
" Kamu tenang aja. Ayah Aku pasti bakalan bantuin Kamu Lea ".
Alea hanya bisa mengangguk pasrah menjawab ucapan Fira.
Bagas melangkahkan kaki nya menuju ruang keluarga. Arsy, Rafa, Fira juga Alea pun berdiri menyambut kedatangan Bagas.
" Assalamu'alaikum dulu Ayah ". Tegur Arsy lalu mencium punggung tangan Bagas, di ikuti Rafa, Fira serta Alea bergantian.
" Assalamu'alaikum Bunda ". Ucap Bagas lalu mengecup kening Arsy hingga membuat kedua buah hati mereka memutar malas kedua bola mata mereka.
" Waalaikumsalam Ayah ". Sahut Arsy yang langsung mengajak sang suami untuk duduk berdampingan dengan nya.
Sementara Alea tampak canggung melihat kemesraan yang di perlihatkan kedua orang tua sahabat nya tersebut.
" Awas aja kalau sampai punya adik lagi ". Gerutu Fira saat mendudukkan tubuh nya kembali di samping Alea.
" Kenapa?. Usia Bunda masih bisa kok punya Baby lagi ". Goda Rafa yang memang paling senang meledek adik nya.
" Pokok nya Aku nggak mau punya ade ". Protes Fira. Yang hanya di balas gelengan kepala kedua orang tua nya.
" Ehm. Sudah nggak udah bahas punya ade lagi atau nggak. Kalau Allah ngasih Kamu punya Ade lagi Kamu bisa apa Sayang? ". Bibir Fira semakin mengerucut saat sang Ayah mengeluarkan ucapan nya.
__ADS_1
" Ini siapa? ". Tanya Bagas memperhatikan Alea dengan seksama.
" Ini Alea sahabat Ade di sekolah Ayah. Itu lho yang suka Kau ceritain ke Ayah sama Bunda ". Jawab Fira. Bagas menganggukkan kepala nya mendengar jawaban Fira.
" Ayah, Alea boleh kan tinggal di sini ". Rengek Fira mengapit lengan kiri Alea.
" Alea pasti punya keluarga Dek ". Ucap Bagas.
" Tapi bukan keluarga kandung Yah, lagi pula mereka jahat sama Alea Yah ". Ucap Fira.
" Darimana Kamu tau, kalau keluarga Alea jahat? ". Fira menggaruk belakang leher nya yang berbalut hijab.
" Tadi Aku juga beberapa guru ke rumah Alea, niat nya mau jenguk Alea, karena sudah beberapa hari Alea tidak masuk sekolah. Tapi ". Fira menggantung ucapan lalu menghela nafas nya pelan.
" Tapi, Ade yakin Alea pasti punya alasan kenapa dia kabur setelah memukul Ayah tiri nya. Iya kan Lea? ". Ujar Fira menatap Alea penuh harap. Alea menganggukkan kepala nya pelan.
" Kalau Bunda boleh tau, kenapa Alea kabur setelah memukul Ayah nya Alea? ". Tanya Arsy lembut.
Alea tampak meremas dengan kedua telapak tangan nya dengan erat, Arsy yang melihat hal tersebut segera menghampiri Alea dan duduk di sebelah kiri Alea.
Dengan lembut Arsy merangkul baju Alea dan mengusap baju gadis mungil itu dengan lembut.
__ADS_1
" Ceritakan sama Kita, sehingga mungkin Kami bisa membantu Kamu keluar dari masalah Kamu saat ini ". Tubuh Alea bergetar menahan tangis yang sudah di tahan nya sejak lama.
Arsy meraih tubuh Alea dan memeluk nya seraya menepuk nepuk pelan bahu Alea yang tengah bergetar mengurai tangis di dalam pelukan Arsy.
" Ayah berusaha memperkosa Alea Bunda ". Ucap Alea lirih.
" Karena itu Alea pukul kepala Ayah pakai asbak sampai berdarah lalu Alea kabur dari rumah ". Bagas dan Rafa tampak menghela nafas kesal mendengar penuturan Alea.
" Lalu, sekarang dimana Ayah Kamu berada? " Tanya Bagas yang di balas Alea gelengan kepala pelan.
" Tadi Abang yang bawa Alea pulang Yah ". Bagas membulatkan mata nya menatap ke arah Rafa yang baru selesai berucap.
" Abang sempat bertemu dengan Ayah Tiri nya Alea Yah. Dan seperti nya apa yang Alea ceritakan benar ada nya ". Ucap Rafa hingga membuat Bagas membenarkan posisi duduk nya.
" Maksud Abang? ". Tanya Bagas menatap penuh tanya kepada Rafa.
Rafa pun mulai menceritakan awal mula pertemuan nya dengan Alea. Bagas tampak menyimak cerita Rafa dengan seksama.
" Apa ada saksi yang melihat perlakuan Ayah tiri Kamu Alea? ". Tanya Bagas. Alea yang mulai tenang tampak sudah melarai pelukan nya kepada Arsy.
" Tidak ada Om. Waktu itu masih pagi. Alea baru saja selesai membuat sarapan dan hendak berangkat sekolah. Lalu tiba tiba Ayah pulang dalam keadaan mabuk, dan langsung menarik Alea masuk ke dalam kamar, lalu... ".
__ADS_1
" Alea.... ".