Pacar Vampir Ku

Pacar Vampir Ku
Bab 10


__ADS_3

Naura bingung melihat kedua temannya beradu mulut di depannya. Dia bingung dengan apa yang sedang mereka bahas. Apa maksud dari perkataan mereka. Mereka terus membicarakan soal layak dan tidak layak.


Apa maksud Cecil kalau Alex akan menyantap Naura. Pikiran Naura saat itu masih saja terus pusing di buat oleh perkataan mereka berdua.


Naura :"Stooooooop ! Kalian berdua apaan sih ? Apa maksud kalian layak dan tidak layak ? Dan apa maksudnya kalau Alex akan menyantap ku ? Memangnya aku makanan ya ?".


Lola :"Maaf Nau. Kamu tidak usah mendengar kan mereka berdua. Mereka memang selalu begitu saat bertemu. Kamu tidak usah memikirkan perkataan mereka berdua. Oke ?".


Naura :"Baiklah kali ini aku tidak akan bertanya lebih. Tapi jika kalian bertengkar seperti ini lagi. Kalian harus menjelaskan pada ku secara detail".


Naura merasa kesal karena baru saja dia mendapatkan teman semasa hidupnya. Lalu ia harus menghadapi ini semua. Tapi dia harus bersabar mungkin inilah salah satu dari rasa setelah memiliki teman.


Lola terus menenangkan Naura dengan kata kata. Hingga Naura mendengarkan perkataan Lola, dan mulai berpikir dengan jernih.


Naura :"Apa kalian sudah selesai bertengkarnya ?".


Alex dan Cecil :"Maafkan aku Nau".


Cecil :"Apa sih panggil panggil Naura dengan sebutan Nau juga".


Lola :"Cil sudahlah".


Naura :"Gini ya kalian berdua adalah teman pertama ku saat aku sekolah di sini dan semasa hidup ku. Lalu Alex ini sekarang juga sudah menjadi teman ku. Jadi kalian harus akur. Aku tidak ingin kalau teman teman ku bertengkar karena diri ku".


Cecil :"Apa ? Dia juga teman mu ?".


Lola :"Sudahlah Cil. Naura berhak berteman dengan siapa saja. Kita tidak bisa membatasinya. Seharusnya kita mendukung keputusan Naura".


Cecil :"Baiklah aku akan mencoba untuk menerimanya. Tapi aku tidak mau dekat dekat dengan dirinya".


Naura :"Baiklah semuanya sudah selesai. Sekarang teman ku menjadi tiga orang. Yeeeeeey. Aku akan menceritakan semuanya pada ibu ku".

__ADS_1


Alex hanya tersenyum melihat Naura kembali gembira seperti biasanya. Ia sangat takut bila Naura bete, ia sangat suka melihat wajah Naura tersenyum dengan gembira.


***


Matahari telah menyingsing menandakan waktu telah pagi. Naura mandi lalu membersihkan kamarnya yang berantakan.


Lalu ia turun membantu ibunya untuk membuat sarapan.


Steffi :"Eh anak ibu sudah bangun. Ada apa nih kok pagi pagi sudah masuk dapur bantuin ibu ?".


Naura :"Naura senang aja bu. Soalnya kemarin teman Naura bertambah satu lagi".


Steffi :"Oh ya ? Bagus dong anak ibu temannya semakin banyak. Kalau gitu kamu sekalian saja ajak dia nginap di sini sebentar".


Naura :"Emang boleh bu ?".


Steffi :"Boleh dong sayang".


Naura :"Teman aku yang cowok loh bu. Apa betul boleh nih ?".


Steffi :"Oh tidak boleh dong. Ibu kira teman kamu perempuan".


Naura :"Ha ha ha. Ibu sih main ajak ajak saja".


Steffi :"Tapi. . . . Itu bukan pacar kamu kan sayang ?".


Naura :"Ih ibu apa sih. Tidak mungkinlah itu pacar Naura. Naura kan masih sekolah. Naura tidak mau pacaran dulu kalau Naura masih sekolah".


Steffi :"Baiklah anak ibu memang pintar. Nama teman Naura yang baru siapa ?".


Naura :"Ibu sudah tau kok namanya. Itu loh anak laki laki yang menjelek jelekkan teman Naura saat itu. Alexander".

__ADS_1


Ibu Naura lebih kaget lagi mendengar kalau teman baru Naura itu Alex, iya Alexander. Sayangnya ayah Naura sedang tak di rumah ia sedang keluar di depan rumah. Karena jika ayah naura mendengar hal ini ia juga pasti akan sangat terkejut.


Steffi :"Alexander ?".


Naura :"Iya bu, Alexander. Masa ibu lupa sih dengan cerita ku waktu itu".


Steffi :"Ibu tidak lupa sayang. Ibu ingat kok, hanya saja. . . "


Naura :"Hanya saja apa bu ?".


Steffi :"Ah. Bukan apa apa kok sayang".


Naura :"Lega juga sudah bercerita dengan ibu. Ibu sih tadi malam pulangnya telat. Naura kan jadi tidak bisa menceritakan nya semalam".


Steffi :"Maaf ya sayang. Ibu dan ayah kemarin lembur dan itu tidak bisa terelakkan. Ayo sekarang kamu panggil ayah lalu kita sarapan".


Naura :"Siap bos". Lalu pergi memanggil ayahnya


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Jangan lupa Like dan komen ya.💕


__ADS_2