Open Your Eyes (OYE)

Open Your Eyes (OYE)
2


__ADS_3

Wattpad : @Kim_Aretha


Malam ini Zeza memakai dress hitam selut. Lengkuk tubuhnya tercetak jelas. Kulit bak polesannya terekspos.


Dengan anggung dia duduk di dekat kedua orang tuanya. Meskian kedua orang tua Zeza sudah tua, tetapi mereka terlihat cantik dan gagah.


"Bunda, Ayah, aku tidak tahu kenapa kalian gencar sekali menjodohkanku," ujar Zeza dingin.


"Apa kamu mau jadi perawan tua?" tanya Yuna kepada anaknya.


"Aku bisa mencari pendamping hidupku sendiri, Bunda."  Zeza menahan letupan emosi dalam dadanya.


"Berapa kali Bunda mendengar ucapanmu, semua nihil." Zeza membenarkan dalam hati ucapan bundanya. Namun, dia tidak ingin dijodohkan.


"Jangan membantah ucapan Bundamu, Zeza. Ayah dan Bunda tidak menjodohkan dengan sembarangan orang." Heseok membuka suara melihat perdebatan antara istri dan anaknya.


"Baiklah, aku harap dia bisa hidup jika bersamaku." Yuna menghela napas mendengar suara dingin putrinya. Dia berharap Zeza tidak merencanakan hal buruk kepada suaminya kelak.


Ting-tong.


"Mereka datang," ujar Yuna.


Keluarga Jung datang, siapa lagi kalau bulan Jungkook dan Aeri. Mereka berdua terlihat serasi dengan warna biru malam yang melekat pada tubuhnya.


"Silakan duduk," ujar Heseok kepada tamunya.


"Terima kasih," ujar Aeri.


Zeza mengakat wajah mendengar suara Aeri. Dia juga menyukai pribadi Aeri yang begitu hangat.


Zeza memutuskan memanggil Aeri sebagai Aunty saja.


"Aunty," ujarnya tenang. Meski Zeza kaget, dia tidak akan menunjukkan ekspresi lainnya.


"Bagaimana kabarmu, Nak?" tanya Aeri hangat.


"Buruk, aku tidak suka terjebak di sini." Zeza memilih jujur membuat Yuna menghela napas sabar.


"Hahahaha, kamu memang Zeza." Jungkook tertawa membuat mereka ikut tertawa. Zeza tetap bersikap santai dan tenang.


Seorang pria masuk membuat mereka menoleh. Zeza dan pria berbaku toxedo itu sama-sama kaget.


"Lo!" ujar Levin marah.


"Levin," tegur Aeri. Levin duduk di dekat ibunya dan menatap tajam Zeza yang menatapnya datar.


Levin tidak segang menyembunyikan tatapan belati miliknya.


"Ekhm, apa kalian sudah saling mengenal?" tanya Heseok.

__ADS_1


"Iya, dia  lelaki tua yang aku temui di kantor Ryung," ujar Zeza membuat Jungkook menahan tawa. Heseok meringgis dalam hati.


"Apa?! lo wanita tua jelek!" Levin gatal ingin mengambil pistolnya di rumah dan menembak kepala Zeza.


"Sudah cukup." Aeri melarai keduanya."Kalian tahu kenapa dipertemukan di sini?" tanyanya.


"Mommy, jangan bila--"


"Kalian di jodohkan." Zeza tampak tenang saja di tempatnya. Levin menekan rahangnya keras. Dijodohkan dengan gadis itu? Jangan bercanda.


"Kenapa harus dia dari sekiab banyaknya manusia di negara, benua dan planet, Mom?" tanya Levin membuat Zeza tersinggung tapi gadis itu tetap tenang. Zeza sangat pintar mengendalikan dirinya.


"Apa dia perawan tua yang harus dijodohkan denganku?" tanya Levin dingin membuat Aeri ingin mengutuk putra tampannya.


"Levin, kamu yang sopan," tegur Jungkook.


"Tidak, Uncel. Aku rasa  ... perjodohan ini dilakukan karena dia hanya lelaki tua yang kesepian," ujar Zeza sakras.


Yuna, Heseok, Aeri dan Jungkook menganga tidak percaya melihat keduanya. Mendadak mereka pening memikirkan perjodohan antara Zeza dan Levin.


"Keputusan kami bulat, kalian dijodohkan." Jungkook dan Heseok sepakat tetap melanjutkan perjodohannya.


"Kalian tidak perlu mengurus banyak hal, biar kami yang mengurusnya," ujar Aeri.


"Kalian akan menikah seminggu lagi," ujar Heseok membuat Levin mengepalkan tangannya. Mendadak sekali, dan bahkan  mereka sudah menyiapkannya.


"Terserah," ujar Levin marah.


"Sudah, Sayang. Biarkan dia mendingikan pikirannya," ujar Jungkook merengkuh istrinya.


Zeza sama keberatannya dengan perjodohan ini. Jangan bayangkan dan harapakan dia seperti di tranovela, dia tidak akan membuat hitam di atas putih.


"Ayo kita makan malam." Mereka beranjak ke meja makan.


***


Levin sampai di rumahnya setelah memesan taksi. Wajahnya memerah padam.


"Levin!" teriak Ryung di atas balkom. Levin mendongak dan melihat Ryung bersama ketiga anaknya.


"Uncel! Kemarilah!" panggil Gata.


"Have fun! Bergabunglah!" ajak Gita.


"Uncel! Kita minum-minum!" teriak Ryuka sambil memperlihatkan botol winenya.


Levin menghela napas berat dan melangkah ke rumah sebelah rumahnya.


Dia masuk dan dan berjalan ke kamar Ryuka. Pantas saja mereka bebas minum, Eunbi sudah tidur.

__ADS_1


"Wajah lo ditekuk mulu," ujar Ryung.


"Uncel lagi patah hati?" tanya Gata sambil menyodorkan minuman kepada Levin.


"Ck, gua dijodohin," ujarnya kesal.


"Pffhhhahahahha!" Ryung dan ketiga anaknya terbahak keras. Mood Levin makin buruk.


Melihat wajah kesal Levin membuat mereka berusaha menahan tawanya.


"Fhhh ok  ... lo dijodohin sama siapa?" tanya Ryung.


"Zeza."


Tawa mereka kembali meledak. Bahkan sudut mata Ryung basah akibat tertawa keras.


"Hahaha kelamaan sendirian lo," ujar Ryung membuat Levin memukul kepalanya.


Plak!


"Awhhh anjir sakit!" Ryung mengaduh sakit.


"Zeza gak buruk-buruk banget," ujar Gata sambil **** senyum.


"Dia itu spesies Aunty Jena, Uncel," timpal Ryuka.


"Mereka beda, Jena baik orangnya, Zeza mirip Ibu Kosan," ujar Gita.


"Lo terima aja dulu, Ryeong juga dijodohkan sama Keyra buktinya mereka bahagia, punya anak dan saling cinta."


"Lo pikir aja, Zeza sama Keyra beda. Keyra ibarat anak kucing, penurut, kalau Zeza ibarat kucing liar, mengamuk kapan saja."


"Hahahaha!" Mereka kembali tertawa. Levin mendengus kesal dan pergi. Dia hanya jadi bahan tertawaan mereka.


Levin meninggalkan rumah Ryung dan kembali ke rumahnya. Dia hendak berjalan ke lantai dua tetapi ekor matanya menangkap siulet bayangan seseorang.


Levin menoleh dan matanya menyalang.


"Ngapain lo di rumah gua?!"


Gadis itu hanya menyeringai kecil.


"Selain lelaki tua, ternyata itu bodoh," ujarnya tenang.


Levin mendekat dan menatap tajam wanita di hadapannya.


"Akan kubuat pernikahan ini seperti neraka," desis Levin membuat gadis itu tertawa santai.


TBC

__ADS_1


Jejak :)


__ADS_2