
Jaein menatap pantulan
tubuhnya di depan cermin. Gaun putih yang ia pilih benar-benar pas membalut
tubuhnya. Dan beruntung perutnya belum nampak membesar. Ia pun menyunggingkan
senyum bahagia di bibirnya. Tidak menyangka saat ini akan tiba juga. Hari ini
ia akan benar-benar menjadi istri seorang Kim Namjoon yang sangat ia cintai.
Perlahan tangannya
terulur mengusap lembut perutnya. “Kau tahu aegi-ya,
hari ini eomma merasa sangat bahagia. Baik-baiklah di dalam
sana ya.”
“Jaein-ah kenapa kau lama sekali?”
Jaein pun menoleh saat
mendengar suara yang sangat dikenalnya. Detik berikutnya ia mendengus sebal
karena orang itu telah mengganggu waktu berkualitasnya dengan sang bayi.
“Aish eomma mengagetkanku saja,” dumalnya.
“Ck! Memangnya apa
yang kau lakukan eoh? Kau sudah terlihat sempurna Park Jaein, apa kau mau membuat
suamimu menunggu lama di altar?”
“Eomma tidak sabaran sekali,” cetusnya.
“Tentu saja, ini kan
acara penting untuk kita.”
Jaein sedikit
mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang ibu. “Untuk kita? Bukannya
untukku?”
“Tentu saja untukku
juga putriku sayang. Coba bayangkan saja sebentar lagi aku akan menjadi besan
pemilik perusahaan besar sekelas Kim Financial. Ah aku sudah tidak sabar
memamerkan pada teman-teman sombongku itu.”
Jaein kembali menghela
napas mendengar penjelasan ibunya. “Eomma kumohon jangan mengatakan apapun pada teman-temanmu.”
“Hey ini kan
kesempatan‒”
“Nona Park, acara akan
segera dimulai,” ujar salah seorang pelayan pada Jaein.
“Akhirnya putriku akan
menikah. Cha cepatlah temui suamimu,”
titah Yoon Ah.
Dan entah mengapa saat
ini tiba-tiba saja Jaein merasa sangat gugup. Tenangkan dirimu Jaein-ah,
hanya tinggal beberapa langkah lagi bayimu akan mendapat status yang layak.
…
“Sihyun-ah kau mau kemana?” tanya Yo Won sembari
menahan tangan Sihyun.
“Aku ingin menemui
Namjoon eomma.”
Yo Won menatapnya
trenyuh. Ingin sekali ia memaki dan menghajar putranya sampai tidak bisa
berdiri karena telah mengecewakan Sihyun. Wanita itu benar-benar sangat pandai
menyembunyikan rasa kecewanya.
“Jika kau tidak tahan,
kau bisa meninggalkan tempat ini Sihyun-ah.
Tinggalkan Namjoon kalau perlu, aku tidak akan menahanmu.”
Sontak saja Sihyun
tercengang dengan ucapan mertuanya. “Eomma kenapa kau bicara seperti itu? Aku tidak akan kemana-mana, aku akan tetap
menjadi menantumu.”
Detik berikutnya Yo
Won telah membawa Sihyun ke dalam pelukannya. Terdengar isakan kecil dari
bibirnya. “Aku minta maaf atas nama Namjoon sayang.”
“Aniya eomma dengarkan aku, semua ini adalah keinginanku, dan aku
__ADS_1
akan bertanggung jawab atas semua ini.”
“Jangan lagi
membohongiku Sihyun-ah, kau pikir eomma tidak tahu apa yang sebenarnya
terjadi, eoh? Memangnya istri mana
yang mau membagi suaminya dengan wanita lain?”
Sihyun terdiam. Ucapan
Yo Won seolah kembali mengiris hatinya. Benar, Sihyun juga tidak mau membagi
Namjoon dengan Jaein, namun nyatanya Jaein lebih bisa membahagiakan Namjoon
karena gadis itu akan segera memberikan keturunan padanya. Sedangkan Sihyun?
Dia istri tidak berguna yang tidak bisa memberikan keturunan untuk suaminya.
“Sungguh aku tidak
akan menahanmu Sihyun-ah.”
Sihyun memaksakan
senyum di bibirnya. “Aku mencintainya eomma,
sungguh.”
…
Cklek…
Namjoon menoleh saat
mendengar suara pintu yang terbuka. Lehernya tiba-tiba saja tercekat saat
melihat sosok yang baru saja masuk ke dalam ruangannya.
“Apa ada sesuatu yang
kau perlukan?” ucap wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya.
Ia hanya menggeleng
tanpa membuka suara. Sejujurnya pria itu terlalu malu bertemu dengan Sihyun
disaat seperti ini.
“Ck! Kau tidak pandai
berbohong Joon!” cibirnya sambil menyambar dasi yang tengah dipegang Namjoon,
lantas segera memakaikan di leher suaminya.
“Kenapa kau masih
bertahan di sisihku?” Pertanyaan Namjoon seketika membuat Sihyun harus
menatapnya.
Detik berikutnya
namun Namjoon segera mendekap tubuh Sihyun di pelukannya.
“Seharusnya kau
membunuhku saja Sihyun-ah, dengan
bersikap begini, kau semakin membuatku seperti orang jahat. Kau tahu, aku
sangat malu padamu, aku telah mengkhianati janji suci yang dulu kita ucapkan,
tapi kenapa kau masih bertahan denganku?”
Mata Sihyun terasa
panas pertanda akan segera mengeluarkan air mata. Namun dengan sekuat tenaga
wanita itu menahan agar tidak menangis di hadapan Namjoon saat ini. Meskipun ia
tahu Namjoon sudah terlebih dulu menangis saat memeluknya.
“Singkat saja Joon,
karena aku mencintaimu,” jawab Sihyun sesantai mungkin. “Aku ingin membuatmu
bahagia dengan memberimu seorang anak, meskipun bukan berasal dari rahimku.”
“Aku memang bodoh
telah menyakiti hatimu,” sesal Namjoon, lantas semakin mempererat pelukannya.
“Hey, kenapa malah
menangis? Aku baik-baik saja sungguh. Uljima,
kau tidak boleh menangis di hari penikahanmu.” Dengan lembut Sihyun mengusap
air mata di pipi Namjoon.
Namun detik berikutnya
Namjoon telah menangkup kedua pipi Sihyun, dan menghapus jarak di antara
mereka, hingga akhirnya bibir mereka saling bertautan. Namjoon menempelkan
bibirnya cukup lama, seolah menyalurkan perasaannya lewat ciuman tersebut. Juga
sebagai tanda penyesalan karena kesalahannya pada Sihyun.
Pada
akhirnya akulah yang merusak semuanya. Aku yang berjanji, dan aku sendiri yang
__ADS_1
telah melanggarnya. – Kim Namjoon.
…
Para tamu undangan
sudah nampak memenuhi hall salah satu
Hotel di tengah kota Seoul. Tidak terlalu banyak memang, hanya kerabat dan
teman dekat Jungwoo saja yang mereka undang. Sengaja agar kabar pernikahan
Namjoon dan Jaein tidak menyebar. Mengingat Jungwoo adalah salah satu tokoh
yang sangat berpengaruh di Korea.
Tidak lucu bukan jika
tiba-tiba berhembus kabar ‘Putra Kim
Jungwoo dikabarkan menggelar pernikahan keduanya dengan seorang mahasiswa’.
Tidak menutup kemungkinan Choi Siwon akan murka, dan langsung melepas kontrak
kerja sama dengannya karena sudah menyakiti putri kesayangannya.
Ibu Jaein tidak
mempermasalahkan tentang tamu undangan. Selama semua biaya dan persiapan
ditanggung oleh Jungwoo, ia tidak akan menuntut hal lain. Yang penting Namjoon
harus segera menikahi putrinya. Hanya itu yang dia inginkan.
Namjoon sudah berdiri
gagah di altar suci. Hatinya masih
terasa mengganjal karena tidak percaya bahwa ia akan berada di tempat ini lagi,
mengucap janji suci untuk yang kedua kalinya.
Semua pasang mata kini
tertuju pada pengantin wanita yang baru saja memasuki ruangan tersebut. Tidak
bisa dipungkiri jika Jaein memang sangat mempesona. Terbukti banyak sekali
terdengar pujian dari para tamu undangan yang memuji kecantikan Jaein.
Telinga Sihyun sempat
menangkap pujian tersebut, dan seketika membuat hatinya harus merasakan sakit.
LAGI.
Yo Won yang berada di
sampingnya diam-diam memperhatikan wanita itu. Sungguh ingin sekali mematahkan
leher Namjoon saat ini juga agar tidak perlu menikah dengan Jaein, dan membuat
menantu kesayangannya bersedih.
“Kim Namjoon, apakah engkau bersedia, dan mau menerima Park Jaein
sebagai istri satu-satunya, dan hidup bersamanya dalam pernikahan suci seumur
hidup?”
Rasanya hati Sihyun
semakin tersayat saat mendengar pertanyaan yang diajukan pada Namjoon. Membuat
otaknya harus terpaksa bernostalgia, mengingat hari pernikahannya dengan pria
itu tiga tahun yang lalu.
Namjoon berdiri tegap,
dengan tuxedo berwarna putih yang
membuatnya semakin terlihat menawan. Namun bukan itu yang membuat Sihyun
terpesona. Saat pria itu dengan lantangnya menjawab aku bersedia, tanpa sedikitpun ada keraguan, itulah yang membuat
Sihyun tidak dapat menahan tangis harunya.
“Aku bersedia.”
Hancur sudah
pertahanan Sihyun. Air mata kian deras mengalir membasahi pipinya saat sekali
lagi mendengar aku bersedia dari
bibir Namjoon.
Tak tahan dengan
situasi ini, Sihyun segera beranjak dari tempatnya, dan berjalan keluar. Ia
ingin segera menumpahkan segala rasa kecewa dan sakit yang tengah dirasakannya.
Yo Won sengaja
membiarkannya, karena ia pun tahu jika menantunya itu tidak akan kuat melihat
suaminya sedang mengikat janji suci dengan wanita lain. Membayangkan saja
membuat hati Yo Won berdesir.
…
__ADS_1
14 Januari 2020 - Itsmehyuna_