Pacar Vampir Ku

Pacar Vampir Ku
Bab 6


__ADS_3

Naura pulang ke rumah seperti biasa. Di rumahnya sangat sepi tidak ada orang. Karena orang tuanya masih sibuk kerja.


Naura sudah berapa hari tidak ke hutan belakang rumahnya. Dia masih penasaran dengan apa yang dia lihat hari itu.


Akhirnya dia pun berjalan jalan ke hutan belakang. Tapi dia masih tidak melihat laki laki yang ia lihat hari itu. Tapi tiba tiba ada sekelebat kain berwarna hitam lewat tak jauh dari tempat ia berdiri.


Naura :"Woaaahh apa itu ? Apa itu setan ?. Aku harus cepat pergi dari sini".


Naura berlari dengan cepat menuju rumahnya. Dia sangat kaget dengan apa yang tadi lewat sekilas di depannya. Sesuatu yang berwarna hitam, terlihat terlintas sekilas. Bulu kuduk Naura merinding (Author pun ikut merinding. Anjay) 😅


Dia masuk ke dalam rumahnya lalu masuk ke dalam kamar dan menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut.


Naura :"Waahh tadi itu apa ? Jantung ku rasanya mau copot. Lebih ekstrim dari yang pertama aku lihat saat itu".


Naura mencoba untuk tenang dan memperbaiki perasaannya yang kaget. Ia ke bawah untuk mengambil air minum.


Naura :"Aku betul betul kaget. Untung jantung ku tidak lompat keluar. Tadi itu apa yah. Masa sih ada setan siang bolong begini. Bukannya setan keluar kalau sudah malam ya. Apa setannya di sini tidak takut di lihat warga ya kalau keluar siang siang". 😅


Naura membuat kejadian itu terdengar seperti lelucon untuk dirinya. Walau pun dia juga sempat merasa kaget dan takut.


Malam pun tiba orang tua Naura pun sudah pulang dari kerja.


Steffi :"Naura sayang".


Naura :"Iya bu".


Steffi :"Jadi gimana hari ini sekolahnya ?".


Naura :"Ih ibu belum ganti baju juga. Ibu ganti baju dulu baru aku mau cerita".


Jon :"Sebenarnya yang ibu siapa sih ? Naura atau ibu sih ?".


Naura :"Hi hi hi. Ya ibulah ayah. Masa Naura sih".


Steffi :"Siap ndoro".


Naura :"Ih ibu".


Ibu dan ayah Naura hanya tertawa dengan wajah Naura yang malu.

__ADS_1


Ibu Naura pun sudah mengganti baju. Mereka duduk di ruang makan dan makan bersama.


Setelah makan mereka duduk bersantai di ruang keluarga. Ayah Naura hanya sibuk menonton bola. Sedangkan ibu Naura sangat kepo dengan apa yang terjadi di sekolah Naura hari ini.


Steffi :"Jadi gimana sayang ? Kamu sudah dapat teman ?".


Naura :"Iya bu. Nama teman aku Lola dan Cecil. Lola dia orangnya sangat baik. Dia orangnya bijak. Sedangkan Cecil dia tipe orang yang ceplas ceplos".


Steffi :"Oh yah ? Bagus dong anak ibu sudah punya teman".


Naura :"Iya bu. Tadi saja ada teman kelas yang tidak suka saat kami berpelukan. Cecil langsung saja ngatain mereka nenek lampir. Cecil betul betul anak yang pemberani. Kalau Naura sih paling cuma diemin mereka saja".


Steffi :"Bagus dong sayang. Anak ibu punya teman yang pemberani dan juga teman yang bijak. Itu sangat bagus sayang".


Naura :"Iya bu. Padahal waktu hari pertama Naura masuk sekolah Cecil tidak suka loh sama Naura."


Steffi :"Kok bisa ?".


Jon :"Paling karena Naura tidak mau di ajak ke kantin"


Naura :"Ih ayah kok tau sih ?".


Steffi :"Ayah matanya ke mana. Telinganya ke mana. Dengar aja kita berdua membahas soal apa".


Jon :"Kamu baru tau ya. Kemampuan aku ?".


Naura :"Ha ha ha. Ayah bisa saja".


Steffi :"Iya iya. Suami ku memang yang paling oke".


Naura :"Cie cie ayah di puji ibu tuh".


Ayah Naura tidak menanggapi perkataan Naura. Dia hanya tersenyum malu.


Naura :"Bu. Wajah ayah memerah karena malu".


Steffi :"Ha ha ha".


Jon :"Kalian berdua ya. Paling bisa menggoda ayah".

__ADS_1


Naura :"He he he. Naura sayang Ibu dan Ayah". Memeluk orang tuanya


Jon dan Steffi :"Kami juga menyayangi mu sayang".


Naura :"Cieeee. Kompak. Ha ha ha".


Ayah dan ibu Naura malu karena perlakuan Naura.


Naura :"Apa ibu tidak malu punya anak seperti Naura ? Sedikit sedikit peluk. Sedikit sedikit bilang sayang ke ayah dan ibu".


Steffi :"Untuk apa malu. Bahkan ibu dan ayah bangga. Walau pun kamu sudah besar tapi kamu masih memperhatikan kami berdua dan selalu mengucapkan kata sayang untuk kami berdua".


Jon :"Iya dan tak lupa lagi. Kamu selalu menunjukkannya dengan memeluk kami. Ayah dan ibu sangat senang Nau. Walau pun kami selalu membuat mu susah untuk mendapatkan teman. Tapi kamu tetap selalu menunjukkan rasa sayang mu pada kami".


Naura :"Hiks 😢. Ibu dan ayah jangan ngomong gitu dong. Kan Naura jadi sedih. Naura kan cuma punya ayah dan ibu di sisi Naura. Keluarga kita yang lainnya jauh dan bahkan bisa di bilang kita jarang bertemu. Dan sudah menjadi kewajiban Naura untuk terus menyayangi Ayah dan Ibu sepenuh hati Naura".


Jon :"Ehm. . . Bu. Naura kode tuh minta adik lagi".


Steffi :"Ih apa sih ayah. Bikin suasana harunya jadi kacau".😖


Jon dan Naura :"Ha ha ha ha. Ibu ngambek".


.


.


.


.


.


.


Jangan lupa Like dan Komen ya. Untuk yang sudah membaca. Karena Like dan komen itu gratis.


Jangan lupa juga untuk menekan tombol Favorit, agar bila Novel ini Up kalian akan mendapatkan notifikasinya.


Buat yang ingin memberi Tip sangat di persilahkan.

__ADS_1


Makasih 💕


__ADS_2