
Sejam berlalu tetapi mata gadis itu tak berhenti menatap berkas-berkas di hadapannya.
Wajahnya terlihat datar dan auranya dinging. Laporan keuangan di bulan september mengalami penurunan. Dia yakin laporan perusahannya baik-baik saja, pasti ada penggelapan dana.
Dia mendial nomor sekertarisnya.
Tutt ....
"Panggilkan Bihun Manger Keungan."
Yeri melaksanakan tugasnya dengan cepat. Dia mendengar suara Bosnya seperti ingin memakan orang saja.
Tok-tok.
"Masuk!"
Suara tegas itu membuat tubuh Bihun gemetar. Dia menunduk hormat kepada atasannya.
"Jelaskan keungan bulan ini. Bagaimana bisa laporannya baik-baik saja, tetapi kita mengalami kerugian besar." Bihun menenguk ludahnya takut. Kakinya mulai gemetar. Semua itu tak luput dari penglihatan gadis itu.
Ucapan to the pointnya membuat Bihun pucat pasi. Berbohong di hadapan atasannya ini bukan hal yang mudah.
"Jawab!"
"I--itu ...."
Zeza mengkat kedua tangannya. Dia beranjak santai di kursi kebesarannya.
"Saya ingin mendengar besok kabar baiknya."
Bihun mengangguk takut."Kamu boleh pergi," ujar Zeza membuat laki-laki itu secepat kilat pergi.
Zeza menghela napas. Menjadi CEO itu tidak mudah. Zeza juga memikirkan nasib pernikahannya dengan Levin.
Kegaduhan di luar membuat Zeza berjalan santai keluar. Di sana seorang gadis menatapnya tajam. Memberontak ingin dilepaskan.
"Dasar pelakor! Levin itu milikku!" Acara pernikahan Levin dan Zeza sudah tersebar luas.
__ADS_1
"Siapa gadis ini?" batin Zeza.
"Lepaskan dia." Zeza bersikap tenang saat gadis itu berang kepadanya. Zeza tidak akan pernah membiarkan orang berteriak kepadanya, dialah yang harus berteriak.
Semua karyawannya menatap Zeza takut. Suara hig hels Zeza menggema. Tidak ada raut marah di wajahnya.
"Akh!"
Suama tercengat saat Zeza mengcekik leher gadis itu. Dia bahkan tidak menunjukkan raut apapun kecuali raut datar.
"Akhhhh bbb--bicthh," desis gadis itu.
"Akhhh!"
"Zeza!" teriak seorang yang tak lain adalah sahabatnya, Guar.
"Satpam! Usir gadis ini." Guar menarik Zeza lembut. Sahabatnya terlihat mengerikan saat marah, bukan karena wajahnya tetapi karena tidak ada raut wajah sama sekali yang ia tunjukkan.
Zeza dan Guar masuk di dalam ruangan Zeza. Guar menyunggingkan senyum saat sahabatnya tidak berubah sama sekali.
"Undangan pernikahanku mengejutkanku," ujar Guar sambil menatap senduh Zeza.
Zeza menatap Guar lembut. Dia dan Guar memang sahabatan, tetapi ada kisah rumit yang sulit ia jelaskan.
Guar mendekat ke arah Zeza dan posisinya terlihat dari belakang saling berciuman.
Brak!
Pintu terbuka dan kedua pria di sana diam mematung. Zeza dan Guar menoleh.
"Ekhm, bisakah kami masuk?"
Zeza mengangguk dingin.
***
Zeza POV
__ADS_1
Aku tidak tahu jelas apa pikiran kedua pria di hadapanku. Aku tidak berinisiatif menjelaskannya. Toh untuk apa?
Pria itu sejak tiga hari yang lalu tidak pernah berubah. Matanya menatapku datar.
"Zeza sepertinya aku pergi dulu. Jangan lupa makan, Sweaty," ujar Guar yang aku angguki. Aku bukannya tidak sadar kedua pria itu menatapku sejak tadi.
Setelah pintu tertutup rapat. Ryung bertanya kepadaku.
"Sweaty?" tanyanya.
"Dia sahabatku, Guar Willy." Aku menjelaskannya, biar bagaimanapun sudah kukatakan, aku tidak akan membiarkan pernikahan ini menghancurkan reputasiku.
"Baiklah, ini produk yang sesuai denganmu, berkelas dan tentu saja produknya cocok denganmu," ujar Ryung menyodorkanku lembaran gambar.
Ini memang cocok denganku. Berkelas dan tentunya elegan.
"Kamu bisa membicarakan pada Teri-Managerku."
"Sepertinya pemotretanmu harus ditunda minggu ini karena sebentar lagi kamu menikah."
"Baiklah, sehari setelah aku menikah." Levin mendengus membuatku menatapnya.
"Hem, jika kamu ingin Grandma syok maka lakukan itu," ujar Ryung kepadaku.
"Baiklah, aku akan mengambil cuti dua hari."
"Kami berdua pergi dulu." Ryung berdiri membuatku ikut berdiri. Ryung menatapku lekat." Jangan permalukan keluarga, Zeza," ujar Ryung dan aku tahu betul jika Ryung menegurku soal tadi.
"Aku tahu apa yang harus aku lakukan."
Mereka meninggalkan ruanganku. Levin sama sekali tidak memandangku. Aku memejamkan mata begitu rasa penasaran mengusikku. Aku ingin tahu pikirannya soal tadi.
TBC
Jejak, buruan baca guys 😂 jangan jadi sider 😁
Purple Arthas 😘
__ADS_1