Our Marriage

Our Marriage
Chapter 20


__ADS_3

“Maaf sudah merepotkanmu Sihyun-ah, tapi hanya kau yang bisa diandalkan.” Ucap Raemi saat memeluk


adik iparnya.


Sihyun pun tertawa mendengar permintaan maaf Raemi.


Bukan bermaksud mengejek, tapi ia memang sudah hapal dengan kebiasaan kakak


iparnya yang satu ini. Namun nyatanya wanita ini tidak keberatan sama sekali


saat Raemi menitipkan Minji padanya.


“Ck! Kau kan memang licik eonni, sama seperti oppa.”


Ejeknya sembari melirik satu-satunya pria yang ada disana.


“Kenapa kau malah mengataiku Choi Sihyun?”


“Karena kau memang seperti itu kan oppa?” Sihyun kembali menggoda kakaknya.


Disaat kakak beradik itu sedang berdebat, Raemi hanya


bisa memutar bola mata malas melihat keributan yang telah diciptakan Jaekwon


dan Sihyun.


“Ya! Kenapa kalian berdua jadi bertengkar eoh?


Sudahlah, pokoknya aku sangat berterimakasih padamu Sihyun-ah.”


Sihyun pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. “Iya eonni, kau tahu kan aku selalu sedang


jika main dengan Minji. Ah kalau begitu aku pamit pulang dulu oppa, eonni.”


“Kau akan pulang sendiri?” Tanya Jaekwon. Tak bisa


dipungkiri kadang kala ia bisa sangat khawatir pada adiknya ini. “Apa tidak


sebaiknya kau minta dijemput Namjoon saja?”


“Dia pasti lelah setelah seharian ini bekerja oppa, lagipula bagaimana dengan mobilku


nanti?”


“Sihyun benar Kwon-ah,”


Sahut Raemi membenarkan.


Jaekwon pun menghela napas sejenak lantas


menganggukkan kepalanya. “Baiklah, hati-hati Sihyun-ah.”


“Eoh, aku akan berhati-hati.”



“Tadi apa yang ingin kau katakan sayang?”


Raemi yang sedang menghapus sisa riasan diwajahnya pun


menoleh menatap suaminya yang baru saja keluar dari kamar mandi. Dan sontak


saja ia teringat dengan apa yang ingin ia katakana pada Jaekwon.


Raemi pun bangkit, lantas menghampiri Jaekwon dan


mengajaknya duduk di tepi ranjang mereka agar perbincangan mereka sedikit


terasa nyaman. Jaekwon pun mengikuti apa yang dilakukan istrinya.


“Sebenarnya aku takut mengatakannya,” Ucap Raemi


lirih.


“Kenapa takut?”


“Aku takut jika yang ku duga ini salah.”


Jaekwon merapatkan posisi duduknya dengan Raemi dan


menatap istrinya. “Memangnya tentang apa hm?”


Raemi menghela napas. Mencoba menguatkan dirinya


sendiri sebelum mengatakan apa yang terjadi pada Jaekwon.


“Tapi berjanjilah kau tidak akan marah Kwon-ah.”


Jaekwon pun mengangguk pasti.


“Apa kau ingat saat dulu kita pergi ke Jeju, tentang


pria yang pernah ku ceritakan padamu?”


“Pria?” Tanya Jaekwon keheranan. “Pria yang mana


memangnya?”


“Pria yang ku bilang sangat mirip dengan Namjoon


sayang,” Jelas Raemi.


Sang suami terlihat berpikir, mengingat kembali apa


yang dulu pernah Raemi ceritakan padanya.


“Ah! Yang berlibur dengan istrinya itu?” Tanya Jaekwon


memastikan, dan Raemi menganggukkan kepalanya. “Memangnya ada apa dengannya?


Apa kau bertemu dengannya?”


Raemi kembali mengangguk. “Tadi aku melihat pria itu


berbelanja dengan istrinya saat kita ke supermarket. Mereka terlihat mesra


sekali, dan sepertinya istrinya sedang hamil.” Ucap Raemi ragu.

__ADS_1


Jaekwon terkikik pelan. “Jadi kau ingin menceritakan


bahwa istri pria itu sedang hamil? Ah apa kau ingin bermesraan denganku juga?”


Goda sang suami yang sontak membuat Raemi melayangkan pukulannya pada pundak


Jaekwon.


“Aku serius Choi Jaekwon!”


“Hehehe baiklah-baiklah maaf, lanjutkan ceritanya.”


Bukannya menjawab dan melanjutkan ceritanya, kini


Raemi sudah beranjak dari tempatnya dan berjalan menuju meja riasnya.


“Ya, aku minta maaf Raemi-ya. Ayo lanjutkan saja cerita...”


Jaekwon terdiam seketika saat Raemi kembali


menghampirinya dan menunjukkan sebuah foto yang berhasil mengejutkannya. Foto


sepasang suami istri yang sedang bermesraan. Terlihat sang suami tengah


melingkarkan lengannya pada perut buncit istrinya dan tengah mengecup bibir


sang istri.


“Katakan padaku jika pria itu bukan Namjoon sayang.”


Pinta Raemi. Suaranya bergetar gelisah.


Sontak Jaekwon mengepalkan tangan disamping tubuhnya.


Ia benar-benar terkejut saat ini.


Jujur ia mengakui jika pria yang ditunjukkan Raemi


benar-benar mirip dengan adik iparnya. Mulai dari wajah dan postur tubuhnya,


bagaikan pinang dibelah dua. Tidak ada bedanya. Namun entah mengapa emosinya


seketika tersulut saat melihat kemesraan pasangan tersebut.


“Aniya,


tidak mungkin pria itu Namjoon sayang. Sudah tidak perlu memikirkan apa-apa,


tidurlah kau pasti lelah kan?” Ucap Jaekwon setelah mengecup kening istrinya.



Jarum jam telah menunjuk angka 1, dan terlihat Jaein


berjalan menuruni tangga. Gadis itu hendak menuju dapur. Entah mengapa ia


tiba-tiba terbangun dan merasa tenggorokannya minta dibasahi.


Namun langkahnya seketika terhenti saat mendengar


suara dentingan gelas yang sedang diaduk. Tubuhnya menegang, dan langkahnya


film horror yang sangat ia benci.


Meskipun takut, namun ia tetap mengendap-endap menuju


dapur untuk memastikan siapa yang tengah berada disana. Mengingat Namjoon


sedang tidur di kamar, dan Sihyun mana mungkin malam-malam begini berada di


dapur.


Ia pun melongokkan kepalanya untuk memeriksa keadaan.


Namun baru saja mengintip, gadis itu dikejutkan dengan


sosok berbaju putih dihadapannya.


“Aaargh!!!”


“Kkamjagiya!


Ya-ya, Jaein-ah ini aku. Hey kau


kenapa?” Sihyun pun ikut terlonjak karena teriakan nyaring Jaein. Sedangkan


Jaein, ia sudah berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Setelah mendengar suara Sihyun, gadis itupun


menengadah perlahan, memastikan jika yang mengajaknya bicara itu benar-benar


istri pertama Namjoon.


“Huwaa eonni…”


Langsung saja Jaein menghambur ke pelukan Sihyun. Sihyun yang tiba-tiba dipeluk


Jaein pun kelabakan karena harus tetap menyeimbangkan tubuhnya, dan juga


memastikan agar isi gelas yang sedang dipegangnya tidak tumpah.


“Hey sudah jangan menangis, ini aku Jaein-ah­.”


“Ada apa ini? Jaein kenapa?” Tanya Namjoon yang


tahu-tahu sudah berada dihadapan mereka.


Sihyun menatap prianya lantas menggelengkan kepala.


“Tadi tiba-tiba saja dia berteriak ketakutan, lalu menghambur memelukku.”


Jelasnya.


“Aku takut eonni,”


Ucap Jaein dengan suara parau khas orang yang sedang menangis.

__ADS_1


“Ya, memangnya kau kira aku ini hantu eoh?” Omel


Sihyun sembari menuntun Jaein dan mengajaknya duduk. Namjoon pun mengekori


kedua wanitanya. “Ck! Memangnya ada hantu secantik diriku ini? Cha minumlah dulu agar kau lebih


tenang.”


Tanpa berniat menjawab pertanyaannya, ia pun menerima


uluran gelas Sihyun, lantas meminumnya dalam sekejap.


“Aigoo pelan-pelan sayang, kau bisa tersedak nanti.” Namjoon mengusap lembut punggung


Jaein sekaligus agar gadis itu lebih tenang.


Setelah menghabiskan susu yang diberikan Sihyun, ia


pun menatap wanita yang lima tahun lebih tua darinya itu.


“Habisnya aku takut eonni, aku terkejut melihatmu tadi. Lagipula apa yang kau lakukan


di dapur malam-malam begini?” Serbu Jaein. “Eoh, ngomong-ngomong bukankah ini


susuku?”


Sihyun pun tersenyum. “Memang iya. Aku pernah membaca


jika ibu hamil akan merasa kehausan di malam hari, makanya aku sengaja bangun


membuatkan susu untukmu. Aku benar kan? Apa kau tadi haus?”


Sontak mata Jaein pun nampak berbinar memandang


Sihyun. Tebakan wanita itu benar-benar tepat pada sasaran.


“Woaah daebak!


Apa kau ini cenayang eonni?” Puji


Jaein.


Sihyun hanya bisa tersenyum mendapat pujian dari


Jaein. Sedangkan Namjoon kini tengah menatapnya dengan penuh arti. Mungkin pria


itu sedikit tertohok karena nyatanya Sihyun memberikan perhatian penuh pada


Jaein dan canlon bayi yang tengah dikandung gadis itu.


“Sekarang kau sudah baik-baik saja kan?” Jaein pun


menganggukkan kepalanya.


“Kalau begitu sekarang waktunya tidur, oke?” Kini


giliran Namjoon yang membuka suara.


“Arraseo oppa,


selamat malam eonni.” Pamitnya pada


Sihyun.


Kini pandangan Sihyun tertuju pada Namjoon. Manik


mereka bertemu, seakan sudah sangat lama tidak saling menatap seperti saat ini.


“Are you an


angel?”


Seketika Sihyun mengernyit heran memandang suaminya. “Mwoya?”


“Kenapa kau melakukan itu? Kau membuatku semakin


terlihat buruk Sihyun-ah.” Dan tanpa


sadar pria itu kini tengah meneteskan airmatanya, membuat Sihyun kembali


kelabakan.


“Hey apa kau benar Kim Namjoon yang aku kenal? Kenapa


kau menangis hm?” Ucap Sihyun sembari mengusap air mata di pipi suaminya.


“Uljima eoh,


kalau seperti ini tidak terlihat seperti suamiku. Lagipula aku sudah menganggap


bayi itu seperti anakku sendiri Joon.” Jelasnya.


Dan jika


kau tahu, aku juga sedang memperjuangkan bayi kita tanpa kau ketahui Joon.


“Maafkan aku Sihyun-ah. Aku pria tidak berguna.”


“Aniya, kau


adalah suami terbaikku.” Ucapnya dengan senyum hangat menghiasi bibirnya.


Grep!


Dalam sekejap Namjoon membawa Sihyun ke pelukannya.


Mendekapnya erat seolah tidak akan lagi hari esok. Sedangkan Sihyun hanya diam


membenamkan wajahnya dengan nyaman di dada bidang suaminya.


Pada dasarnya wanita itu juga sedih, teramat sangat


sedih. Namun ia enggan menunjukkan kesedihannya pada Namjoon. Ia mencoba


menyimpannya sendiri tanpa orang lain ketahui.


__ADS_1


 


25 Februari 2020 - Itsmehyuna_


__ADS_2