Our Marriage

Our Marriage
Chapter 22


__ADS_3

‘Katakan


padaku jika pria itu bukan Namjoon sayang.’


Jaekwon


kembali teringat ucapan istrinya. Pria itu kembali mengamati foto sepasang


suami istri yang pernah Raemi tunjukkan padanya. Mau disangkal bagaimanapun


juga, otaknya mengatakan jika pria itu memang Namjoon. Namun entah mengapa


hatinya terasa berat untuk mengakuinya.


Ia


tahu betul jika Namjoon tidak akan mungkin menduakan adiknya. Pasalnya mereka


berdua bagaikan bulan dan bintang yang tidak bisa terpisahkan.


“Haruskah


aku mencurigai adik iparku sendiri?” gumam Jaekwon yang kini gusar.


Ia


menghela napas setelah membuat keputusan. Jarinya terulur untuk menekan tombol


telepon yang menghubungkan dengan sekertarisnya.


“Shin biseo kemarilah, aku ingin kau


mencarikan informasi untukku.”



“Pria


itu benar adik ipar anda, dan gadis itu‒” ucapan sekertaris Shin terjeda.


Jaekwon


pun menatapnya. “Gwaenchana, katakan


saja.”


“Ekhem,


baiklah. Gadis itu bernama Park Jaein, mereka baru saja menikah dua bulan yang


lalu di Seoul Prime Hotel. Dan saat ini gadis itu tengah mengandung.”


“Baiklah


kau bisa keluar. Dan jangan sampai pegawai lain tahu soal ini.”


“Algeseubnida.”


Rahang


Jaekwon mengeras, tangannya terkepal menahan gejolak yang sangat ingin ia


lampiaskan saat ini juga.


Brak!


“Mengandung?


Hahaha apa dia sudah gila?!”



“Selamat


siang Choi sajangnim, hoejangnim telah menunggu di ruangannya.”


“Eoh, bukankah hoejangnim berada di Jeju?” tanya Jaekwon seraya melangkahkan


kakinya menuju ruangan sang ayah.


“Beliau


mendadak pulang tadi pagi tanpa mengabari terlebih dahulu,” ujar sekertaris


Shin membuat Jaekwon terkekeh.


“Mungkin


saja appa ingin mengejutkan kalian.”


Begitu


memasuki ruangan, Jaekwon dapat melihat sang ayah sedang duduk membelakanginya.


“Kenapa


pulang tanpa memberi kabar dahulu? Ah appa ingin mengejutkan para pegawai ya?” Canda Jaekwon.


Detik


berikutnya Siwon pun berbalik untuk menghadap putranya. “Jelaskan apa semua


ini?” tukas Siwon begitu dingin.


Jaekwon


tersentak begitu melihat apa yang ada di tangan sang ayah.


“Aku


menemukan ini di atas meja kerjamu. Jelaskan semuanya padaku.”


“Appa itu‒” Seketika Jaekwon tergagap


setelah mendengar permintaan Siwon padanya. Ia merutuki dirinya sendiri karena


meninggalkan foto, dan berkas yang ia dapatkan dari sekertaris Shin secara


sembarangan.


Itulah

__ADS_1


mengapa Jaekwon ingin menyelidikinya sendiri tanpa sepengetahuan ayahnya.


Karena jika sampai Siwon tahu, semua ini akan berimbas pada hubungan Siwon


dengan ayah Namjoon.


“Bawa


Namjoon padaku.” Dingin dan datar. Begitulah cara Siwon berbicara saat marah.


“Appa biarkan aku yang mengurus semua


ini, aku‒”


“Kau


tidak mendengarku Choi Jaekwon? Bawa Kim Namjoon padaku!”



Namjoon


memandang pantulan istrinya di cermin. Wanita itu tengah mengobati sudut


bibirnya yang berdarah akibat tamparan dari Siwon tadi siang. Hatinya


benar-benar mencelos saat mendengar suara tamparannya yang begitu keras, sampai


membuat wanitanya terhuyung.


Perlahan


pria itu berjalan mendekat, lantas mengambil alih kapas yang Sihyun gunakan


untuk mengusap lukanya. Sihyun pun tersekejut dengan perlakuan tiba-tiba


Namjoon. Pasalnya pria itu tengah berlutut guna menyamakan tubuhnya dengan


Sihyun.


“Kenapa


kau melakukannya? Kenapa kau masih membela pria tak berguna sepertiku?


Tinggalkan saja aku Sihyun-ah, kau terlalu berharga untuk sampah sepertiku.”


Sihyun


menghentikan pergerakan tangan Namjoon yang sedang mengusap luka di sudut


bibirnya. “Jangan memaksaku untuk meninggalkanmu, karena sekeras apapun kau


meminta aku tidak akan menurutinya.”


“Tapi


aku sudah menyakitimu terlalu dalam, aku malu Sihyun-ah. Bahkan aku malu pada diriku sendiri, aku yang dulu pernah


mengucap janji, dan sekarang aku sendiri yang mengingkarinya. Entah bagaimana


aku harus meminta maaf padamu, kurasa semua permintaan maafku tak akan pernah


Tak


berniat menjawab, detik berikutnya Sihyun telah merengkuh Namjoon ke dalam


pelukannya, lantas mengusap puncak kepala pria itu dengan lembut. “Diamlah,


atau aku akan benar-benar meninggalkanmu.”


“Begitu


lebih baik.”



“Choi hoejangnim…” Jungwoo yang sedang memeriksa


berkas seketika bangkit dari tempat duduknya karena kehadiran Choi Siwon secara


tiba-tiba.


“Mungkinkah


anda bertanya-tanya untuk apa kehadiranku saat ini?”


“Ah ne, silahkan duduk hoejangnim.”


“Aku


tidak akan berlama-lama, dan langsung saja pada intinya, tentang pernikahan


putramu…”


Seperti


dugaan Siwon, Jungwoo pasti sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia


ucapkan.


“Aku


sudah mengetahui semuanya. Tentang pernikahan Namjoon, dan kehamilan mahasiswi


itu, anda terkejut bukan?”


“Ho-hoejangnim…” Jungwoo sangat terkejut


dan tak bisa berkata-kata.


“Aku


benar-benar kecewa Kim hoejangnim,” ujar


Siwon dengan tatapan mengintimidasi miliknya.


Jungwoo


pun membungkuk seketika pada Siwon sebagai permintaan maaf pada ayah menantunya.


__ADS_1


Plak!


Namjoon


meringis saat telapak tangan sang ayah berhasil menyentuh kulit pipinya.


Jungwoo benar-benar murka atas kelakuan putranya. Ia merasa sangat malu pada


Siwon karena tidak bisa menjaga putrinya.


“Apa


sekarang kau tahu apa akibat dari semua perbuatanmu ini? Choi hoejangnim membatalkan semua kerja sama,


dan investasi dengan perusahaan kita. Bahkan kini ia tak lagi menjadikan kita


sebagai supplier untuk hotel mereka.”


Namjoon


menunduk, kehabisan kata-kata. Karena memang benar apa yang ayahnya paparkan,


semuanya salah Namjoon. “Maafkan aku appa,


semua ini memang salahku,” ucap Namjoon penuh penyesalan.


“Untuk


apa kau minta maaf padaku? Seharusnya kau minta maaf pada istri dan mertuamu.


Yah, anggap saja ini akhir dari perusahaanku.”


“Aku


akan mempertanggung jawabkan semuanya appa,


aku akan bekerja di perusahaan. Aku akan berusaha mencari investor untuk


bekerja sama dengan kita. Aku tidak akan membiarkan perusahaan appa bangkrut begitu saja.”


Mendengar


keputusan Namjoon, Jungwoo hanya bisa menghela napas berat. Sejujurnya


kehilangan investor seperti Siwon merupakan kerugian yang cukup besar baginya,


karena sama saja seperti menukar tambang emas dengan tumpukan kerikil.


“Berdoa


saja agar ibumu tidak mengetahui tentang semua ini.”



‘Tinggalkan pria itu! Putriku terlalu berharga untuk


pria brengsek seperti dia.’


Sihyun


kembali meneteskan air matanya saat ucapan Siwon kembali terngiang di


pikirannya. Wanita itu kini tengah duduk di atas ranjang memeluk kedua lututnya


di depan dada, merenungi semua kemelut yang tengah menimpanya.


Bahkan


sempat terbesit di benaknya untuk bunuh diri. Namun ia urungkan saat mengingat


jika saat ini ia tidak lagi sendiri. Ada makhluk kecil tak berdosa yang kini


tengah tumbuh dalam tubuhnya, dan menunggu untuk bertemu dengannya.


“Kau


akan selalu bersama eomma kan? Kau


akan menemani eomma sampai saat itu


tiba kan?” Tukas Sihyun sembari mengusap perutnya yang sudah mulai menyembul


dengan penuh kasih sayang.


Tok tok tok…


“Eonni, kau harus keluar, jangan terus


mengunci dirimu di dalam kamar.”


Sihyun


pun menghentikan aktifitasnya saat mendengar suara Jaein dari luar kamarnya.


Tak berniat menjawab, ia malah membenamkan wajahnya pada lututnya. Entah apa


yang membuat Sihyun tiba-tiba saja malas saat mendengar suara Jaein. Yah,


bagaimanapun sifat manusia bisa berubah.


“Kau


kan belum makan dari tadi pagi. Kau harus makan eonni. Bagaimana kalau nanti kau sakit?”


Wanita


itu mengangkat kepalanya, lantas menghela napas sejenak menyadari


kecerobohannya. Benar kata Jaein, tubuhnya belum mendapat asupan dari tadi


pagi. Ia pun segera beranjak dari ranjang.


“Benar,


aku tidak boleh seperti ini. Setidaknya aku harus bertahan demi bayiku.”



 


10 Maret 2020 - Itsmehyuna_

__ADS_1


__ADS_2