar nama Kamu bisa kembali bersih. Dan juga mendapat keadilan serta pertanggung jawaban atas kematian kedua orang tua Kamu dari Papa Daniel ".
Bagas hanya mengangguk menanggapi ucapan Amanda. Dia justru langsung menghampiri Arsy yang masih terduduk di bangkar Riska dan kemudian mengecup pucuk kepala Arsy dengan lembut, hingga membuat Arsy menenggelamkan kepala nya di perut Bagas.
Amanda pun berjalan meninggalkan ruang IGD dengan diapit oleh dua sipir yang sejak dari pengadilan mengawal nya.
" Semoga saja, keterangan Amanda bisa membuat Daniel mendekam seumur hidup di penjara ". Ucap Putra.
" Ouch. Sakit sayang ". Rintih Putra saat Reina mencubit kecil pinggang nya.
__ADS_1
Reina memberikan kode dengan mengarahkan dagu nya kearah Riska yang tengah tertunduk mendengar ucapan Putra
" Maaf kan ucapan Saya ". Ucap Putra menyesal kepada Riska.
Reina berdecak kecil, karena sang suami terlihat kaku saat meminta maaf.
" Maafin omongan Mas Putra ya Ris ". Reina menghampiri Riska dan kemudian memeluk nya dengan erat.
" Apa yang di ucapin Pak Putra benar kok. Jadi nggak usah minta maaf ". Membalas pelukan Reina dengan erat.
" Baik Papa Daniel, Papa Bastian juga Mama Manda memang sudah seharus nya menerima hukuman yang setimpal atas semua perbuatan mereka ". Ucap Riska lirih.
'' Udah jangan sedih lagi. Kasian para bayi kita kalau Mama nya pada sedih begini. Huaaaaaaaaaa ". Lia yang merangsek langsung memeluk Arsy, Riska juga Reina.
Keempat nya pun berpelukan dengan erat sambil menangis dan tak lama kemudian tangis itu hilang berganti dengan tawa ketika mereka menyadari posisi berpelukan mereka.
__ADS_1
" Kita udah kaya teletubbies ya ". Tawa ke empat nya kembali pecah, mana kala mereka berucap sama secara bersamaan.
Para suami pun hanya bisa menggeleng pasrah melihat kelakuan para istri kecil mereka yang bisa tertawa setelah beberapa saat lalu menangis.
" Siap siap di repotin sama si ngidam ya Ar ". Bagas menepuk nepuk punggung kanan Arfi sedikit keras. Ardi hanya menghela nafas pasrah.
" Selamat bergabung di club Sugar Daddy Hubies ". Juwono menepuk punggung kanan Putra hingga Putra menatap Juwono dengan tajam.
Namun seperti Juwono terlihat acuh, bukti nya Pria itu malah tersenyum kecil melihat tatapan Putra. Putra bergidik ngeri, ketika Putra teringat bahwa Juwono sempat menjadi seorang Miss selama 10 tahun.
Bagas tertawa kecil melihat wajah Putra yang ketakutan kepada Juwono. Hingga Bagas pun menepuk punggung Putra.
Putra mengalihkan pandangan nya kearah Bagas. Bagas merangkul bahu Putra.
" Tenang aja, Dia udah ada pawang nya jadi udah insyaf ". Ucap Bagas namun tetap saja membuat Putra bergidik ketika berdekatan dengan Juwono.
__ADS_1
" Hanya waspada aja Dit ". Ucap Putra yang justru mengundang tawa nya.
" Nasib mu Juju, udah insyaf masih aja ada yang takut ". Juwono tampak terkejut kala Bagas menepuk keras bahu nya.