
Steffi :"Kami hanya ingin kamu memiliki kehidupan yang normal. Tapi sayangnya tanpa kami sadari kami berdua membuat kamu tidak memiliki teman selama ini. Kami juga tidak bisa langsung memberitahukan mu tentang Lola, Cecil dan juga Alex, takutnya nanti kamu tidak bisa menerima mereka. Jadi kami ingin melihat kamu mengatasinya sendiri tanpa campur tangan kami. Dan ternyata kamu memang anak mama yang tidak pernah memandang orang lain bahwa diri mereka berbeda".
Naura :"Ini semuakan berkat ayah dan ibu". Memeluk ibunya
Jon :"Mumpung sekarang masih belum terlalu larut malam. Apa kalian ingin berjalan jalan ?". Mencairkan suasana
Naura :"Ayah dan ibukan pasti masih lelah. Jadi lebih baik kalian istirahat saja".
Jon :"Tidak kok. Ayah dan ibu ingin berjalan jalan dengan anak kesayangan kami. Sudah cepat sana. Siap siap, tidak usah terlalu cantik ya. Nanti ada yang menggoda kalian berdua".
Steffi dan Naura :"Ha ha ha. Ayah bisa saja".
Naura dan ibunya pun ke kamar masing masing untuk mengganti bajunya. Karena mereka akan menghabiskan waktu bersama. Mereka pun pergi berjalan jalan di taman dan mall.
Naura sangat tidak ingin berbelanja, tapi ayahnya terus memaksanya untuk membeli beberapa baju untuk dirinya.
Jon :"Nau, coba kamu coba ini sayang".
Naura :"Ayah, baju ini sangat feminim. Aku tidak terlalu suka".
Steffi :"Sayang, kamu kan sudah dewasa jadi sudah seharusnya kamu mencoba memakai pakaian wanita yang feminim sayang".
Naura :"Tapi buuuu. . .". Memelas
Steffi :"Ayo sayang. Sini bajunya yah". Mendorong Naura menuju kamar pas
Sambil menunggu Naura yang mencoba baju pilihan ayahnya. Steffi dan Jon juga sedang mencari baju untuk diri mereka sendiri.
__ADS_1
Naura :"Ibu, ayah". Keluar dari kamar pas
Steffi :"Waaaaaaaah, ayah coba lihat".
Jon :"Waah, anak ayah cantik sekali".
Naura :"Ayah dan ibu bohongkan ? Pasti jelek banget".
Steffi :"Tidak sayang kamu betul betul cantik. Okelah kita ambil ini untuk Naura yah".
Jon :"Iya bu. Ayo kita cari lagi baju untuk Naura".
Naura :"Sudah yah, ini saja jangan terlalu banyak. Nanti Naura tidak memakainya".
Jon :"Bu, anak ayah tidak suka dengan pilihan ayah". Memesang wajah sedih
Jon :"Oke kita ambil yang ini saja". Memegang dua baju yang telah ia pilihkan untuk Naura
Setelah mereka membeli pakaian, mereka bertiga membeli ice-cream. Ayah Naura sebenarnya tidak suka ice-cream, tapi ia terus di paksa oleh Steffi dan juga Naura.
Setelah puas berjalan jalan dan menghabiskan waktu, mereka pulang ke rumah dengan membawa belanjaan.
Sesampai mereka di rumah Naura langsung berjalan menuju kamarnya, ia merasa lelah dan ia ingin segera merebahkan badannya di atas tempat tidur empuknya.
Di sisi lain Alex sedang memberi arahan pada orangnya untuk terus berjaga di sekitar rumah Naura dan jangan sampai terlihat mencolok oleh tetangga Naura.
Setelah memberi arahan pada semua orangnya Alex menelpon orang tua Naura.
__ADS_1
Alex :"Kamu sekarang sudah ada di rumah ?".
Jon :"Iya pak". Ucapnya dari balik telepon
Alex :"Besok saya akan ke rumah mu".
Jon :"Eh, baik baik pak".
Alex :"Apa Naura sudah menceritakan kejadian di sana saat kalian sedang tidak ada di rumah ?".
Jon :"Maksud bapak kejadian seperti apa ?". Bingung karena banyak kejadian yang telah Naura ceritakan
Alex :"Oh Jadi sepertinya dia belum memberitahu mu.".
Jon :"Eh, iya pak".
Alex :"Oke sudah dulu".
Lalu mereka mematikan telepon mereka masing masing. Ayah Naura terlihat bertanya tanya tentang apa yang telah terjadi dan kenapa Naura tidak memberitahu ayah dan ibunya.
Ayah Naura menonton di ruang keluarga, tapi ia tidak terlihat tenang menonton film yang tengah ia tonton saat itu. Lalu ia masuk ke dalam kamarnya dan mencari istrinya.
Kepalanya betul betul di penuhi tanda tanya, mengapa baru kali ini Naura tidak menceritakan hal yang sepertinya begitu besar.
Saat ia sampai di kamar, istrinya sudah tertidur dengan lelap. Lalu ia mencoba ke kamar Naura, dan ternyata Naura juga sudah terlelap di atas tempat tidur empuknya.
tbc.
__ADS_1