Our Marriage

Our Marriage
Chapter 19


__ADS_3

‘Pantas saja suaminya memilih putriku, sikapnya saja


sangat tidak bertanggung jawab seperti itu.’


Sihyun


kembali termenung mengingat ucapan Yoon Ah pagi tadi. Engtah mengapa perubahan


sikap Yoon Ah padanya begitu drastis. Ia merasa ada yang janggal pada Yoon Ah.


Jika di depan Namjoon, wanita itu pasti akan bersikap baik padanya. Namun


disaat tidak ada Namjoon diantara mereka, wanita itu salalu saja mengintimidasi


Sihyun dengan ucapan tajamnya.


Sihyun


menggelengkan kepalanya. “Tidak-tidak, mungkin hanya perasaanku saja.”


Tepisnya.


“Bibi


Sihyun…”


Sihyun


menoleh saat mendengar suara cempreng yang sangat dikenalnya. Wanita itu pun


tersenyum sumringah saat melihat Minji berlari kearahnya. Ia pun segera bangkit


dari tempatnya dan menyambut Minji dengan merentangkan tangannya.


“Aigoo keponakan manisku ini darimana


eoh?” Ucap Sihyun sembari menciumi Minji yang sedang dipeluknya.


“Dari


rumah.” Jawabnya polos.


“Lalu


kau kemari dengan siapa?” Tanya Sihyun yang kini sibuk mengamati sekeliling


mencari sosok yang bersama Minji.


“Sendiri.


Tadi eomma yang mengantarku, katanya


bibi akan mengajakku main dan beli eskrim.”


Sihyun


sontak terbelalak. Tidak habis pikir dengan apa yang barusaja dikatakan Minji.


“Mwo? Lalu sekarang dimana eomma?”


“Eomma bilang mau ke tempat appa.” Kembali Sihyun dibuat tercengang.


“Halmeoni?”


“Halmeoni pergi dengan harabeoji tadi pagi.” Jawab Minji.


Ting!


Sihyun


mencoba mencerna ucapan Minji, lantas segera memeriksa ponselnya setelah


mendengar notifikasi pesan.


“Raemi eonni?” Gumamnya saat melihat contact name yang tertera disana.


‘Tolong kau jaga Minji sebentar Sihyun-ah. Maaf merepotkanmu, tapi aku dan Jaekwon


mau jalan-jalan berdua. Terimakasih adik ipar.’


Sihyun


memutar bola mata malas setelah selesai membaca pesan dari kakak iparnya.


“Wah


licik sekali kakak iparku itu!” Desis Sihyun.


Sedangkan


Minji hanya menatap bibi kesayangannya dengan tatapan polosnya karena tidak


mengerti dengan apa yang Sihyun ucapkan.


“Jadi


bibi akan mengajakku main dan beli eskrim kan?”


Sihyun


pun kembali memusatkan perhatiannya pada Minji. “Eoh geurae, bibi akan mengajakmu jalan-jalan hari ini, kau senang kan?”


Minji


pun bersorak gembira saat Sihyun membenarkan apa yang telah ibunya katakan.


“Assaaa!


Bibi memang yang terbaik.” Seru gadis kecil itu sembari mengacungkan kedua ibu


jarinya pada Sihyun.


“Wah wah sepertinya sedang ada pesta ya?”


Sontak mereka berdua pun menoleh saat mendengar suara


yang menyela kegembiraan Minji.


“Eoh Dokter Jung?”

__ADS_1


“Ne, ini


aku. Kenapa kau terkejut begitu?” Tanya Hoseok yang kini sudah berjalan


mendekat.


“Aniya,


bukan begitu. Memangnya ada perlu apa kau kemari?”


Hoseok mengerutkan alisnya heran mendengar pertanyaan


Sihyun. “Ya! Aku ini pelanggan, memangnya tidak boleh aku datang kemari?”


Sihyun pun terkesiap seketika. “Ah mianhae Hoseok-ah, cha kalau begitu kau


mau pesan apa?”


Hoseok terlihat tengah berpikir, detik berikutnya ia


kembali menatap wajah Sihyun. “Aku tidak ingin memesan sesuatu, aku ingin


mengajakmu makan siang, bagaimana? Bisa kulihat saat ini kau pasti belum makan


siang kan?”


“Bagaimana kau tahu?” Tanya Sihyun terheran-heran.


“Ck! Sudah bisa ditebak nona Choi Sihyun.” Cibir


Hoseok.


Mendengar ucapan Hoseok membuat Sihyun mengerucutkan


bibirnya. Jangan salah, Sihyun memang sudah biasa seperti itu, terkadang


melupakan jika usianya kini sudah tak lagi muda.


“Eoh lihatlah siapa gadis manis ini?” Sapa Hoseok pada


Minji.


Bukannya menjawab pertanyaan yang diajukan Hoseok,


Minji malah menatap penuh selidik pada pria itu.


“Minji-ya,


ayo perkenalkan dirimu.” Titah Sihyun.


“Paman, apa kau punya banyak uang?”


Sihyun dan Hoseok pun dibuat tercengang seketika


dengan ucapan gadis kercilnya Choi Jaekwon itu.


“Ya! Choi Minji, itu tidak sopan tahu!” Omel Sihyun.


Sedangkan Hoseok yang awalnya terkejut, kini tengah menyunggingkan


sebyum dibibirnya. Pria itu pun menyamakan tubuhnya dengan tinggi badan Minji.


“Eoh tentu saja paman punya banyak uang, waeyo?”


dan bibi Sihyun.”



Sihyun menatap jengah kearah Minji yang tengah sibuk


bermain di taman. Sedangkan dirinya kini sedang sibuk menghabiskan eskrim


bersama Hoseok setelah selesai dengan kegiatan makan siang mereka. Ia


benar-benar tidak habis pikir pada Minji yang tiba-tiba meminta Hoseok untuk


mentraktirnya. Bisa kalian bayangkan betapa malunya Sihyun dihadapan Hoseok


saat ini?


“Jadi gadis itu putri Raemi noona? Wah ternyata waktu sudah berjalan cukup lama ya, padahal


rasanya baru kemarin aku membantu proses kelahirannya.” Ucap Hoseok sembari


mengarahkan pandangannya pada Minji.


“Tapi bagiku waktu berjalan cukup lambat.” Celetuk


Sihyun.


“Itu karena kau menunggu sesuatu yang sangat kau


inginkan Sihyun-ah. Tapi sekarang


waktu akan berjalan cepat bagimu, karena kau sudah mendapatkannya kan?”


Sihyun tersenyum simpul mendengar ucapan Hoseok.


“Seomoga seperti itu.”


“Asalkan kau harus mengikuti semua kata-kata doktermu


ini nona Choi.” Gertak Hoseok yang sontak membuat Sihyun tertawa geli.


“Baik dokter Jung, aku akan menuruti semua kata-katamu.


Dengan satu syarat,”


Hoseok mengerutkan keningnya. “Mwonde?”



“Apa Sihyun sudah pulang?” Tanya Namjoon pada Jaein.


Jaein hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa wanita


yang sedang Namjoon cari tidak ada dirumah.


“Tidak biasanya dia belum pulang.” Monolognya sembari

__ADS_1


melepas jas miliknya.


Jaein pun dengan cekatan mengambil alih jas suaminya


untuk disimpan kembali. “Mungkin eonni sedang ada urusan oppa.”


“Kuharap begitu.”


“Ah bahan makanan di kulkas habis, aku akan menelpon eonni agar sekalian membelinya.” Seru


Jaein yang kini sudah menyambar ponselnya.


Namun belum sempat ia menekan speed dial, Namjoon sudah terlebih dulu mengambil alih ponsel


miliknya.


“Oppa waeyo?”


“Aku akan menemanimu berbelanja, kau kan juga perlu


menikmati suasana diluar sana. Bagaimana?”


Sontak saja raut wajah Jaein menjadi sumringah. Seakan


ia seperti anak kecil yang baru saja dituruti permintaannya.


“Eoh aku mau oppa.”


Jawabnya riang.


Namjoon pun tersenyum. Detik berikutnya ia mengecup


kilas kening Jaein. “Kalau begitu aku mandi dulu, oke?”



“Ngomong-ngomong kapan jadwal periksamu Jaein-ah?” Tanya Namjoon yang kini tengah


mendorong troley belanja mereka.


Sedangkan Jaein tengah sibuk memilih bahan makanan dan keperluan yang akan


mereka beli.


Gadis itu menoleh menatap suaminya. “Minggu depan oppa, apa kau mau menemaniku?”


“Minggu depan ya?” Namjoon berpikir sejenak sebelum


mengamini. “Sepertinya aku ada rapat Jaein-ah,


maaf ya. Aku akan meminta Sihyun untuk menemanimu.”


“Ah gwaenchana


oppa, aku akan berangkat sendiri. Lagipula eonni pasti sibuk.”


“Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian, Kim


Namjoon tidak menerima penolakan.” Tutur Namjoon lantas mengecup kilas bibir


mungil Jaein.


Dan jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya pada gadis


itu. Kini wajahnya sudah merona akibat perlakuan Namjoon.


“Ya! Jangan genit di tempat umum oppa.” Protes Jaein sembari melarikan diri dari suaminya.


Sedangkan Namjoon hanya bisa tertawa melihat wajah


Jaein yang menggemaskan.



Sebuah mobil Hyundai Palisade hitam terlihat melintasi


jalanan malam kota Seoul. Sang pengemudi tengah berkonsentrasi dengan jalanan


dihadapannya, dan sesekali menoleh untuk melihat apa yang sedang istrinya


lakukan. Namun tiba-tiba saja ia mengerutkan kening saat melihat wajah sang


istri nampak begitu gelisah.


“Kau kenapa sayang?”


Raemi pun sontak menoleh dan balas menatap suaminya. “Aniya gwaenchana Kwon-ah,” Jawab Raemi dengan senyum


dibibirnya.


Dan bukan Jaekwon namanya jika tidak bisa mendeteksi


kebohongan wanita yang sudah dinikahinya hampir enam tahun ini.


“Katakan apa yang sedang kau pikirkan, aku tahu kau


sedang memikirkan sesuatu, tapi bingung kau akan cerita padaku atau tidak.


Bukan begitu?”


Yah, pria itu selalu tahu isi pikiran Raemi.


“Jadi apa yang membuatmu gelisah seperti ini?”


Terdengar Raemi menghela napas sejenak. “Akan ku


ceritakan saat kita sudah sampai dirumah saja.” Ucapnya.


“Tapi bukankah kita akan menjemput Minji?”


“Ah maaf aku lupa memberitahumu, Sihyun sudah membawa


Minji pulang tadi.”


Jaekwon pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda


mengerti.


“Hmm arraseo.”

__ADS_1



 20 Februari 2020 - Itsmehyuna_


__ADS_2