Our Marriage

Our Marriage
Chapter 15


__ADS_3

Sihyun


melangkahkan kakinya memasuki rumah yang tiga tahun ini menjadi saksi bisu


kisah cintanya dengan Namjoon. Setelah menepati janjinya membelikan es krim


Minji, ia pun berpamitan pulang.


Ia


mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru rumah. Sepi. Tentu saja karena Namjoon


dan Jaein sedang bermalam di hotel tempatnya melakukan pemberkatan dan resepsi


kemarin. Begitu pula dengan nyonya Song yang pasti juga ikut menginap di hotel


tersebut.


Jungwoo


memang telah memesan kamar secara khusus untuk ditempati keluarga mempelai,


termasuk Sihyun. Namun gadis ini tentu saja menolak dengan beralasan harus


mengerjakan banyak laporan yang harus segera diselesaikan.


Perlahan


ia menyusuri setiap sudut ruangan. Kembali bayangan masa lalu muncul menghantui


pikirannya. Bayangan saat  pertama kali


ia menempati rumah yang dibeli Namjoon dengan uangnya sendiri, sebagai hadiah


pernikahan dari pria itu. Wanita mana yang tidak bahagia saat sang suami


memanjakannya begitu besar.


“Namjoon-ah turunkan aku!” protes Sihyun lantas memukul pelan dada sang suami yang


tengah menggendongnya memasuki rumah baru mereka.


“Ya diamlah sayang, berpeganglah padaku atau kau akan


jatuh nanti,” ujarnya pada Sihyun yang sontak membuat gadis itu mengerucutkan


bibirnya sebal.


Namjoon pun tersenyum melihat wajah sebal istrinya.


Ingin sekali ia memakannya saat ini juga.


“Ah lagi pula kau kan tidak bisa jalan sendiri,” bisiknya.


“Mwo? Tentu saja


aku bisa tuan Kim!”


“Setelah apa yang ku lakukan padamu semalam?” Kembali


ia membisikkan kalimat yang berhasil membungkam Sihyun seketika.


Butuh waktu lama bagi Sihyun untuk mencerna ucapan


Namjoon. Sebelum akhirnya berhasil memahami apa maksud suaminya.


“YA KIM NAMJOON!” Gadis itu pun gencar melayangkan


pukulan pada dada sang suami.


“Aw aw sakit Sihyun-ah, ya ya ya hentikan kau bisah jatuh nanti.”


Sihyun tetap memukuli dada suaminya dan tanpa ia


sadari membuat Namjoon terhuyung.


“Sihyun-ah hentikan…”


Bruk!


“Akh!”


Ya, mereka berdua pun terjatuh dengan posisi Sihyun


yang ada di atas karena Namjoon kehilangan keseimbangan tubuhnya.


“Oh omo! Namjoon-ah gwaenchana?” tanya


Sihyun khawatir saat melihat Namjoon menutup matanya. Ia pun segera bangkit dan


membantu suaminya. “Kim Namjoon kau dengar aku? Ya bangunlah, buka matamu,” ucapnya


sembari menepuk pelan pipi pria itu.

__ADS_1


“Joon bangunlah, hiks… maafkan aku sudah memukulimu


tadi.” Gadis itu kini malah terisak sambil mengoyangkan tubuh Namjoon.


Tidak, Namjoon tidak pingsan, dia hanya ingin menggoda


istrinya. Namun di luar dugaannya, hal tersebut malah membuat Sihyun menangis.


Grep!


Dengan sigap Namjoon menarik tubuh Sihyun, membawa


gadis itu dalam pelukannya. “Hey uljima, aku baik-baik saja sayang. Maaf ya sudah membuatmu menangis.”


Bukannya reda, tangisan Sihyun malah semakin keras.


Sontak saja membuat Namjoon kelabakan.


“Ya Sihyun-ah maafkan aku, astaga bodohnya kau Kim Namjoon.


Hey maafkan aku, jangan menangis lagi sayang,” ujarnya sembari mengangkat


kepala Sihyun agar menghadap ke arahnya.


“Jangan membohongiku seperti itu lagi, aku takut


Joon.”


Namjoon pun tersenyum dan mengusap air mata yang


membasahi pipi istrinya. “Iya Choi Sihyun, mau memaafkanku kan?”


Dengan lugu Sihyun pun mengangguk. Ia benar-benar


takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada suaminya.


Sontak


Sihyun menyunggingkan senyum di bibirnya saat pikirannya berkelana ke masa awal


pernikahan mereka.


Benar


memang, Namjoon tak pernah membohongi Sihyun seperti itu lagi selama tiga tahun


ini. Namun ia melakukan kebohongan yang lebih menyakitkan dari pura-pura


pingsan. Dan jika boleh memilih, lebih baik Namjoon pura-pura pingsan saja


Ia


kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju lantai dua, menuju kamar


utama. Ruangan yang biasanya ia dan Namjoon gunakan meluapkan segala penatnya.


Ruangan dimana menjadi saksi cinta mereka berdua selama ini.


Perlahan


pandangannya menyusuri segala penjuru kamar tersebut. Setiap sudut mampu


membuat hatinya berdegup karena menyimpan banyak kenangannya dengan Namjoon.


Kini


ia berjalan mendekat menuju meja rias, dan duduk menghadap cermin. Sihyun jelas


masih ingat, dulu sekali Namjoon sering menggodanya saat ia sedang merias diri


di depan cermin.


Biasanya


Sihyunlah yang mandi terlebih dulu sebelum Namjoon membuka matanya. Lalu ketika


pria itu bangun pasti akan memeluknya posesif dari belakang.


“Wahai cermin ajaib, katakanlah siapa wanita yang


paling cantik di istana ini?” ucapnya.


Sihyun yang mendengarnya pun tersenyum geli.


Bisa-bisanya sang suami mengatakan kalimat seorang ratu yang ada dalam dongeng


putri salju.


“Siapa memangnya?” Sihyunpun balik bertanya.


Namjoon mengecup kilas pipi sang istri lantas kembali


memandangnya lewat cermin. “Tentu saja kau sayang. Kau kan satu-satunya ratu di

__ADS_1


hatiku. Satu-satunya ratu di istana ini.”


Akhirnya Sihyun berbalik, dan mengalungkan tangannya


pada leher Namjoon. “Belajar darimana kalimat seperti itu?”


“Aku tidak belajar, aku hanya mengatakan yang


sesungguhnya sayang. Hanya kaulah ratu bagiku sampai kapanpun. Kau harus tahu


itu sayang.”


“Iya-iya aku tahu Kim Namjoon.”


Sihyun


tersenyum getir saat kembali mengingat ucapan Namjoon waktu itu. Benar-benar


sakit rasanya saat orang yang sangat kau cintai dan percaya pada akhirnya


mengingkari apa yang dulu pernah ia ucapkan.


“Kini


aku bukanlah satu-satunya ratu di hatimu Joon. Bukan lagi satu-satunya ratu di


istana kita.”


Kembali


terdengar isakan dari bibir Sihyun. Dipandanginya bingkai foto pernikahan


mereka dengan sendu.


“Sepertinya


kau sudah lupa jika aku pernah menjadi yang paling kau sayang, menjadi yang


paling kau cinta. Kau bahkan mengatakan padaku tak akan pernah meninggalkanku


Joon, tapi apa? Kau bahkan memilih mmencari wanita lain untuk mengandung buah


cintamu di saat aku tak kunjung mendapatkan kesempatan itu.”


Tangis


Sihyun pun akhirnya tak bisa ia bendung lagi. Ia pun merasakan sesak yang


teramat sangat di dadanya.


“Kenapa


kau tega melakukannya padaku Joon? Katakan padaku apa yang dimiliki Jaein dan


tak kau temukan padaku? Apa cintaku padamu tidak cukup sehingga kau mencari


cinta yang lain?”


“Ahaha


aku tahu, aku kan tidak bisa hamil, wajar saja kau jenuh denganku dan mencari


wanita lain. Yah, aku memang istri yang tak berguna untuk suamiku.”


“Aaargh!”


Brak!


Tak


kuasa menahan sakit hatinya, Sihyun pun meraung sejadi-jadinya. Tangannya


menyapu bersih segala benda yang ada di atas meja riasnya hingga berjatuhan di


lantai.


“Dan


sekarang apa yang ku lakukan? Aku tetap bertahan di sampingmu, bertahan di samping


pria yang sangat ku cintai. Bahkan ku biarkan kau menikah dengan gadis lain


demi kebahagiaanmu. Ku lakukan segalanya untukmu, tapi yang ku dapat hanyalah


kepedihan.”


“Apa


semua itu tidak cukup membuktikan jika aku benar-benar mencintaimu Joon?”



 

__ADS_1


 


30 Januari 2020 - Itsmehyuna_


__ADS_2