Pacar Pertama Calon Kedua

Pacar Pertama Calon Kedua
Pacar Pertama Calon Kedua 42


__ADS_3

Untaian dari bermacam kata—kalimat seduktif mengalir deras dalam benak. Satu keputusan hampir tidak terucap dari mulut mungil si gadis. Bagaimana  bisa menjalani suatu hubungan  resmi tanpa memberi kata setuju? Oh, tentu saja bisa! Kalian tidak ingat definisi sang pria!? Seorang pria dengan sifat egois; tidak suka di bantah; dan sialan nya dia tampan.


Bekal apa yang bisa dia pakai nanti? Setelah semua hal terjadi dan hari ini berlalu. Gelombang hidup  selalu tidak bisa di tebak. Kisah hidup seperti drama sampai beberapa waktu lalu ruh nya nyaris meninggalkan raga selamanya. Telapak tangan kecil saling meremas kembali bergetar. Meyakinkan diri mengikuti alur skenario sang pencipta.


Menjalani sebuah lakon, dari  panggung semesta, bergerak sesuai keinginan dari sebuah lukisan ikatan bernama takdir, banyak orang menyebut nya begitu. Sebagai sebuah konotasi garis hidup. Mereka yang sudah berusaha terbaik, berakhir nihil atau biasa disebut takdir berkata lain. Apa yang terjadi selanjutnya? Mereka marah; menangis; mengumpat; menjerit kata tidak adil.


Lupakan yang telah berlalu, jalani masa depan dengan harapan.


Kalimat panjang diatas berhasil, menyentil semangat seorang berjiwa besar. Menerima lapang dada atas hal yang sudah terjadi.


Cerita dalam hidup nya nyaris sama sekali tidak ada yang menarik. Hanya saja semua berubah setelah ia menikah untuk pertama kali. Pernikahan tanpa ada nya cinta, jangka perkenalan singkat, hati hampa mendadak harus terisi kehadiran orang asing. Awalnya gadis itu memiliki pemikiran sama, menikah hanya sekali seumur hidup. Berusaha membuka diri dan melakukan yang terbaik untuk rumah tangga nya. Namun apa? Yang lebih menyakitkan usaha untuk mencintai suami nya harus gagal.


Sejenak lamunan panjang memberi ruang si gadis untuk ia berpikir.  Sebenarnya dari  semua yang terjadi di antara dirinya dan sang mantan suami. Siapa yang pantas  disalahkan, siapa? Pria dewasa mana bisa menahan hasrat? Dirinya yang begitu naif? Ataukah memang kesalahan takdir untuk mereka jadikan pelajaran berharga!?


Ya ego, dalam diri Ega masih terlalu tinggi, sebelum ia benar-benar jatuh cinta pada pria yang kini resmi berstatus suami. Sengatan trauma dan ketakutan selalu menjadi posisi puncak mengendalikan segala rasa dalam diri Ega. Namun ia juga perlu berjuang untuk terus melangkah bukan bersembunyi dalam bayang jalan masa lalu.


Mencoba meyakinkan diri, rasa percikan tumbuh dalam hati dan Chris menyambut. Memberi rasa nyaman dari semua perilaku pria itu. Dari kaku sampai luluh, Ega membuka lebar pintu hati menyambut hati hangat pria pujaan. Yah, Ega harus mampu lepas dari kisah usang  sebagai musuh, dan menyambut sebagai teman untuk pengalaman hebat di masa depan.


Menetralkan emosi. Isi pikiran si gadis begitu sesak, sampai siang tadi ia kesulitan fokus saat hari penting  kedua kalinya berlangsung. Acara penuh khidmat.


Telinga Ega mampu menangkap pekik senang para tamu yang hadir. Semua melepas lega saat Chris berhasil melafalkan ijab-qabul  pria itu berseru lancar.


Tidak terkecuali Ega. Saat harus bertatap muka. Saling melempar senyum bercampur debaran senang, haru serta tersenyum malu di saksikan banyak mata saat Chris mengecup pipi berlapis make up minimalis.


Sepasang cincin perak cantik tersemat di jari manis pengantin. Penanda status mereka telah berganti. Wajah kedua nya begitu berbinar menebar aura positif sangat mempesona. Tampan dan cantik duduk bersisian di pelaminan, sesekali Chris memberi rayu membuat Ega menahan senyum malu. Mereka telah resmi dalam ikatan suci.


Sebelum pernikahan pasangan itu pun mengikuti tradisi yang ada. Ega yang tidak bekerja di haruskan mengikuti acara pingit. Di mana calon pengantin perempuan tidak bisa bertemu sementara waktu dengan calon pengantin pria. Chris mendadak gelisah menahan rindu, sempat mencuri waktu untuk bertemu. Pria itu datang ke apartemen beralasan mengantar makanan, dan sial karena Rani, Manda dan Tata selalu ada menemani Ega. Tidak habis akal Chris mencoba video call, pria itu semakin kesal panggilan video selalu di tolak.


Ega melihat Manda menangis dalam pelukan Galih. Semalam mereka melakukan hal yang sama. Rani, Tata dan Manda hanya mereka orang terdekat Ega. Gadis itu menangis lebih dulu, pernikahan kali ini tidak ada orang tua juga nenek. Hati Ega semakin sedih, kala harus meminta restu di makam ketiga orang tersayang, tanpa bisa memeluk atau mendengar persetujuan mereka.


Ega sempat berkunjung ke rumah paman (ayah Rei), Ega kembali menangis haru. Sang paman berkata dengan senang hati akan menjadi wali, rasanya sangat bahagia. Menangis di pelukan sang paman tanpa lupa mengucapkan terima kasih.


Sebelum acara berlangsung cemas bergelayut. Mengingat cuaca sangat tidak mendukung beberapa hari ini. Merasakan hangat pada punggung tangan Ega menunduk, melihat  telapak besar Chris membawa satu tangan Ega dalam genggaman. Tatapan mereka bertemu suaminya sedikit menunduk lalu berbisik lembut.


"Semesta ikut bahagia, mengizinkan hari ini cerah untuk menyambut pernikahan kita."


Ega menanggapi dengan senyum, "Kau bahagia?"


Chris mendelik, pertanyaan bodoh macam apa itu. "Kau bertanya pada ku? Atau aku harus bertanya balik pada mu? Kau terpaksa?"


Ega tidak bisa menahan tawa lagi, perut nya di serang rasa geli sampai ia harus menutup mulut dengan kedua tangan. Chris merotasi mata malas, istri nya benar-benar meledek.


"Kalau aku terpaksa mungkin aku akan pergi sejak tadi. Aku sangat bahagia." Ega akhirnya bersuara setelah berhasil menghentikan tawa.


Chris tersenyum gemas, dari awal duduk  bersanding bibir nya gatal ingin mencium bibir pujaan. Pengantin pria menarik napas gusar, melepas karbondioksida halus. Iris nya menatap lurus para tamu undangan menikmati acara serta berbagai menu hidangan tersedia.


Ega memperhatikan suaminya bingung, bibir nya sudah terbuka  ingin bertanya. Terhalang satu tamu kolega Chris datang. Selesai bersalaman tamu turun. Kedua bibir Ega kembali terbuka, terpotong lagi dari suara MC menyapa pengantin diiringi suara organ.


"Untuk pengantin kita. Halo kita sapa dulu pengantin kita yang sedang berbahagia, kami semua berdoa serta berharap rumah tangga kalian langgeng, kakek—nenek hanya maut yang bisa memisahkan, Aamiin." Serempak para tamu di sana menyambut baik kata Aamiin tadi berjamaah.


"Pengantin tampan dan cantik akan selalu berdebar menanti malam pertama—" para tamu tergelak kencang, membuat rona merah muda di pipi Ega bertambah.


"—tahan dulu bos, kencangkan ikat pinggang dan resleting kendur kan otot untuk sekarang. Berbeda saat malam ikat pinggang dan resleting kendur dan otot harus kencang, iya apa iya bos?" Suasana semakin terbawa riang dari lontaran kalimat konyol dan banyol sang MC.


"Oke bos untuk sekarang, mungkin ada permintaan lagu khusus untuk diberikan pada pasangan anda?"


MC memberi mic namun Chris menolak hanya membisikan sebuah lagu mengungkapkan isi hati nya selama ini.


MC tersenyum lalu manggut-manggut.


"Oke kita play . Wow, ini lagu lama tapi orang pasti tahu makna di balik lirik  romantis lagu ini."


Musik mulai berputar ... Ega mulai mendengarkan seksama saling tersenyum dan berpegangan tangan.


It's undeniable that we should be together


Tak bisa dibantah bahwa kita harus bersama

__ADS_1


It's unbelievable how I used to say that I'd fall never


Tak bisa dipercaya bahwa dulu aku sering berkata takkan pernah jatuh cinta


The basis is need to know, if you don't know just how I feel


Harus didasari pengertian, jika kau tak tahu perasaanku


Then let me show you now that I'm for real


Maka biarlah ku tunjukkan padamu bahwa aku sungguh-sungguh


If all things in time, time will reveal, yeah


Jika semuanya tepat waktu, waktu kan menunjukkan, yeah


One, you're like a dream come true


Satu, kau seperti mimpi yang jadi nyata


Two, just wanna be with you


Dua, aku hanya ingin bersamamu


Three, girl, it's plain to see


Tiga, kasih, mudah dilihat


That you're the only one for me


Bahwa kaulah satu-satunya untukku


And four, repeat steps one through three


Dan empat, ulangi langkah satu sampai tiga


Lima, jatuh cintalah padaku


If ever I believe my work is done


Jika aku yakin pekerjaanku selesai


Then I'll start back at one, yeah yeah


Maka  ku mulai lagi dari satu, yeah yeah


It's so incredible, the way things work themselves out.


Sungguh mengagumkan, bagaimana semuanya terjadi.


And all emotional once you know what it's all about, hey


Dan sungguh mengharukan begitu kau tahu tentang apa semua ini


And undesirable for us to be apart


Dan kita tak diharapkan berpisah


I never would've made it very far


Tak pernah aku kan sejauh ini


'Cause you know you got the keys to my heart


Karena kau tahu kau punya kunci ke hatiku


'Cause,

__ADS_1


Karena


Say farewell to the dark of night


Ucapkan selamat tinggal pada gelap malam


I see the coming of the sun


Kulihat datangnya mentari


I feel like a little child


Aku merasa seperti anak kecil


Whose life has just begun


Yang hidupnya baru dimulai


You came and breathed new life


Kau hadir dan hembuskan hidup baru


Into this lonely heart of mine


Ke dalam hatiku yang sepi ini


You threw out the lifeline just in the nick of time


Kau lemparkan tali penolong dalam waktu demikian singkatnya


Ega menutup mulut, meraih tisu guna menyeka air mata. Ia pasti merusak riasan. Chris tersenyum membantu Ega menghalau air mata. Pria ini benar-benar bisa mengambil semua emosinya. Dan ia tidak akan menyesal memilih Chris sebagai suaminya.


Tanpa menghiraukan iris berembun Ega. Suami nya menambah suasana hati Ega semakin melambung. "Jangan pernah ragu, aku sangat mencintai mu!" Mengecup kening sang istri. Ega tentu tidak bisa lagi menahan air mata.  Beruntung saat ia tidak bisa menghentikan tangis, sudah waktunya mereka ganti pakaian.


Kilas kenangan beberapa hari sebelum acara di tambah hari ini, masih terekam jelas di benak si gadis. Satu jam gadis itu di kamar melepas semua aksesoris dan gaun. Ega sudah segar, memakai baju tidur bahan sutra, ia mulai menelisik isi kamar pengantin di hotel ini. Buket bunga mawar merah cantik, dan....


Pintu terbuka Chris melihat Ega duduk di pinggir ranjang. Pria itu memberi kecup singkat di pipi. "Aku mandi dulu, tubuh ku lengket." Kepala Ega terangguk.


Dua puluh menit Chris keluar dengan tubuh segar. Pakai baju tidur couple dan duduk di sebelah Ega.


Gadis itu terkekeh sekali lalu menggeleng kepala. Dua kotak cokelat dekat lampu kecil, sebelah ranjang. Chris tidak lupa, Ega mengatakan kalau ia ingin cokelat. Tapi bukan sebanyak ini juga. Ya ampun suami nya berniat membuat Ega sakit gigi.


Buka satu dari dua kotak di sana, ia kembali tersenyum. "Kau berniat membuat ku sakit gigi?"


Alis Chris berkerut, bukankah istrinya sendiri minta cokelat. "Kau minta, aku menyuruh Genma beli," balas Chris santai.


"Kenapa juga Genma membeli sebanyak ini? Aku bisa sakit gigi." Gumam Ega mengelus kotak di pangkuan. "Suami ku, kenapa ranjang kita tidak ada taburan bunga seperti kamar pengantin pada umumnya?" Ega hanya penasaran biasa nya kamar pengantin akan ada hal seperti itu.


Chris tersenyum, "Aku suka panggilan mu." mengecup pipi sang istri. "Memang sengaja, apa kau lebih suka begitu?"


"Bukan, hanya penasaran. Jujur aku lebih senang seperti ini, tidur juga lebih nyaman."


Chris lega, ia pikir ide nya buruk. "Kau benar, tidur dengan taburan bunga itu terdengar seperti mayat. Gila saja malam pertama jadi eksperimen mayat hidup, mengerikan. Lebih baik kita santai dan melakukan hal enak-enak, benar!?"


Ega melirik kaku sang suami. Satu seringai Chris muncul merapatkan tubuh Ega dalam dekapan samping. Ia menunduk berbisik tipis-tipis mengantar rasa debaran gila. Uap napas sang suami menyentuh telinga, barisan kata mesum nyaris membuat tubuh nya meremang; merinding; meneguk liur kering.


Saat tatapan mereka bertemu, garis raut kemenangan tercetak di wajah sang suami. Dan detik selanjutnya ia merasakan detak jantung kelewat normal semakin membawa Ega di ambang gelisah.


🌷🌹🌷🌹


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2