Pacar Pertama Calon Kedua

Pacar Pertama Calon Kedua
Pacar Pertama Calon Kedua 22


__ADS_3

Mika cemberut saat Chris bilang tidak bisa membawa Ega berkunjung akhir pekan. Wanita paruh baya berniat masak makan malam istimewa, juga lebih dekat dengan si calon mantu. Selain itu ada Taka dan Kania, jadi rumah akan ramai kalau mereka berkumpul.


"Astaga, mom jangan seperti itu. Lihat kerutan di dahi mu langsung muncul sepuluh kali lipat." Ledek Chris dengan terkekeh puas.


Mika mencebik. Cubit pipi Chris sedikit kencang, lalu terlepas setelah sang anak bujang merengek. "Jadi?"


Chris menghela napas. "Aku mungkin bisa bujuk dia." Senyum merekah Mika terbit, "Benar ya, Taka dan Kania juga datang. Seperti nya bisa ramai terlebih kalau ada cucu!" berdeham membuat putra nya salah tingkah.


Chris mulai salah tingkah menggaruk kepala yang tidak gatal. "Kalau masalah itu malam ini juga bisa aku buat," mencium pipi cepat, melesat sedikit berlari saat sang ibu sudah ingin mencubit lagi.


Chris memang sudah berpamitan, untuk pergi kembali pulang ke apartemen. Sebelum Mika membuka obrolan untuk membawa sang kekasih.


Mika menggeleng geli kedua anak yang sudah dewasa terkadang suka menimpali gaya khas suaminya alias mesum.


"Kau kenapa?"


Suaminya tiba-tiba datang, duduk di kursi kosong sebelahnya. Mencuri satu potongan brownies kismis di meja dan tersenyum. "Ini sangat pas di lidah, kau selalu tahu selera ku," menambah pujian untuk istri tercinta.


"Hah, kenapa kedua anak ku begitu mesum?" keluh Mika suara lemah dan wajah cemberut.


Pertanyaan geli di sambut kekeh ringan. "Mereka normal," sahut Steven santai. Mika memutar mata malas, "benar mereka memang turunan mu."


Steven tertawa kencang. "I am." Tanpa permisi meneguk teh hangat sang istri.


Mereka sama-sama tertawa. Menyambut malam penuh rindu hanya berdua. Terlebih Steven baru pulang dari Korea tiga jam yang lalu.


🌟🌟🌟


"Ibu mengundang mu berkunjung. Kau mau datang?" Kunyahan roti maryam isi daging bercampur saus mayones dan sayur terhenti.


Jantung Ega berdetak keras. Pulang kerja Chris mengajak melepas penat. Cafe dekat apartemen Ega.


Sungguh belum siap untuk ini. Takut jikalau calon ibu mertua tidak suka atau semisal  untuk menjauhi anaknya. Cukup tahu diri, mengingat kasta keluarga mereka sangat jauh berbeda.


Ega menahan napas beberapa detik. Menjilat bibir seolah ada saus tertinggal. "Aku—"


"Ibu ku tidak galak seperti mertua pada umum nya," Chris membuka suara mengerti jalan pikiran Ega, "Kalau tentang ayah ku, beliau memang keras tapi tidak perlu khawatir." Mengelus puncak kepala kekasihnya.


Ega terdiam.


Chris menelisik.


Hati si gadis tersentuh Chris begitu perhatian. Sampai harus bercerita  sifat kedua orang tuanya. Dia sendiri masih harus ekstra menata pikiran. Masalah nya iya atau— tidak.


Saat memilih bersandar. Chris kembali menekan suara. Ia tidak ingin memaksa jika di rasa kekasih nya belum siap. Jika Ega bisa berekspresi baik-baik saja saat bertemu Rendi. Tapi nyata nya, si gadis tidak bisa menutupi rasa gelisah  tak kasat mata dalam ruang trauma. Ia paham itu.


Pandangan Ega menyusuri ruang cafe unik. Dua ruang terpisah antara 'Smoking area and Non smoking'. Para pengunjung bisa lebih nyaman untuk santai. Menikmati pesanan tanpa harus mengibas tangan saat bau nikotin menusuk hidung.


Bibir ranum itu menipis rapat. Pandangan mereka bertemu dalam satu ragu. "Maaf, aku tidak bermaksud berpikir negatif tentang orang tua mu." Menarik napas sesaat, "Aku bohong bila berkata tidak senang." Gadis itu tersenyum. "Aku ingin bertanya dulu satu hal, bisa kau jawab untuk ku?"


Chris menelisik iris bening di sampingnya. Melirik pada usapan lembut jari kekasih pada punggung tangan. "Kau ragu pada ku?" Pertanyaan Chris lolos, seperti tersesat di gurun pasir tanpa air membuat suara Ega hilang.


Mereka masih saling bertatap dalam diam. Hanya suara pengunjung cafe yang ramai.


Live music dengan sebuah lagu dari Band ternama One Ok Rock - Wherever you are, terdengar syahdu. Mewakili kisah romantis Chris si playboy jatuh hati pada seorang janda sebagai Pacar Pertama.


Pada si gadis manis anak yatim piatu yang masih ragu, menetapkan Chris sebagai Calon kedua.


Apa se—ragu itu?


Alunan lagu terdengar samar, menciptakan suasana semakin romantis.


I'm telling you


(Ku ucap pada mu)

__ADS_1


I softly whisper


(Dengan bisik lembut)


Tonight tonight


(Malam ini)


You are my angel


(Kau bidadari ku)


Aishiteru yo


(Aku mencintaimu)


Futatsu wa hitotsu ni


(Berdua kita—satu)


Tonight tonight


(Malam ini)


I just say…


(Aku ingin berkata...)


"Terlepas dari semua rasa. Kau harus tahu, aku mencintai mu. Selalu bawa dan catat itu di hati mu." Chris membuka suara lebih dulu. Mengelus pipi Ega, menyelip rambut panjang halus pada telinga.


Dua sudut bibir Ega tertarik ke atas. Dengan pandang sedikit buram si gadis mengangguk setuju tanpa kata. Menular pada senyum di wajah indah si kekasih tampan.


"Lagunya pas." Celetuk Ega terenyuh menikmati lagu.


Wherever you are, I always make you smile.


(Di mana pun kau berada, ku selalu ada di sisi mu)


Wherever you are, I'm always by your side.


(Di mana pun kau berada, aku selalu ada di sisi mu)


Whatever you say, kimi o omou kimochi.


(Apa pun yang kau ucap, perasaan ini selalu untuk mu)


I promise you "forever" right now.


(Aku janji padamu "selamanya," mulai dari sekarang)


"Aku suka lagu ini." Setengah dari kebab besar habis tertelan. Ia menyeruput Ferrero Rocher Frappuccino. "Tidak buruk,"


"Benar, kopi di sini tidak jauh beda dengan tempat mahal." Imbuh nya timpal itu, "Setelah ini mau ke mana?"


"Aku mau pulang saja, ingin tidur sore." Memberi ekspresi geli tertahan saat bibir Ega merapat pada sedotan panjang es kopi.


Chris menarik sudut bibir melengkung ke atas, sama menahan rasa geli saat tatap mereka terhubung manis. "Ah, kau benar. Aku memberi banyak revisi. Kau juga perlu revisi hati mu untuk ku. Jangan pernah ragu!" perintah Chris mutlak tidak ada bantahan.


Ega menekan lidah. Menelisik wajah tampan terlalu serius. Saat hati nya harus berdebar hebat merasakan genggaman hangat terkasih. Nyaman itu nyata.


"Ya." Lolos begitu saja. Jantung nya tidak kuat menatap lama manik hitam si tampan.


Sampai di apartemen Ega. Ia menyuruh Chris masuk niat hati ingin makan malam bersama. Sebuah email masuk dan pria itu mendesah kesal.


"Ada apa?"

__ADS_1


"Genma mengirim email, ada investor meminta rapat ulang tentang pangsa pasar dan pembagian hasil. Kemarin seharus nya sudah jelas, tidak ada yang protes. Semua kepala di sana setuju. Kenapa sekarang ribut? Mereka membuat ku muak." Raut wajah frustrasi serta lelah tergambar di wajah tampan itu.


Ega memberi senyum tenang, "Kekasih ku itu hebat, kau pasti bisa."


Dalam detik berikutnya Ega di buat menahan napas. Chris merangkul pinggang erat. Merapat perlahan, "Beri aku ucapan selamat malam manis," napas Chris berhembus hangat di pipi, menjalar dalam ukiran senyum.


Menaruh kedua lengan di atas pundak kekasih. Seketika rasa ingin saling memiliki itu semakin ada. Gerakan dan sentuhan tidak menuntut sangat lembut. Benda basah saling tarik menarik, menggigit kecil, dan membelit di dalam.


Chris melepas pagut saat pundak nya di remas kuat. "Aku harus pergi." Berbisik geram tertahan, mengusap bibir ranum masih basah karena ulahnya. Netra mereka terhubung, "Atau aku bisa sinting."


Ega meremas punggung lebar erat. Peluk erat serta kecupan di wajah jadi pemutus kisah malam ini. Mengantar sampai depan pintu dan sekali lagi rasa tinggi masih ada. Chris kembali memagut beberapa tanpa ragu lalu melambai, benar-benar harus berlalu. Membawa rasa tinggi itu pergi dari tempat yang tidak seharusnya.


🌟🌟🌟


Seharian sang ibu berkutat di dapur. Euforia dalam hati nya sangat membuncah. Menata semua dengan rapi. Ingin menyambut kedua calon mantu terbaik untuk putra kesayangan.


Steven sampai dibuat geleng kepala. Menikmati dalam diam kegiatan sang istri keluar masuk dapur. Memasak hidangan utama terasa nikmat.


Puding mangga, brownies almond sudah siap sebagai penutup.  Menjelang sore Mika semakin berdebar. Menunggu dengan duduk kelewat gelisah, menyambut atensi sang suami menatap geli.


"Kau seperti menunggu dilamar seseorang."


Mika melirik judes. "Tentu aku gelisah, dua mantu datang. Itu sama saja seperti rezeki berlebih. Siapa tahu mereka juga  melamar malam ini di depan kita. Jadi kita dapat dua mantu sekaligus dalam satu tahun ini." Menyentuh pipi mungkin saja untuk hal itu terjadi.


Steven mendengus tidak percaya dengan pikiran istrinya sudah sejauh itu. Tidak mengelak, mereka sudah ingin melihat bentuk rupa cucu tampan dan cantik.


Suara mesin mobil masuk gerbang mampu hadirkan satu senyum di wajah Mika. "Mereka datang, suami ku."


Pintu terbuka sapaan salam disambut hangat tuan rumah. Taka dan Kania lebih dulu sampai. Mika bahagia dia sudah sangat mengenal Kania. Terlebih dulu sering mampir membagi tugas kelompok bersama putranya.


Sapaan lain muncul di balik punggung Taka. Chris menepati janji. Datang bersama sang kekasih. Mika menyambut sama ramah memberi peluk dan langsung mengajak mereka ke ruang makan.


"Ibu, apa ini pesta besar?" Taka pasang suara.


Mika tersenyum manis. "Tentu, aku tidak tahu kesukaan calon mantu ku jadi aku masak beberapa hidangan. Semoga kalian suka." Ucap lembut sambil menuang nasi dan lauk dalam piring memberi pada sang suami yang menyambut senyum.


"Terima kasih, Bu / Ma!" bersamaan membuat suasana melebur riang.


"Mau Ibu atau— Mama, aku tidak masalah. Kalian tetap putri ku." Mengulum senyum gemas.


"Lebih baik kita makan dulu, aku sudah lapar,  aroma ini sangat harum untuk di lewatkan waktu lama." Chris jenaka.


Dan semua mengangguk setuju.


Makan malam berjalan lancar. Mereka semua menikmati suasana hangat membaur.


Sampai langkah heels di tekan pada lantai lalu pada suara lembut memanggil nama salah satu putra kesayangan nya. Membuat mereka terdiam menatap bingung tamu tak di undang.


"Chris sayang, kau tidak mengajak ku?"


"Mimpi," ketus si tampan.


Jessy mendekat dengan senyum congkak. "Tapi tidak tiga bulan yang lalu, itu nyata, atau kau sengaja melupakannya." Sengaja menekan kata tiga bulan juga nyata.


Mereka searah pandang lurus pada pria tampan yang berubah kaku.


🌹🌷🌹🌷


.


.


.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2