Open Your Eyes (OYE)

Open Your Eyes (OYE)
6


__ADS_3

Bukankah setelah menikah biasanya pengantin baru akan merasakan indahnya pagi dengan selimut yang sama dan berbagi kehangatan? Tetapi Zeza dan Levin berbeda, mereka malah pisah ranjang. Bukan berbagi kehangatan, Levin membuat istrinya merasa kedinginan.


Zeza bangun dari tidurnya dan menatap jam di ponselnya. Zeza merenggekkan ototnya yang terasa kaku. Siapa yang bisa tidur di sofa tanpa selimut? Dia bahkan merasa matanya berat sekali.


“Harus kubawa ke mana perniahan ini?” gumam Zeza sambil beranjak dari sofa. Dia memutuskan ke kamar mandi dapur dan menggulung asal rambutnya. Leher jenjangnya yang putih dan mulus terlihat indah.


Zeza memang terbiasa berada di depan kamera, tetapi dia gadis yang yang bisa mengerjakan bagian dapur. Seperti yang tengah ia lakukan, ia memasak nasi goreng berserta lauk seadanya karena hanya itu yang ada di dapur Levin.


Di bawah kegaduhan yang terjadi, Levin masih terlelap di balik selimut tebalnya. Pria itu terlihat polos dan tenang saat tidur. Wajah tampannya akan menipulasi semua orang saat melihatnya, siapa sangka di balik wajah tampan itu dia adalah seorang mafia. Ah, dia mantan Mafia walau sikap kejinya masih menempel sempurna.


“Engh,” erangnya. Dia membuka bulu mata lentinya dan mengerutkan alis tebalnya. Levin mengumpulkan nyawa dan bangung. Dia memutuskan untuk mandi dan turun ke bawah. Perutnya memberontak minta diisi.


Zeza menoleh saat Levin masuk ke dapur. Dia tengah makan nasih goreng buatannya dan Levin melenggos begitu saja ke arah kulkas. Zeza tetap makan nasih gorengnya sampai Levin duduk di dekatnya dan menarik piringnya.


“Levin!” pekik Zeza kesal.


Levin mengambil sendok dan menyuapi dirinya sendiri. Zeza merasa napasnya tidak beraturan karena emosi. Dia dengan jengkel meminum air putih.


“Lo bisa gak sih jangan buat gue jengkel,” ujar Zeza kepada suaminya.


“Ini rumah gua dan lo baru saja masak pakai bahan-bahan dapur gua,” ujar Levin santai membuat Zeza menatapnya datar. Pria tua ini sangat perhitungan sekali.


“Lo sangat pelit,” ujar Zeza membuat Levin hanya mengangkut bahu cuek. Pria itu begitu lahap menikmati sarapannya.


“Ada peraturan yang harus lo patuhi selama lo tinggal di sini,” ujar Levin sambil mengunyah pelan. Netranya menatap datar Zeza.

__ADS_1


“Buang jauh-jauh semua pikiran lo untuk atur gue. Gue gak akan pernah mau!” Zeza meninggalkan Levin yang menggerutu tidak jelas. Pagi Zeza benar-benar buruk akibat pria itu.


***


Levin POV


Menurut kalian siksaan apa yang bagus untuk menghukum gadis sialan itu? Membiarkannya tidur di sofa belum sebearapa. Dia harus menyesal telah menampar pipiku keras. Waktunya dia merasakan pernikahan yang bagai neraka untuknya.


Aku sengaja mengambil nasi gorengnya karena yang aku lihat dia seperti lahap memakannya. Sudah pasti dia kelaparan, biar dia merasakan lapar. Aku tak peduli jika dia akan berakhir pingsan, dia akan sadar juga nantinya.


Ngomong-ngomong soal Zeza, aku baru tahu dia punya ekspresi lain selain bawannya yang tenang. Dia bisa jengkel dan kesal juga. Aku sama sekali tidak tertarik dengannya. Dia hanya gadis yang angkuh mencoba melawanku.


Setelah makan aku meninggalkan piringku di atas meja, aku tak punya asisten rumah tangga. Biasanya kalau sarapan mampir ke rumah mommy tetapi tidak mungkin sekarang aku mampir walau aku tahu mommyku tidak akan marah.


Aku hanya menghidarai segudang pertanyaannya. Bisa dibayangkan marahnya keluargaku saat tahu perlakuanku pada Zeza. Tapi, bisa saja gadis itu mengaduh. Aku tidak peduli, toh mereka tahu ini perjodohan.


Ah ngomong-ngomong daripada aku di rumah, aku akan menemui Sasa. Gadis itu sudah pasti menungguku. Aku bergegas ke kamar dan mendapati Zeza sudah ganti baju dengan bajunya sendiri. Koper hitam di dekat lemari itu miliknya.


“Buatkan aku kamar sendiri,” ujarnya saat aku berjalan ke walking close. Aku keluar dan menatapnya datar.


“Sepertinya lo memang harus tahu diri. Ini rumah gua dan apapun di dalamnya harus sesuai aturan gua,” ujarku tegas.


“Kalau begitu, lo tidur di luar,” ujarnya tenang. Sepertinya Zeza yang kutemui belakangan ini kembali muncul. Aku melangkah ke arahnya yang sedang duduk di tepi kasur. Aku menunduk dan mengurunya di antara tanganku yang kuletakkan pada sisi tubuhnya.


“Minggir,” desisnya. Melihat dia marah membuatku semakin ingin melihat matanya itu dibanjiri air mata.

__ADS_1


“Jangan pernah memerintahkan gua,” ujarku penuh penekanan. Dia menyeringai remeh. Gadis ini sama sekali tidak takut denganku.


“Gue harap tuan Levin mengerti jika gadis di hadapan lo bukan gadis yang penurut,” ujar Zeza santai.


Brak!


Aku mendorong tubuhnya di atas kasur dan mengurunya. Wajah Zeza terlihat mengeras tapi apa peduliku. Persetan dengan sumuanya, gadis ini menguji kesabaranku.


“Akh!” ringgisnya saat aku menekan kedua rahangnya. Dia bahkan enggang memohon padaku. Baiklah Zeza, akan aku buat kamu merasakan hari pertama di rumah ini.


“Nikmati rumah neraka milik lo,” ujarku dengan wajah keji. Sudut matanya berair saat semakin kutekan rahangnya. Dia memberontak sekuat yang ia bisa. Hingga aku melepasnya secara kasar. Dia memalingkan wajah dan bekas tanganku di rahangnya tercetak jelas.


“Pria iblis,” desisnya.


“Pria iblis inilah yang akan memberikan nerakanya untukmu,” ujarku membuatnya menatapku penuh kebencian. Aku bangkit dan menarik tubuhnya kasar. Zeza menatpku semakin tajam. Coba saja dia melawab, aku akan menghukumnya.


“Bertingkahlah sebagai seorang tamu di rumah gue. Jika lo berani-berani melakukan sesuatu, maka lo akan tahu akibatnya,” ujarku tidak main-main. Kebencianku semakin tinggi saat dia tidak menunjukkan raut takut sama sekali.


Brak!


Aku meninggalkan kamar dan membanting pintu kamar keras. Tujuanku saat ini menemui Sasa. Hanya dengan dia rasa amarah dalam diriku akan terkikis perahan. Tinggal di rumah membuatku ingin menembak kepala Zeza.


“Gadis sialan!” umpatku saat kedua bola matanya tak pernah menunjukkan rasa takut. Akan kubuat dia merasa takut kepadaku dan kedua matanya akan kubuat menangis darah.


TBC

__ADS_1


Jejaknya dan jangan lupa follow


Jangan lupa tekan love 🤗


__ADS_2