
Para pelayan Alex sepakat akan memakaikan Naura gaun yang berwarna merah muda. Mereka tetap ingin memberikan kesan walau Naura telah kelas 3 tapi dia masih terlihat imut, cantik dan anggun. Setelah memisahkan gaun yang ingin Naura pakai, mereka pun bersiap siap memake up Naura.
Naura :"Make-upnya jangan terlalu menor ya. Kalau perlu make-up yang tipis saja".
"Baik nona. Serahkan saja semuanya pada kami".
Mereka pun mendandani Naura dengan baik dan teliti. Mereka seperti sedang melukis dan yang menjadi wajah lukisan mereka adalah wajah Naura. Mereka sangat senang mendandani Naura karena hampir semua yang mereka sediakan sangat cocok di wajah Naura.
Saat pelayan yang mendandani Naura terlihat sangat serius, di belakang Naura ada salah satu pelayan yang menata rambut Naura. Ia mengepang rambut Naura dari sisi kiri dan kanan setelah itu mempertemukan kepangan itu tepat di bagian belakang. Dan rambut Naura yang lainnya di buat curly dari bagian tengah hingga ujung rambut.
Setelah mereka menata rambut dan mendandani Naura. Mereka pun mengizinkan Naura untuk melihat ke cermin. Karena sedari tadi saat Naura di make up, mereka melarang Naura menghadap cermin agar semuanya menjadi kejutan untuknya.
"Silahkan nona sudah bisa berbalik dan melihat di cermin hasil karya kami".
Naura :"Waaaaaaaaaaaaaah cantik sekali. Apa ini beneran aku ?".
"Iya itu adalah nona".
__ADS_1
Naura :"Aku berterima kasih pada kalian. Kalian sudah membuat ku terlihat sangat cantik".
"Tidak nona. Bukan kami, tapi nona memang sudah sangat cantik. Kami hanya memberikan sedikit sentuhan agar kecantikan nona terlihat".
Naura :"Aku sangat berterima kasih pada kalian. Aku sangat suka".
Mendengar kalau Naura sangat suka dengan hasil karya mereka. Para pelayan Alex terlihat sangat gembira.
"Terima kasih nona. Karena nona sudah menyukai hasil karya kami".
"Kalau begitu sudah saatnya nona memakai gaun nona". Ucap salah satu pelayan
Di luar tepat di ruang tempat acara itu di adakan, Lola dan Cecil tidak mendapatkan cowok yang sesuai dengan tipe mereka. Sedangkan Alex terlihat sangat gugup menunggu Naura. Alex tengah berdiri di lantai 2 dekat dengan anak tangga. Ia akan turun saat Naura telah selesai.
Tamu tamu yang datang tidak lain, dan tidak bukan adalah anak anak sekolah mereka yang di undang oleh Alex. Mulai dari kelas 1 hingga kelas 3.
Mereka sangat bingung karena baru kali ini mereka di undang oleh Alex dan baru pertama kali mereka melihat rumah Alex yang sudah seperti kastil ini.
__ADS_1
Saat semua tamu sedang asik mengobrol dan menikmati hidangan, tiba tiba semua pandangan mengarah ke sebuah pintu kamar di lantai dua.
Mata mereka mengikuti arah berjalan orang yang baru saja keluar dari ruangan itu. Alex kebingungan kenapa mereka malah melihat ke atas dan Alex pun melihat ke arah pandangan mereka semua.
Dan benar saja, Alex pun kaget hingga mematung tak menyangka. Ia seperti melihat seorang bidadari yang sangat cantik berjalan dan di dampingi kedua dayangnya (pelayan Alex).
Saat orang itu pun mendekat kesadaran Alex pun kembali dan segera menggandeng tangan perempuan itu dan turun melewati anak tangga.
Alex :"Sayang kau sangat cantik. Harusnya kamu tidak perlu memperlihatkan kecantikan mu yang seperti ini".
Naura :"Kalau begitu aku pergi cuci muka dulu".
Alex :"Tidak sayang aku hanya bercanda. Tapi coba kau lihat bahkan tamu perempuan pun tidak mengedipkan mata mereka saat melihat mu".
Naura pun melihat ke arah tamu yang datang dan Naura sangat tahu dari wajah mereka kalau yang datang hari ini adalah semua siswa di sekolah mereka. Dan Naura pun melemparkan senyuman ke semua tamu.
Anak laki laki yang melihat Naura jantungnya seperti ingin melompat keluar karena saking terpesonanya dengan senyuman Naura. Sedangkan anak perempuan yang melihat senyuman Naura terlihat iri tapi mereka tidak bisa menutup mata karena Naura memang terlihat sangat cantik. Bahkan mereka tidak yakin kalau itu adalah Naura. Walau pun di sekolah Naura memang sudah mengalahkan kecantikan mereka semua, tapi mereka tidak tahu kalau kecantikan Naura lebih dari itu.
__ADS_1
tbc.