
‘Pantas saja suaminya memilih putriku, sikapnya saja
sangat tidak bertanggung jawab seperti itu.’
Sihyun
kembali termenung mengingat ucapan Yoon Ah pagi tadi. Engtah mengapa perubahan
sikap Yoon Ah padanya begitu drastis. Ia merasa ada yang janggal pada Yoon Ah.
Jika di depan Namjoon, wanita itu pasti akan bersikap baik padanya. Namun
disaat tidak ada Namjoon diantara mereka, wanita itu salalu saja mengintimidasi
Sihyun dengan ucapan tajamnya.
Sihyun
menggelengkan kepalanya. “Tidak-tidak, mungkin hanya perasaanku saja.”
Tepisnya.
“Bibi
Sihyun…”
Sihyun
menoleh saat mendengar suara cempreng yang sangat dikenalnya. Wanita itu pun
tersenyum sumringah saat melihat Minji berlari kearahnya. Ia pun segera bangkit
dari tempatnya dan menyambut Minji dengan merentangkan tangannya.
“Aigoo keponakan manisku ini darimana
eoh?” Ucap Sihyun sembari menciumi Minji yang sedang dipeluknya.
“Dari
rumah.” Jawabnya polos.
“Lalu
kau kemari dengan siapa?” Tanya Sihyun yang kini sibuk mengamati sekeliling
mencari sosok yang bersama Minji.
“Sendiri.
Tadi eomma yang mengantarku, katanya
bibi akan mengajakku main dan beli eskrim.”
Sihyun
sontak terbelalak. Tidak habis pikir dengan apa yang barusaja dikatakan Minji.
“Mwo? Lalu sekarang dimana eomma?”
“Eomma bilang mau ke tempat appa.” Kembali Sihyun dibuat tercengang.
“Halmeoni?”
“Halmeoni pergi dengan harabeoji tadi pagi.” Jawab Minji.
Ting!
Sihyun
mencoba mencerna ucapan Minji, lantas segera memeriksa ponselnya setelah
mendengar notifikasi pesan.
“Raemi eonni?” Gumamnya saat melihat contact name yang tertera disana.
‘Tolong kau jaga Minji sebentar Sihyun-ah. Maaf merepotkanmu, tapi aku dan Jaekwon
mau jalan-jalan berdua. Terimakasih adik ipar.’
Sihyun
memutar bola mata malas setelah selesai membaca pesan dari kakak iparnya.
“Wah
licik sekali kakak iparku itu!” Desis Sihyun.
Sedangkan
Minji hanya menatap bibi kesayangannya dengan tatapan polosnya karena tidak
mengerti dengan apa yang Sihyun ucapkan.
“Jadi
bibi akan mengajakku main dan beli eskrim kan?”
Sihyun
pun kembali memusatkan perhatiannya pada Minji. “Eoh geurae, bibi akan mengajakmu jalan-jalan hari ini, kau senang kan?”
Minji
pun bersorak gembira saat Sihyun membenarkan apa yang telah ibunya katakan.
“Assaaa!
Bibi memang yang terbaik.” Seru gadis kecil itu sembari mengacungkan kedua ibu
jarinya pada Sihyun.
“Wah wah sepertinya sedang ada pesta ya?”
Sontak mereka berdua pun menoleh saat mendengar suara
yang menyela kegembiraan Minji.
“Eoh Dokter Jung?”
__ADS_1
“Ne, ini
aku. Kenapa kau terkejut begitu?” Tanya Hoseok yang kini sudah berjalan
mendekat.
“Aniya,
bukan begitu. Memangnya ada perlu apa kau kemari?”
Hoseok mengerutkan alisnya heran mendengar pertanyaan
Sihyun. “Ya! Aku ini pelanggan, memangnya tidak boleh aku datang kemari?”
Sihyun pun terkesiap seketika. “Ah mianhae Hoseok-ah, cha kalau begitu kau
mau pesan apa?”
Hoseok terlihat tengah berpikir, detik berikutnya ia
kembali menatap wajah Sihyun. “Aku tidak ingin memesan sesuatu, aku ingin
mengajakmu makan siang, bagaimana? Bisa kulihat saat ini kau pasti belum makan
siang kan?”
“Bagaimana kau tahu?” Tanya Sihyun terheran-heran.
“Ck! Sudah bisa ditebak nona Choi Sihyun.” Cibir
Hoseok.
Mendengar ucapan Hoseok membuat Sihyun mengerucutkan
bibirnya. Jangan salah, Sihyun memang sudah biasa seperti itu, terkadang
melupakan jika usianya kini sudah tak lagi muda.
“Eoh lihatlah siapa gadis manis ini?” Sapa Hoseok pada
Minji.
Bukannya menjawab pertanyaan yang diajukan Hoseok,
Minji malah menatap penuh selidik pada pria itu.
“Minji-ya,
ayo perkenalkan dirimu.” Titah Sihyun.
“Paman, apa kau punya banyak uang?”
Sihyun dan Hoseok pun dibuat tercengang seketika
dengan ucapan gadis kercilnya Choi Jaekwon itu.
“Ya! Choi Minji, itu tidak sopan tahu!” Omel Sihyun.
Sedangkan Hoseok yang awalnya terkejut, kini tengah menyunggingkan
sebyum dibibirnya. Pria itu pun menyamakan tubuhnya dengan tinggi badan Minji.
“Eoh tentu saja paman punya banyak uang, waeyo?”
dan bibi Sihyun.”
…
Sihyun menatap jengah kearah Minji yang tengah sibuk
bermain di taman. Sedangkan dirinya kini sedang sibuk menghabiskan eskrim
bersama Hoseok setelah selesai dengan kegiatan makan siang mereka. Ia
benar-benar tidak habis pikir pada Minji yang tiba-tiba meminta Hoseok untuk
mentraktirnya. Bisa kalian bayangkan betapa malunya Sihyun dihadapan Hoseok
saat ini?
“Jadi gadis itu putri Raemi noona? Wah ternyata waktu sudah berjalan cukup lama ya, padahal
rasanya baru kemarin aku membantu proses kelahirannya.” Ucap Hoseok sembari
mengarahkan pandangannya pada Minji.
“Tapi bagiku waktu berjalan cukup lambat.” Celetuk
Sihyun.
“Itu karena kau menunggu sesuatu yang sangat kau
inginkan Sihyun-ah. Tapi sekarang
waktu akan berjalan cepat bagimu, karena kau sudah mendapatkannya kan?”
Sihyun tersenyum simpul mendengar ucapan Hoseok.
“Seomoga seperti itu.”
“Asalkan kau harus mengikuti semua kata-kata doktermu
ini nona Choi.” Gertak Hoseok yang sontak membuat Sihyun tertawa geli.
“Baik dokter Jung, aku akan menuruti semua kata-katamu.
Dengan satu syarat,”
Hoseok mengerutkan keningnya. “Mwonde?”
…
“Apa Sihyun sudah pulang?” Tanya Namjoon pada Jaein.
Jaein hanya menggelengkan kepalanya tanda bahwa wanita
yang sedang Namjoon cari tidak ada dirumah.
“Tidak biasanya dia belum pulang.” Monolognya sembari
__ADS_1
melepas jas miliknya.
Jaein pun dengan cekatan mengambil alih jas suaminya
untuk disimpan kembali. “Mungkin eonni sedang ada urusan oppa.”
“Kuharap begitu.”
“Ah bahan makanan di kulkas habis, aku akan menelpon eonni agar sekalian membelinya.” Seru
Jaein yang kini sudah menyambar ponselnya.
Namun belum sempat ia menekan speed dial, Namjoon sudah terlebih dulu mengambil alih ponsel
miliknya.
“Oppa waeyo?”
“Aku akan menemanimu berbelanja, kau kan juga perlu
menikmati suasana diluar sana. Bagaimana?”
Sontak saja raut wajah Jaein menjadi sumringah. Seakan
ia seperti anak kecil yang baru saja dituruti permintaannya.
“Eoh aku mau oppa.”
Jawabnya riang.
Namjoon pun tersenyum. Detik berikutnya ia mengecup
kilas kening Jaein. “Kalau begitu aku mandi dulu, oke?”
…
“Ngomong-ngomong kapan jadwal periksamu Jaein-ah?” Tanya Namjoon yang kini tengah
mendorong troley belanja mereka.
Sedangkan Jaein tengah sibuk memilih bahan makanan dan keperluan yang akan
mereka beli.
Gadis itu menoleh menatap suaminya. “Minggu depan oppa, apa kau mau menemaniku?”
“Minggu depan ya?” Namjoon berpikir sejenak sebelum
mengamini. “Sepertinya aku ada rapat Jaein-ah,
maaf ya. Aku akan meminta Sihyun untuk menemanimu.”
“Ah gwaenchana
oppa, aku akan berangkat sendiri. Lagipula eonni pasti sibuk.”
“Dan aku tidak akan membiarkanmu pergi sendirian, Kim
Namjoon tidak menerima penolakan.” Tutur Namjoon lantas mengecup kilas bibir
mungil Jaein.
Dan jangan tanya apa yang terjadi selanjutnya pada gadis
itu. Kini wajahnya sudah merona akibat perlakuan Namjoon.
“Ya! Jangan genit di tempat umum oppa.” Protes Jaein sembari melarikan diri dari suaminya.
Sedangkan Namjoon hanya bisa tertawa melihat wajah
Jaein yang menggemaskan.
…
Sebuah mobil Hyundai Palisade hitam terlihat melintasi
jalanan malam kota Seoul. Sang pengemudi tengah berkonsentrasi dengan jalanan
dihadapannya, dan sesekali menoleh untuk melihat apa yang sedang istrinya
lakukan. Namun tiba-tiba saja ia mengerutkan kening saat melihat wajah sang
istri nampak begitu gelisah.
“Kau kenapa sayang?”
Raemi pun sontak menoleh dan balas menatap suaminya. “Aniya gwaenchana Kwon-ah,” Jawab Raemi dengan senyum
dibibirnya.
Dan bukan Jaekwon namanya jika tidak bisa mendeteksi
kebohongan wanita yang sudah dinikahinya hampir enam tahun ini.
“Katakan apa yang sedang kau pikirkan, aku tahu kau
sedang memikirkan sesuatu, tapi bingung kau akan cerita padaku atau tidak.
Bukan begitu?”
Yah, pria itu selalu tahu isi pikiran Raemi.
“Jadi apa yang membuatmu gelisah seperti ini?”
Terdengar Raemi menghela napas sejenak. “Akan ku
ceritakan saat kita sudah sampai dirumah saja.” Ucapnya.
“Tapi bukankah kita akan menjemput Minji?”
“Ah maaf aku lupa memberitahumu, Sihyun sudah membawa
Minji pulang tadi.”
Jaekwon pun mengangguk-anggukkan kepalanya tanda
mengerti.
“Hmm arraseo.”
__ADS_1
…
20 Februari 2020 - Itsmehyuna_