
Rani menerobos masuk, jantung nya berdetak kencang. Memegangi dada ia menarik dan membuang napas pelan.
"Kau mendatangi ku, apa kau tidak puas dengan servis Saka?" ejek Chris.
Rani mendelik lalu mencebik keras.
"Diam sialan, aku melihat dua orang yang aneh tadi, aku hanya takut." Menunjuk arah pintu di mana dua orang tadi.
Kepala Chris keluar pintu. Tidak melihat satu orang pun di sana. Saat Chris menoleh ke sebelah kiri melihat Saka yang menatapnya aneh.
"Rani, kau bilang ke kamar Ega dan Tata, jangan bilang kau menggoda playboy tak laris ini." Rani memutar mata malas. Menarik Saka masuk kedalam kamar.
Chris menutup pintu duduk di sofa bermain game di ponsel. Terlalu malas mendengar ocehan cempreng Rani.
Rani cerita pada Saka ,ia tak mau ada masalah dalam hubungan mereka. Sudah menjadi kebiasaan mereka untuk saling terbuka.
Sudah setengah jam Rani dan Saka di kamar Chris "Dimana Nando?" tanya Rani yang sedari tadi tidak melihat batang hidung pria itu.
"Dia pergi dengan Tata hampir satu jam yg lalu."
Rani mengangguk, "Temani aku ke kamar Ega aku takut," ucapnya manja pada Saka.
"Kau ikut? Kita makan malam bersama," ajak Saka. Chris angkat bahu tapi ikut keluar kamar.
Mereka berjalan beriringan mencari nomor kamar Ega. Rani melirik dari tempatnya berdiri ke arah kamar Chris.
Rani mematung ia yakin kamar yang di masuki dua orang tadi itu kamar Ega.
Jarinya menunjuk pintu Ega dengan wajah pucat, suaranya tersendat. Saka mengerti maksud Rani segera meraih gagang pintu membukanya dengan kasar.
__ADS_1
Mungkin keberuntungan atau apa pintu tidak terkunci. Mereka masuk melihat Ega duduk di lantai menutup wajah dengan bahu bergetar.
Dada Chris berdebar melihat keadaan Ega. Meraih tangan kecil yang menutupi wajah Ega iris pekat si tampan melebar melihat sedikit darah di sudut bibir mungil kesayangan.
"Apa yang terjadi di sini?" suara lembut di belakang mereka terdengar ketus.
Wanita berambut cokelat langsung menghampiri Ega di sofa, menangis bersandar pada bahu tegap Chris, tangan pria itu setia mendekap tubuh bergetar Ega.
"Geser jauh, aku tahu adik ku tidak menjalin hubungan dengan siapa pun," memukul tangan Chris.
Rasa panik Galih, Rani dan Saka berubah menjadi tawa kecil. Lebih-lebih melihat raut masam Chris.
"Bisa kalian cerita pada ku apa yang terjadi?" Galih menuntut.
"Aku juga tidak tahu, Galih! Sebelum ke sini aku melihat dua orang mencurigakan, karena takut aku mengetuk pintu kamar Chris dan bersembunyi, saat kami ke sini Ega sudah seperti ini," Rani menjelaskan sedikit sesak.
Setidaknya ia merasa lega, mungkin itu terbaik. Chris paham Manda dan Galih sudah seperti keluarga bagi Ega. Di saat seperti ini, pasti bisa membuat hati Ega merasa tenang.
"Kau tidak boleh menyentuh nya," Galih terkekeh mendengar nada ancam Manda.
Chris memutar bola mata, ia hanya melihat tidak menyentuh masih di ancam juga. Galih melangkah maju, menepuk pundak Chris pelan lalu menggeleng kepala.
"Jangan tersinggung mereka sahabat dari kecil. Manda perempuan jadi lebih sensitif. Tidak ingin Ega tersakiti lagi, terlebih mereka sudah lama tidak bertemu. Ku harap kau mengerti," Chris mengangguk.
Mendengar Isak lirih Ega, Manda merasa tidak tahan dan ikut menangis.
"Aku di sini tenanglah," mengelus punggung gemetar Ega.
Chris menelisik Ega wajah gadis itu sangat pucat.
__ADS_1
"Ega, mereka siapa?" Rani membuka suara.
Ega terdiam tidak tahu harus berkata apa. Tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya. Menggigit bibir kuat.
Pintu terbuka Nando dan Tata kembali. Kehadiran pasangan itu di sambut diam.
Merasa aneh mereka saling lirik tidak mengerti, iris Tata menangkap Ega yang menangis dalam pelukan calon istri Galih.
Tata mendekati mereka duduk di samping Ega menyentuh belakang punggung Ega. "Ada apa?" menelisik wajah kacau Ega.
Untuk kedua kali nya Rani bersuara. Tata terkejut dan merasa bersalah. "Maafkan aku, Ga?" Tata ikut sesak.
Ega menggeleng lemah. "Tidak, ini bukan salah mu, Ta. Aku butuh istirahat," berdiri melangkah masuk ke dalam kamar di susul Rani, tata dan Manda.
Galih paham Ega tapi kali ini ia bersikeras untuk tahu apa yang terjadi.
Saka menepuk pundak Chris. Kekasih Rani itu tahu Chris terlihat meletup dengan sikap diam Ega.
Chris mencoba menerka siapa dalang semua ini. Melirik Saka yang melempar dagu lalu melangkah pada balkon. Galih mengikuti langkah mereka.
🌹🌷🌹🌷
.
.
.
Tbc
__ADS_1