
Mereka semua pun duduk di ruang keluarga untuk menonton tv. Mereka sangat menikmati tontonan yang mereka nonton. Sementara di tempat lain seseorang terlihat sedang bertengkar.
"Bagaimana apa kau berhasil ?".
"Berhasil apanya ? Aku malah kedapatan Alexander".
"Kau memang bodoh. Aku kan sudah melarang mu untuk pergi tapi kau bilang kalau kau yakin akan mendapatkan informasi tentang anak itu".
"Aku kan juga tidak tahu kalau Alexander akan datang".
"Sudahlah kalau sudah begini kau tidak bisa sembunyi sembunyi untuk mencari informasi. Dan jangan sampai kau keluar berkeliaran, jangan sampai kau tertangkap dengan mereka".
"Sok berkuasa, kau yang membuat aku seperti ini". Ucap orang itu dalam hati
***
Naura :"Alex, ini sudah malam. Apa kau tidak pulang ?".
Alex :"Apa kau sudah mengusirku sayang ?".
Naura :"Aku tidak mengusir mu hanya saja kau laki laki sendiri di sini sayang".
Alex :"Tidak apa apa, kita kan bisa tidur bersama".
Cecil :"Dasar mesum, sana cepat pulang".
Alex :"Oke oke aku akan pulang. Aku tidak mau di gebukin sama kalian bertiga. Kalau begitu aku pulang dulu ya sayang". Mengelus salah satu pipi Naura
Naura :"Iya, kamu hati hati ya. Mau aku antar sampai ke depan ?".
Alex :"Tidak usah, kamu di sini saja temanin mereka berdua. Aku pulang ya". Mencium kening Naura
__ADS_1
Saat Alex telah pulang Naura, Cecil dan juga Lola melanjutkan apa yang mereka tonton. Hingga akhirnya mereka merasa ngantuk dan bersiap siap untuk tidur.
***
Saat bangun, mereka bertiga kelabakan karena mereka terlambat bangun. Mereka bahkan sampai bingung apa yang harus mereka lakukan terlebih dahulu. Mereka bahkan memakai sepatu dan menyisir rambut di dalam mobil untuk menghemat waktu. Setelah mereka selesai, mereka bertiga tertawa karena kekonyolan yang mereka perbuat hari ini. Hari ini adalah hari yang tidak akan pernah mereka lupakan.
Alex :"Tumben kalian datang terlambat".
Naura, Lola dan Cecil saling bertatapan agar ada salah satu dari mereka yang menjawab pertanyaan Alex. Tapi tak ada satu pun dari mereka yang menjawab pertanyaan Alex.
Alex :"Kok tidak ada yang menjawab ? Tumben si beo diam pas aku nanya". Menyindir Cecil
Cecil :"Apa beo ?".
Alex :"Akhirnya bersuara juga kau. Jadi mengapa kalian terlambat?".
Cecil :"Kami bangunnya telat ini pun sudah berusaha untuk cepat cepat, kami bahkan menyisir rambut dan memakai sepatu di atas mobil karena khawatir kalau kami terlambat".
Naura :"Setelah kamu pulang kami melanjutkan apa yang kami nonton, kami bahkan tidak sadar kalau ternyata sudah jam 1 malam". Cengengesan
Alex :"Astaga.... Sayang kamu jangan sering begadang. Nanti kamu sakit, kamu tambah kurus".
Naura :"Iya iya sayang. Maaf".
Alex :"Kamu jangan minta maafnya ke aku. Harusnya ke diri kamu sendiri".
Naura :"Maaf ya diri ku sendiri".
"Tidak apa apa kok, kamu boleh selalu begadang". Ucap Naura seolah olah dirinya yang lain memperbolehkan perbuatannya
Alex :"Kamu bener bener ya". Mencubit pipi Naura
__ADS_1
Naura :"Au au au au sakit Alex, sakit".
Alex :"Biarin biar kamu tidak bandel lagi".
Naura :"Ha ha ha ha. Oke oke aku tidak akan ulangi lagi".
Alex pun melepas cubitannya tersebut lalu memeluk Naura.
Naura :"Alex, ini sekolah lepasin".
Alex :"Iya iya sayang". Alex pun melepas pelukannya
Bel pun berbunyi menandakan pelajaran pertama akan di mulai. Guru mereka pun mulai menerangkan, sedangkan Cecil dan juga Lola masih terlihat tidak mengerti apa yang telah di terangkan dan di jelaskan oleh guru mereka.
Mereka memperlihatkan wajah memelas mereka pada Naura, dan jelas Naura mengetahui arti mimik wajah mereka itu.
Naura :"Kalian masih belum mengerti ya ?". Bisiknya pada Lola yang duduk di kursi tepat di sampingnya
Lola :"Iya aku belum mengerti".
Naura :"Nanti aku jelaskan pada kalian. Mudah mudahan guru tidak memberikan tugas".
Lola :"Iya Nau. Ini saja aku tidak mengerti".
Lalu mereka kembali memperhatikan guru mereka menjelaskan pelajaran mereka. Sedangkan Cecil terlihat menggaruk garuk kepalanya.
"Ini pelajaran susah banget. Kepala aku jadi gatal memikirkannya, lama lama aku jadi botak ini". Ucapnya dalam hati
Sedangkan Lola dan Naura hanya tertawa melihat Cecil menggaruk kepalanya karena saking tidak mengertinya dengan pelajaran yang sekarang ini mereka pelajari.
tbc.
__ADS_1