Our Marriage

Our Marriage
Chapter 13


__ADS_3

Jaein menatap pantulan


tubuhnya di depan cermin. Gaun putih yang ia pilih benar-benar pas membalut


tubuhnya. Dan beruntung perutnya belum nampak membesar. Ia pun menyunggingkan


senyum bahagia di bibirnya. Tidak menyangka saat ini akan tiba juga. Hari ini


ia akan benar-benar menjadi istri seorang Kim Namjoon yang sangat ia cintai.


Perlahan tangannya


terulur mengusap lembut perutnya. “Kau tahu aegi-ya,


hari ini eomma merasa sangat bahagia. Baik-baiklah di dalam


sana ya.”


“Jaein-ah kenapa kau lama sekali?”


Jaein pun menoleh saat


mendengar suara yang sangat dikenalnya. Detik berikutnya ia mendengus sebal


karena orang itu telah mengganggu waktu berkualitasnya dengan sang bayi.


“Aish eomma mengagetkanku saja,” dumalnya.


“Ck! Memangnya apa


yang kau lakukan eoh? Kau sudah terlihat sempurna Park Jaein, apa kau mau membuat


suamimu menunggu lama di altar?”


“Eomma tidak sabaran sekali,” cetusnya.


“Tentu saja, ini kan


acara penting untuk kita.”


Jaein sedikit


mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang ibu. “Untuk kita? Bukannya


untukku?”


“Tentu saja untukku


juga putriku sayang. Coba bayangkan saja sebentar lagi aku akan menjadi besan


pemilik perusahaan besar sekelas Kim Financial. Ah aku sudah tidak sabar


memamerkan pada teman-teman sombongku itu.”


Jaein kembali menghela


napas mendengar penjelasan ibunya. “Eomma kumohon jangan mengatakan apapun pada teman-temanmu.”


“Hey ini kan


kesempatan‒”


“Nona Park, acara akan


segera dimulai,” ujar salah seorang pelayan pada Jaein.


“Akhirnya putriku akan


menikah. Cha cepatlah temui suamimu,”


titah Yoon Ah.


Dan entah mengapa saat


ini tiba-tiba saja Jaein merasa sangat gugup. Tenangkan dirimu Jaein-ah,


hanya tinggal beberapa langkah lagi bayimu akan mendapat status yang layak.



“Sihyun-ah kau mau kemana?” tanya Yo Won sembari


menahan tangan Sihyun.


“Aku ingin menemui


Namjoon eomma.”


Yo Won menatapnya


trenyuh. Ingin sekali ia memaki dan menghajar putranya sampai tidak bisa


berdiri karena telah mengecewakan Sihyun. Wanita itu benar-benar sangat pandai


menyembunyikan rasa kecewanya.


“Jika kau tidak tahan,


kau bisa meninggalkan tempat ini Sihyun-ah.


Tinggalkan Namjoon kalau perlu, aku tidak akan menahanmu.”


Sontak saja Sihyun


tercengang dengan ucapan mertuanya. “Eomma kenapa kau bicara seperti itu? Aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap


menjadi menantumu.”


Detik berikutnya Yo


Won telah membawa Sihyun ke dalam pelukannya. Terdengar isakan kecil dari


bibirnya. “Aku minta maaf atas nama Namjoon sayang.”


“Aniya eomma dengarkan aku, semua ini adalah keinginanku, dan aku

__ADS_1


akan bertanggung jawab atas semua ini.”


“Jangan lagi


membohongiku Sihyun-ah, kau pikir eomma tidak tahu apa yang sebenarnya


terjadi, eoh? Memangnya istri mana


yang mau membagi suaminya dengan wanita lain?”


Sihyun terdiam. Ucapan


Yo Won seolah kembali mengiris hatinya. Benar, Sihyun juga tidak mau membagi


Namjoon dengan Jaein, namun nyatanya Jaein lebih bisa membahagiakan Namjoon


karena gadis itu akan segera memberikan keturunan padanya. Sedangkan Sihyun?


Dia istri tidak berguna yang tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya.


“Sungguh aku tidak


akan menahanmu Sihyun-ah.”


Sihyun memaksakan


senyum di bibirnya. “Aku mencintainya eomma,


sungguh.”



Cklek…


Namjoon menoleh saat


mendengar suara pintu yang terbuka. Lehernya tiba-tiba saja tercekat saat


melihat sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.


“Apa ada sesuatu yang


kau perlukan?” ucap wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya.


Ia hanya menggeleng


tanpa membuka suara. Sejujurnya pria itu terlalu malu bertemu dengan Sihyun


disaat seperti ini.


“Ck! Kau tidak pandai


berbohong Joon!” cibirnya sambil menyambar dasi yang tengah dipegang Namjoon,


lantas segera memakaikan di leher suaminya.


“Kenapa kau masih


bertahan di sisihku?” Pertanyaan Namjoon seketika membuat Sihyun harus


menatapnya.


Detik berikutnya


namun Namjoon segera mendekap tubuh Sihyun di pelukannya.


“Seharusnya kau


membunuhku saja Sihyun-ah­, dengan


bersikap begini, kau semakin membuatku seperti orang jahat. Kau tahu, aku


sangat malu padamu, aku telah mengkhianati janji suci yang dulu kita ucapkan,


tapi kenapa kau masih bertahan denganku?”


Mata Sihyun terasa


panas pertanda akan segera mengeluarkan air mata. Namun dengan sekuat tenaga


wanita itu menahan agar tidak menangis di hadapan Namjoon saat ini. Meskipun ia


tahu Namjoon sudah terlebih dulu menangis saat memeluknya.


“Singkat saja Joon,


karena aku mencintaimu,” jawab Sihyun sesantai mungkin. “Aku ingin membuatmu


bahagia dengan memberimu seorang anak, meskipun bukan berasal dari rahimku.”


“Aku memang bodoh


telah menyakiti hatimu,” sesal Namjoon, lantas semakin mempererat pelukannya.


“Hey, kenapa malah


menangis? Aku baik-baik saja sungguh. Uljima,


kau tidak boleh menangis di hari penikahanmu.” Dengan lembut Sihyun mengusap


air mata di pipi Namjoon.


Namun detik berikutnya


Namjoon telah menangkup kedua pipi Sihyun, dan menghapus jarak di antara


mereka, hingga akhirnya bibir mereka saling bertautan. Namjoon menempelkan


bibirnya cukup lama, seolah menyalurkan perasaannya lewat ciuman tersebut. Juga


sebagai tanda penyesalan karena kesalahannya pada Sihyun.


Pada


akhirnya akulah yang merusak semuanya. Aku yang berjanji, dan aku sendiri yang

__ADS_1


telah melanggarnya. – Kim Namjoon.



Para tamu undangan


sudah nampak memenuhi hall salah satu


Hotel di tengah kota Seoul. Tidak terlalu banyak memang, hanya kerabat dan


teman dekat Jungwoo saja yang mereka undang. Sengaja agar kabar pernikahan


Namjoon dan Jaein tidak menyebar. Mengingat Jungwoo adalah salah satu tokoh


yang sangat berpengaruh di Korea.


Tidak lucu bukan jika


tiba-tiba berhembus kabar ‘Putra Kim


Jungwoo dikabarkan menggelar pernikahan keduanya dengan seorang mahasiswa’.


Tidak menutup kemungkinan Choi Siwon akan murka, dan langsung melepas kontrak


kerja sama dengannya karena sudah menyakiti putri kesayangannya.


Ibu Jaein tidak


mempermasalahkan tentang tamu undangan. Selama semua biaya dan persiapan


ditanggung oleh Jungwoo, ia tidak akan menuntut hal lain. Yang penting Namjoon


harus segera menikahi putrinya. Hanya itu yang dia inginkan.


Namjoon sudah berdiri


gagah di altar suci. Hatinya masih


terasa mengganjal karena tidak percaya bahwa ia akan berada di tempat ini lagi,


mengucap janji suci untuk yang kedua kalinya.


Semua pasang mata kini


tertuju pada pengantin wanita yang baru saja memasuki ruangan tersebut. Tidak


bisa dipungkiri jika Jaein memang sangat mempesona. Terbukti banyak sekali


terdengar pujian dari para tamu undangan yang memuji kecantikan Jaein.


Telinga Sihyun sempat


menangkap pujian tersebut, dan seketika membuat hatinya harus merasakan sakit.


LAGI.


Yo Won yang berada di


sampingnya diam-diam memperhatikan wanita itu. Sungguh ingin sekali mematahkan


leher Namjoon saat ini juga agar tidak perlu menikah dengan Jaein, dan membuat


menantu kesayangannya bersedih.


“Kim Namjoon, apakah engkau bersedia, dan mau menerima Park Jaein


sebagai istri satu-satunya, dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur


hidup?”


Rasanya hati Sihyun


semakin tersayat saat mendengar pertanyaan yang diajukan pada Namjoon. Membuat


otaknya harus terpaksa bernostalgia, mengingat hari pernikahannya dengan pria


itu tiga tahun yang lalu.


Namjoon berdiri tegap,


dengan tuxedo berwarna putih yang


membuatnya semakin terlihat menawan. Namun bukan itu yang membuat Sihyun


terpesona. Saat pria itu dengan lantangnya menjawab aku bersedia, tanpa sedikitpun ada keraguan, itulah yang membuat


Sihyun tidak dapat menahan tangis harunya.


“Aku bersedia.”


Hancur sudah


pertahanan Sihyun. Air mata kian deras mengalir membasahi pipinya saat sekali


lagi mendengar aku bersedia dari


bibir Namjoon.


Tak tahan dengan


situasi ini, Sihyun segera beranjak dari tempatnya, dan berjalan keluar. Ia


ingin segera menumpahkan segala rasa kecewa dan sakit yang tengah dirasakannya.


Yo Won sengaja


membiarkannya, karena ia pun tahu jika menantunya itu tidak akan kuat melihat


suaminya sedang mengikat janji suci dengan wanita lain. Membayangkan saja


membuat hati Yo Won berdesir.



 

__ADS_1


 


14 Januari 2020 - Itsmehyuna_


__ADS_2