Pacar Pertama Calon Kedua

Pacar Pertama Calon Kedua
Pacar Pertama Calon Kedua 43


__ADS_3

Bijaklah dan harap jujur pada diri sendiri. Konten chapter ini mengandung unsur 21+.


So my pleasure if u're a kid not to read it 😉✌️. Domo Arigatou 🙏.


💖💖💖


Apa yang terlintas dalam benak mu saat bertemu pengalaman baru, menegur hidup mu lebih berwarna.


Bibir sensual itu melengkung senang dengan wajah agresif. Khayalan liar yang selama ini bersarang dalam proyeksi otak kini tergenggam. Rasa nya tidak percaya dan tidak ingin berhenti ketika ia bisa meraih; menggenggam; menyentuh; pengalaman ini terhebat dari semua yang pernah di rasakan.


Rasa ingin lebih itu mendesak. Saat tangan nakal si pria berhasil membuka kait, menemukan eksistensi dua squeezy kembar cukup membuat Chris menggelap. Ega menahan malu hampir menutup bagian itu, sebelum tangan Chris lebih dulu mendarat memberi sensasi luar biasa.


Telapak tangan itu terus berolah raga di sana, dengan bibir berdecak diadu tanpa jeda. Chris melepas bibir turun menyusur leher si manis dengan lidah terjulur. Menggigit kecil di telinga sampai deru napas sang suami terdengar jelas.


"Aku suka squeezy mu ujung nya merah muda seperti bibir mu." mengusap di kedua ujung squeezy.


Chris memberi kecup sepanjang tulang selangka, turun perlahan sampai bibir panas Chris menempel pada si kenyal squeezy. Si pria semakin liar, terus menyulut gairah sang istri untuk menerima perlakuannya.


Kolaborasi antara bibir panas versus kedua telapak tangan terus berolah raga. Menekan; menjilat; mengusap; dan mencecap seluruh bagian bulat tanpa terkecuali.


Di sela  bermain cumbu dengan squeezy, si pria tersenyum bangga, "Chrissh," desah itu akhirnya keluar.


Kepala nya mendongak menatap wajah gairah Ega. Ah, rasa nya ia yakin akan memenangkan ini. Mata mereka bertaut sayu, napas terengah-engah sang istri menjadi melodi terindah untuk jantungnya. Tangan Chris naik sisi jari telunjuk nya menyusuri  mata; hidung jarinya berhenti sebentar pada bibir mampir  ******* sebentar, lalu  bergerak lagi turun ke leher berlanjut ke atas squeezy mengitari bulatan lembut. Sampai Ega merasa  merinding.


Kaki Ega bergerak gelisah dengan napas kian memburu. Chris tidak melepas tatapan mereka, terus menelisik ekspresi Ega dari menggigit bibir, menahan napas dan sekarang sang istri menutup mata dengan kepala sedikit mendongak.


Jari Chris mengelus bungkus luar segitiga hitam. Kepala pria itu berada di leher menjilat dan mencecap kencang memberi bukti kepemilikan. Hidung nya terus menekan pori-pori selangka, terus merambat ke bawah kembali memberi liur dari lidah pada si mungil merah muda.


Tangan Ega gatal, meremas kuat rambut si suami. "Chrisshh," kepala itu turun, bibir nya memutari perut. Ega meremas bahu lebar itu rasa geli dan tersengat menjadi satu.


Sisi si hitam segitiga turun hampir menyembul surga terselip di sana. Pergerakan Chris terhenti, tangan Ega menahannya. "Aku malu," ucap si gadis yang sebentar lagi berganti wanita.


Chris menatap nya tubuh panjang pria itu naik sejajar, mengecup kening serta mengelus puncak kepala sang istri memberi rasa tenang dan nyaman.


"Kenapa malu?" mengelus pipi Ega.


Si gadis menggeleng, jantung nya masih berdegub kencang. Oh, ya ampun dia sudah polos. Memalukan, bisakah di sebut begitu?  Sedangkan sang suami? Ega menggigit pipi bagian dalam. Suami nya masih utuh terbungkus benang—


"Buka baju ku," bisik nya tidur miring menghadap sang istri.


—Apa dia bisa membaca pikiran ku?


Ega menoleh menatap wajah sang suami, menggigit bibir tipis Ega bersuara, "A-apa harus?" suara nya putus-putus. "Iya, biar kau tidak malu." Berbisik serak menggesek hidung mancung nya pada tulang selangka sang istri.


Tangan Ega terulur ragu, menyentuh kancing piyama melepas sampai kancing terakhir. Lebih nya Chris membuka sendiri, Ega merona, iris mata cantik nya bergulir  dari atas sampai ke bawah. Serratus anterior, Rectus abdominis,Inguinal ligament dan canal. Bagian itu terlihat sexy'. Namun ia terlalu awam untuk tahu bagaimana rasanya menyentuh itu.

__ADS_1


Bola mata si cantik hampir keluar, bergulir cepat menatap suaminya. Sejak kapan suaminya polos lebih dulu. Oh sialan, jangan sampai ia kepergok memandangi tubuh sang suami sampai tidak sadar kalau suami nya melepas seluruh benang lebih dulu.


"Sentuh saja bagian mana membuat mu penasaran."


"Aku—sshh"


Belum selesai menjawab, hal tidak terduga lainnya mengambil batas waras. Ega kembali melenguh merdu, menjambak rambut Chris. Pria itu kembali menyusu dengan mengelus inti surga. Yah, Chris berhasil melucuti si segitiga hitam. Ega yang kecolongan di sini atau memang Chris lihai mengacak konsentrasi sang lawan bicara.


"Kau culas," suara Ega berseru desah.


Memilin kedua si mungil merah muda, kepala nya mendongak. "Aku raja nya malam ini dan kau ratu ku harus menerima semua perbuatan ku," menyesap kuat squeezy memberi banyak tanda merah di sana. "Sweety, kau sangat indah."


Tangan dan bibir nakal Chris kembali menjamah liar tubuh polos Ega. Ah, Chris menyukai semua bentuk dalam bungkusan kain yang selalu ia bayang. Ini di luar dugaan, bentuk pinggul sang istri bahkan terlihat lebih sexy' bila seperti ini.


Celah bibir Ega meracau desah, menyebut nama sang suami dalam nikmat. Chris menggenggam satu tangannya, menyesap inti surga tanpa risi. Chris merambat naik terus mengecup; menjilat tipis-tipis bagian sensitif. Tautan mereka terlepas, Chris selalu berhenti untuk menyesap lama squeezy lebih rakus.


Ega di bawa melambung jauh ke nirwana, sentuhan sang suami sangat lembut. Seluruh otot dalam tubuhnya lemas. Ia menjadi pemeran pasif hanya menerima dan menikmati. Mungkin benar yang dikatakan sang suami. Kalau di malam pertama sang suami selalu menjadi raja, Ega biarkan itu. Memberi ruang Chris untuk menguasai; merengkuh; membimbing sang ratu untuk tunduk pada titah sang raja.


Chris mendekatkan wajah meraih bibir menyatukan lama. Dada mereka saling menekan dengan napas tertumbuk. Tubuh mereka semakin panas bergairah, terlebih tangan Chris tidak mau jauh dari inti surga sang istri.


Poreplay Chris terbilang sukses. Ega sampai  lupa cara nya bernapas dengan benar. Tiap detik nya gadis itu selalu menahan napas, tersengal, menarik napas kuat saat Chris terus menjamah memberi nikmat tidak terbatas.


Tangan kiri Chris mengelus puncak kepala Ega, menyatukan kening mereka, menatap iris cantik dibawah tubuhnya, lebih menyelami ekspresi si gadis saat ia ingin memiliki sang istri secara utuh.


Tangan bebas Chris tidak henti bergerilya, berakhir menyentuh pistol air nya, menggesek ujung nya pada surga sang istri. Ega terkesiap mencengkeram otot tendo dan tricep Chris.


Iris Ega bergerak takut dengan napas tersekat. Mencengkeram lebih kuat otot bicep sang suami. Sesuatu berhasil  menjejal masuk ke dalam ruang sempit di tubuhnya.


"Kau milik ku," kata kepemilikan mutlak lolos dari baritone tegas sang suami. Kedua tubuh saling menyatu. Menangkup wajah Ega, ibu jari Chris mengusap cairan bening di sudut mata sang istri. Mengecup kening; kedua mata; hidung; pipi terakhir bibir ******* nya pelan dan lembut.


Ega tenggelam; terbuai perlakuan lembut serta manis dari sang suami. Sungguh momen ini tidak ternilai, ia tidak akan pernah lupakan hal ini. Sekali dalam seumur hidup membiarkan aset berharga terjamah rakus dalam rengkuhan pria berimajinasi liar. Menyerahkan mahkota berharga untuk suami tersayang.


Melepas pagut Chris memberi ruang Ega untuk bernapas lebih teratur. Membiarkan inti surga mereka menyatu beberapa detik sampai Ega benar-benar menerima bagian tubuhnya.


Senyum manis Ega mengembang tanpa kaku, tubuhnya mulai bereaksi. Kedua tangan Ega terulur merangkul suaminya. Mengelus tengkuk Chris. "Kau pun sama, kau milik ku." Bisik Ega mendorong tengkuk sang suami merapatkan bibir mereka, kembali terbuai oleh ciuman panjang.


Si pria dengan senang hati menerima rayuan ala sang istri. "Kau mulai menggoda ku?"


Ega ingin terkekeh nyata nya gerakan pinggul sang suami membuat suara nya menyembur desah. "Aku rasa kau sudah siap." Satu kedip mata jahil Chris mampir memberi satu senyum di bibir Ega.


Tatapan mereka bertaut bahagia. Si playboy bahagia bisa menumpahkan hasrat pada sang istri. Dia memang pria berengs*k namun dia tidak pernah merusak sampai ke bawah, Chris lebih memilih bermain aman. Sedangkan si gadis, eh—wanita bahagia bisa memberi segel utuh pada sang suami.


Chris bergerak lamban di awal. Baritone sang suami  menggeram berat, kepala Chris tepat di depan Squeezy. Keduanya terbakar gairah. Saling meremas; mengerang nikmat dengan pori-pori di sekujur tubuh mulai basah.


Oh, ini surga dunia.

__ADS_1


Dari bergerak lambat berubah lebih cepat. Semakin terbuai dari nikmat yang belum pernah mereka rasakan. Saat kaki Ega mencoba nakal naik ke atas pinggul sang suami, Chris semakin terpacu mendorong; menjejalkan pistol air untuk terus mendesak di surga sang istri.


Chris duduk angkat bokong Ega, selipkan bantal di bawahnya. Bergerak lebih cepat. Kembali meremas squeezy yang bergerak gemas mengikuti alur permainan. Chris semakin gila melihat tubuh Ega basah berkilau di bawah cahaya lampu hotel.


Dia tidak bisa berhenti terus bergerak memijat paha, mengelus inti surga. Iris mata Chris tidak lepas dari pergerakan Ega. Bibir nya membentuk kurva indah saat sang istri kian gelisah, pergelangan tangan Chris terus mengelus pusat nya di cengkeram kuat sang istri, oh istrinya hampir sampai begitu pikirnya. Chris kembali menyentak lebih dalam membiarkan sang istri memejamkan mata kuat melenguh panjang, dengan dada membusung di sambut remas serta kulum gemas dari Chris.


Ega lemas napasnya memburu, sesaat sadar ia membuka mata menatap Chris pria itu memberi seringai. "Enak?"


"Hu'um," hanya gumam yang meluncur Ega tidak sanggup melecut satu kata semuanya terasa lemas.


Posisi miring Chris mengerang hebat. "Kau semakin sempit jika seperti ini,"


Menyelipkan tangan nya, telapak lebar itu masih saja mencari-cari squeezy untuk mainan. Menjelajah ke bawah, mengelus si penerima miliknya.


Ega menekuk siku ke belakang, meraih wajah sang suami. Chris tahu yang Ega mau tubuhnya terangkat sedikit mendekat dan memberi cium panjang membelit lidah tanpa berhenti bergerak. Saling bertatap  dengan napas panas menyatu. "Kau sangat nikmat sweety," mengerang gemas.


"Ya, hanya kau yang bisa nikmati ini." Sahut nya.


"Argh, Ega kau menggoda ku!"


Mata si pria tertutup kepala nya mendongak. Wajahnya memerah, tanpa melepas Chris membalik tubuh sang istri. Menekan; mendesak; masuki lebih dalam lagi. Bergerak semakin liar tanpa henti sampai Ega harus kembali merasakan kepala nya berdenyut.


"Chrisshh,,"


"Tahan sweety, sebentar lagi."


Sesuatu terus mendesak naik ke atas kepala. Menyambut datang nya ledakan euforia dalam diri. Tubuh basah akibat peluh membanjiri tanda kerja keras mereka membentuk hubungan baru lebih special. Napas saling berkejaran, kerongkongan terasa kering, tubuh tersengat rasa panas dahsyat.


Kedua tangan mereka saling bertaut, Chris membawa tautan ke atas kepala sang istri. Mereka berdua saling menyebut nama tersayang masing-masing. Chris menggeram menggigit juga menyembunyikan wajah di perpotongan leher sang istri. Tubuh kedua nya bergetar hebat. Chris melepas jalinan tangan mereka. Bernapas; meneguk liur kering dengan mengatur napas.


Hebat, ini sangat hebat! Pelepasan seperti ini tidak pernah terpikirkan olehnya. Ini melegakan; menyenangkan sekaligus mendebarkan. Di sela mengatur napas, sempat-sempat nya pria itu kembali meremas squeezy.


"Chrisshh,," Ega ingin membuka suara, sungguh ia lelah.


Tidak kah pria itu sama?


"Sekali lagi sweety, kau nikmat." Bisik nya lamat, tanpa persetujuan si pemilik surga, ia kembali menggerakkan pistol air di bawah sana. Dan Ega merasa kepalanya berdenyut lebih kencang.


🌷🌹🌷🌹


.


.


.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2